Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb

Galeri photo jamur Step pertumbuhan jamur Bibit PDA F1 F2 Alat Spinner Autoclave Tips beli baglog Berbisnis jamur1 Berbisnis jamur2 Hasil jamur dari baglog Tips kualitas baglog Tips kualitas bibit Desain steamer Desain boiler Kegagalan budidaya Kumbung jamur Perawatan jamur Pola pertumbuhan jamur biaya baglog1 biaya baglog2

Selasa, 30 Maret 2010

Steamer beton untuk sterilisasi media jamur tiram

Dalam pembuatan steamer, bisa dipilih berbagai metoda, cara dan bahan. Ada yang menggunakan plat baja, pasangan bata, beton, ada juga yang campuran. Intinya adalah bagaimana bisa mempertahankan dan menyimpan uap panas sehingga dapat mensterilkan media baglog dengan baik dan sempurna.

Berikut sedikit gambaran pembuatan steamer dengan bahan beton dan pasangan bata.
Keuntungan penggunaan bahan ini adalah :
  • Dapat menghemat ruangan dengan kapasitas baglog yang cukup banyak
  • Seperti pada gambar ini adalah salah satu contoh saja desainnya, dengan ukuran 170x170x170cm sudah dapat memuat kurang lebih 1000 baglog jamur.
  • Suhu sterilisasi dapat terjaga lebih lama daripada penggunaan drum atau plat baja. Beton dapat menyimpan panas uap steam lebih lama, sehingga proses sterilisasi bisa lebih sempurna. Pengalaman kami setelah suhu mencapai 100derajat C, dan proses steam kami hentikan, dalam 12 jam kemudian suhu masih di kisaran 80derajat C.
  • Tingkat kegagalan baglog akibat kurang steril lebih kecil
Untuk membuat steamer, yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  • Campuran beton dibuat standard K175 yaitu campuran 1:2:3 semen pasir kerikil
  • Pasangan bata adalah seperti trasram PC 1:2
  • Perlu diberi ikatan besi beton di antara tulangan kolom pada pasanga bata untuk menguatkan
  • Plat beton penutup atap dibuat melengkung, ini dapat menghasilkan putaran uap yang baik dan lebih cepat menghasilkan uap panas steril
  • Bagian bawah perlu diberi bak kontrol untuk pembuangan air hasil tetesan uap panas steam
  • Perletakan pipa inlet steam kurang lebih pada 1/3 panjang steamer
  • Perletakan termometer adalah pada kurang lebih 2/3 tinggi steamer
  • Bagian dalam steamer diberi lapisan plat aluminium minimal tebal 1mm. Biasanya harga per lembar ukuran 100x200cm adalah Rp.60.000.
  • Bagian pintu besi diberi karet yang cukup tebal sehingga bisa rapat.
  • Bagian atas plat beton penutup diberi pipa untuk pembuangan uap.
Untuk lebih jelasnya mungkin dapat dilihat pada ilustrasi berikut ini..:

tampak atas dan denahnya


tampak pada bagian potongan A-A


Tampak pada bagian B-B


Perletakan baglog di dalam steamer sebaiknya berdiri dan dibuatkan rangka besi sebagai raknya seperti yang tampak pada gambar berikut ini :



O ya hampir lupa.. sebagai catatan:
desain steamer tersebut langsung dibuat di lantai kerja dengan asumsi sistem steamnya tidak menggunakan sistem direct steam, tetapi menggunakan boiler untuk mengalirkan uap panas ke dalam steamer.
steamer dengan sistem angsung tanpa boiler.
Sistem ini sudah mulai ditinggalkan karena tidak efisien
dalam penggunaan bahan bakar

Tampak gambar boiler dari tong yang menghasilkan uap panas
untuk dialirkan ke dalam steamer

Ini juga salah satu contoh boiler yang mengalirkan
uap panas ke dalam steamer

Download desain steamer versi CAD

Kamis, 25 Maret 2010

Perletakan kumbung menentukan banyaknya hasil panen jamur

Sebelum membuat kumbung ada baiknya kita melakukan berbagai survey untuk memperhatikan bagaimana kondisi lokasi yang kita pilih untuk dibangun kumbung/rumah jamur tiram.

Yang perlu diperhatikan adalah :
  • Arah sirkulasi udara. Misal angin lebih banyak datang dari arah mana
  • Ada tidaknya pencemaran udara di sekitar lokasi. Misal lokasi dekat dengan tempat yang menghasilkan banyak asap CO2. Hal ini penting karena jamur sangat rentan terhadap CO2. Jika banyak, maka jamur akan sulit untuk tumbuh.
  • Apakah banyak bangunan yang mengapit lokasi? Ini juga berkaitan dengan sirkulasi udara.
  • Kondisi suhu dan kelembaban. Suhu hendaknya tidak melebihi 30 derajat C. Walau jamur masih mampu untuk tumbuh, namun biasanya lebih tipis. Jadi kelembaban harus diusahakan tetap pada angka yang baik untuk kondisi pertumbuhan jamur.
  • Sebaiknya di sekitar kumbung banyak terdapat pohon, atau tanaman yang rimbun. Karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan itu juga memicu pertumbuhan jamur
Berikut adalah contoh perletakan kumbung yang tidak direkomendasikan:
Biasanya karena ingin langsung berbisnis dengan skala tinggi di lokasi lahan yang terbatas, pebisnis langsung membangun 4 kumbung seperti gambar berikut:
Misalnya arah angin terbanyak adalah dari arah timur seperti ilustrasi tersebut, maka menurut pengalaman kami, hasil panen jamur yang baik hanya terjadi pada kumbung 2 dan kumbung 4 saja. Walaupun kualitas baglog sama dengan kondisi terbaik pun, hasil panen jamur pada kumbung 1 dan kumbung 3 tidak pernah baik dan selalu kurang dari target.

Misal jika kumbung sama-sama diisi 5000 baglog dengan kualitas baglog homogen, pada kumbung 2 dan kumbung 4 bisa menghasilkan 2000kg lebih, tetapi pada kumbung 1 dan kumbung 3 hanya menghasilkan antara 1400kg hingga maksimal 1650 kg saja.

Mengapa ini bisa terjadi??

Ternyata setelah diselidiki, arah sirkulasi udara terbanyak datang dari timur (karena angin lembah gunung). Jadi sirkulasi udara untuk kumbung 1 dan kumbung 3 tertutupi oleh kumbung 2 dan kumbung 4. Walaupun kumbung sudah dimodifikasi bagaimanapun dengan menambah jendela, tetapi hasil panen jamur tetap saja kurang.

Mungkin Anda semua tidak percaya, tetapi itulah yang terjadi

sehingga kami sarankan jika ingin membangun kumbung, buatlah seperti ilustrasi berikut:
Tampak pada gambar, kedua kumbung tersebut akan mendapatkan sirkulasi udara yang baik dari arah datangnya angin.

Lebih cantik lagi jika di sekitar kumbung diberi penghijauan berupa pohon atau tanaman yang rimbun. Dengan demikian InsyaALLAH akan memberikan support oksigen yang baik.

Dalam membangun kumbung, letakkan arah memanjang kumbung menghadap sirkulasi datangnya angin yang terbanyak. Jadi InsyaALLAH akan memicu pertumbuhan jamur pula..
Kami sadar, ini hanyalah pengalaman kami saja, tetapi mungkin bisa direkomendasikan kepada Anda semua yang ingin membangun kumbung, jangan nantinya menyesal di kemudian hari.

Jika lahan Anda terbatas, lebih baik mencari/menyewa di lahan yang lain saja. Semua itu bertujuan untuk memaksimalkan hasil panen jamur, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang optimal.

InsyaALLAH..

O ya.., satu lagi.., mohon isi kumbung jangan diisi terlalu banyak..
Optimalnya sekitar 70 baglog per m2. Jadi misalnya untuk kumbung ukuran 6x12 m2= 72m2, maka isilah sebanyak 72 x 70 = 5000 baglog saja.

Ini untuk memberikan ruang yang cukup untuk "bernafas" bagi jamur. Sehingga pertumbuhannya bisa baik.

Rabu, 24 Maret 2010

Menjual baglog jamur atau menjual jamur, mana yang lebih menguntungkan?

Bagi yang sudah mampu memproduksi baglog jamur tiram akan menjadi keuntungan ganda. Bisa menjual baglog bisa juga tetap memproduksi baglog untuk kemudian menjual jamur tiramnya. Ini menjadi pilihan baginya.

Kenapa..?? Tanya kenapa..??

Lha iya tho.., dua bisnis ini bisa berjalan bersama, tapi juga bisa dipilih salah satunya, dan masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Mari kita bahas masing-masing, ini sok tahu saya aja lho yaa..:

Untuk yang memilih menjual baglog..:
Ini layak untuk pebudidaya yang mampu mengefisienkan biaya produksi semaksimal mungkin. Jika biaya produksi baglog sudah mencapai hanya Rp.1000,- atau Rp.1300,- per baglog, maka pebudidaya akan layak untuk berbisnis dengan menjual baglog.
Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kualitas baglog dan juga kemampuan untuk memenuhi pelanggan baglog tiram putih sesuai jadual.

Kenapa jadual..?? Karena bagi yang berbisnis jamur tiram dengan membeli baglog, jadual (waktu) adalah pokok penting yang harus terpenuhi. Jika pemesanan baglog terlambat dari jadual, maka produksi mereka bisa mundur juga, ini beresiko tinggi karena bisa-bisa ditinggal oleh pelanggan jamurnya dan hitungan untuk break efen poin bisa ikut mundur.
Selain itu resiko tidak tumbuh baglog juga harus diperhatikan. Karena ini merupakan "tanggungan" dari produsen baglog.

Bagaimana keuntungannya..?

Keuntungan menjual baglog ini adalah keuntungan dapat berputar lebih cepat. Katakan harga jual baglog untuk wilayah kami sekitar Rp.1800/baglog, berarti jika biaya produksi sekitar Rp.1300,- ada keuntungan sekitar Rp.500,- per baglog (38,46%). Dan keuntungan ini InsyaALLAH dapat langsung didapat dalam 1 bulan ketika miselium sudah jalan sekitar kurang lebih 50%-60% untuk siap dijual.
Jadi jika mampu memproduksi 500 baglog saja per hari, berarti dalam 1 bulan (hari kerja normal) dapat memproduksi 13,000 baglog, yang berarti ada keuntungan bersih sekitar 6,5juta an per bulan.

Jika mampu lebih mengefisien kan biaya produksi hingga Rp.1000,- per baglog, keuntungan bisa berlipat hingga 10 juta an per bulan...

Subhanallah..
Sebuah nilai yang layak untuk diusahakan bukan..?

Untuk yang memilih tetap memakai sendiri baglognya dan yang dijual jamurnya
Pilihan ini adalah seperti yang kami ambil. Karena sebenarnya jual baglog, tetap saja produk utama yang dihasilkan adalah jamur tiramnya.
Ini juga karena kami sudah memiliki kumbung yang harus diisi dan memiliki pelanggan tetap jamur tiram yang harus selalu disupport. Pilihan ini sejatinya juga lebih banyak ber muamalah dengan orang. Contoh saja: kami selalu berhubungan dengan tenaga kerja yang membuat baglog, tenaga kerja yang merawat kumbung, tenaga kerja yang mengatur operasional, pelanggan yang bersifat reseller, pelanggan langsung, dan lain-lain. Istilahnya, silaturahimnya lebih buanyak gitu..
Jadi InsyaALLAH jika ikhlas ya pahalanya lebih banyak, tetapi jika ada "nakal" nya.., ya dosanya juga lebih.. hehe.
Pilihan ini juga kami ambil karena kami belum mampu meng efisien kan biaya produksi karena berbagai alasan. Seperti, maksimal kami hanya mampu memproduksi 2000 baglog seminggu dengan biaya produksi baglog sekitar Rp.1450,- /baglog.

Bagaimana keuntungannya..?

Katakan kami menjual jamur rata-rata di kisaran Rp. 8500,- dan per baglog mampu menghasilkan rata-rata 0,4kg, berarti nilainya = 0,4 xRp.8500 = Rp.3400,-
Dengan biaya produksi Rp.1450,- keuntungan yang didapat adalah = Rp.3400 - Rp.1450,- = Rp.1950,- atau 134,5% (dalam 4 bulan) atau sekitar 33,6% per bulannya. Hasil keuntungan itu kalau kami masih harus dibagi-bagi secara mudharabah dengan para investor.

Memang keuntungan di sini bersifat fluktuatif, bisa naik jika hasil jamur lebih dan harga jual lebih dari Rp.8500 /kg. Bisa juga turun jika hasil jamur kurang. Ya di situ romantika usahanya..

Kedua gambaran pilihan tadi hanya bersifat kasar saja tanpa memperhatikan banyak hal, namun bisa lah untuk hitung-hitungan awal..

Jika mampu berjalan bersama.. menjual baglog dan menjual jamur juga.. sungguh merupakan keuntungan ganda...

InsyaALLAH...

Selasa, 23 Maret 2010

Biaya pembuatan baglog (bagian 2)

Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja biasanya kami bagi menjadi pencampuran media, pengemasan baglog dan yang kedua adalah biaya inokulasi.

Untuk pembuatan, pengemasan baglog spesifikasi kerja meliputi:
- Pencampuran serbuk gergaji dengan bekatul, pengayakan, penambahan kadar air
- Pengisian campuran tadi ke dalam plastik baglog
- Pemadatan lalu diberi cincin.

Untuk spesifikasi kerja itu rata-rata satu tenaga kerja bisa menghasilkan 100 baglog untuk jam kerja normal yaitu 7 jam. Jika gaji per orang per hari Rp.30.000,- Maka biayanya = Rp.300 /baglog. Jika proses ini bisa secara mekanis menggunakan mesin misalnya untuk pencampuran memakai mixer dan pemadatan memakai mesin, maka pembuatan baglog bisa lebih banyak, mencapai 4x lipatnya. Jadi biaya pencampuran, pengemasan baglog bisa tinggal Rp. 75,- per baglog.

Untuk inokulasi, pada jam kerja normal (7 jam), satu orang tenaga kerja mampu menginokulasikan sekitar rata-rata 250 baglog. Jadi jika gajinya Rp.30.000,- per hari, biaya tenaga kerja= Rp. 120,- per baglog.
Sub total untuk biaya tenaga kerja adalah Rp. 420,- per baglog jika dikerjakan secara manual. Jika pekerja sudah benar-benar trampil, hasil bisa lebih banyak, jadi biaya per baglog bisa di efisienkan lagi hingga Rp.300,- per baglog.

Biaya Sterilisasi
Untuk sterilisasi media, beban biayanya sangat variatif dan tergantung volume baglog yang akan diproduksi. Seringkali pebudidaya mengkreasi sendiri sistem sterilisasinya agar biaya yang dikeluarkan bisa seefisien mungkin.

Berikut sedikit gambaran perbedaannya:

Sterilisasi menggunakan drum (maksimal 60 baglog /drum)
Jika satu kali proses memakai 4 drum dan menggunakan kompor gas/minyak untuk sterilisasi langsung, maka biayanya sangat tinggi. Maka dari itu sistem ini sudah sangat ditinggalkan. Jika menggunakan gas, maka diperlukan setidaknya 2 tabung LPG 12kg. Biaya menjadi Rp.150.000 untuk 240 baglog. Jadi per baglognya = Rp.625,-. Ini terlalu tinggi.
Ada yang menggunakan boiler, lalu uapnya dialirkan ke drum tadi. Dengan tenaga uap boiler ini mampu untuk di paralel ke 5 drum. Konsumsi gas hanya 1 tabung LPG 12kg, jadi biayanya Rp. 75.000,- untuk 300 baglog atau Rp.250,- per balgog.
Jika proses tadi menggunakan kayu bakar, maka memang bisa murah. Untuk sterilisasi 300 baglog hanya membutuhkan kurang dari 1m3 kayu bakar (beli per pikup seharga Rp.75.000 an). Jadi biaya rata-rata Rp. 250,- per baglog.

Sterilisasi menggunakan steamer beton (kapasitas 1000 baglog)
Keuntungan steamer beton adalah efektif dalam tempat dan pemanasan. Steamer masih mampu menjaga panas uap hingga 10 jam. Pengalaman kami, jika sudah mencapai suhu 100 derajat C, dan kompor kami matikan. Suhu itu masih bertahan 2 jam. Lalu setelah 10jam, masih di kisaran 80 derajat C.
Untuk steamer kapasitas 1000 baglog, diperlukan boiler kapasitas 200 liter. Konsumsi energi yang diperlukan kurang lebih 2 tabung gas LPG 12kg. Jadi biayanya Rp.150.000,- untuk 1000 baglog atau Rp.150,- per baglognya.

KESIMPULAN
Jika seluruh biaya direkapitulasi:
Biaya bahan pendukung dan bahan utama : Rp.1000 /baglog
Biaya tenaga kerja : Rp.420,-
Biaya steriliassi : Rp.250,-
Jadi total biaya = Rp. 1670,- per baglog

Jika untuk produksi massal dan mampu membuat bibit sendiri:
Biaya bahan pendukung dan bahan utama: Rp.900,-
Biaya tenaga kerja : Rp.200,-
Biaya sterilisasi : Rp.150,-
Jadi total biaya = Rp.1250,- per baglog bahkan lebih rendah lagi

Beban biaya ini masih bersifat variatif sekali tergantung masing-masing daerah dan kemampuan pebudidaya untuk melakukan inovasi yang bisa mengurangi biaya produksi.

Senin, 22 Maret 2010

Biaya pembuatan baglog (bagian 1)

Posting ini hanya berdasarkan pengetahuan dari pengalaman kami yang sangat sedikit, jika memang di tempat lain terdapat perbedaan, mohon untuk disesuaikan saja. Bukan bermaksud menyudutkan petani/produsen baglog. Untuk apa..? Kami juga produsen baglog, tetapi kami tidak menjual baglog karena bagi kami lebih menguntungkan baglog hasil produksi kami dibuahkan dan yang dijual jamurnya.. bukan baglognya.

Hitungan yang akan kami sampaikan ini pun hanya menjadi salah satu referensi saja, semua harus disesuaikan dengan harga di masing-masing daerah. Ini hanya untuk memberikan gambaran berapa biaya produksi untuk membuat baglog.

Harga baglog bisa dibagi menjadi analisa bahan utama, bahan pendukung, dan tenaga kerja. Semuanya terintegrasi menjadi biaya satuan yang menghasilkan harga pokok produksi. Harga pokok produksi ini sangat tergantung volume atau banyaknya baglog yang akan diusahakan, karena tentunya semakin banyak, bisa merupakan produksi massal yang umumnya lebih murah biaya per satuan baglognya dibandingkan produksi yang lebih sedikit.

Sebagai referensi, berikut analisa biaya untuk baglog ukuran diameter 11cm tinggi 25cm yang memiliki berat rata-rata 1,5 kg:

Analisa bahan pendukung :

1. Plastik baglog

Plastik baglog yang digunakan bisa menggunakan plastik roll ukuran 0.05x18 yang dipotong per 35cm. Berarti untuk satu roll panjang 100m bisa menghasilkan 280 buah. Plastik kemudian di seal di salah satu ujungnya.
Biaya: Harga plastik per roll sekitar Rp.50.000,- Jadi biaya per peace plastik adalah Rp.50.000/280 yaitu Rp. 178,57- Jika dimasukkan biaya tenaga kerja untuk seal, Biaya bisa dibulatkan menjadi Rp.200/plastik.
Untuk mempermurah biaya plastik, bisa juga dengan memesan plastik baglog yang sudah jadi di pabrik. Menurut pengalaman kami, harga plastik pabrikasi yang sudah jadi ter seal, tinggal digunakan saja (diisi serbuk gergaji) harganya Rp.27.000,- /kg. Plastik tersebut jika dihitung sejumlah kurang lebih 190buah/kg. Berarti biayanya = Rp.27.000/190 = Rp. 142,- /plastik baglog (lebih efektif dan lebih murah)

2. Cincin baglog. Harga rata-rata = Rp.75 /buah

Bahan utama:

1. Serbuk gergaji.
Idealnya karena budidaya jamur adalah pemanfaatan limbah serbuk gergaji dari pemotongan kayu, seharusnya serbuk gergaji bisa gratis.. Tapi sekarang karena banyaknya pebudidaya, serbuk gergaji menjadi memiliki nilai ekonomis. Kemudian berapa harga keekonomisannya..? Pengalaman kami, lebih fair jika serbuk gergaji dibeli dengan ukuran kubikasi. Untuk wilayah kami, harga serbuk gerjadi rata-rata Rp.60.000 hingga Rp.70.000 per m3 nya. Menurut pengalaman kami, per m3 bisa menghasilkan rata-rata 280baglog hingga 300baglog, tergantung ukuran partikelnya. Serbuk gergaji yang lebih halus dapat menghasilkan baglog lebih banyak. Jika dihitung, paling mahal biaya satuan untuk serbuk gergaji adalah Rp.70.000/280 = Rp.250 /baglog.

2. Kapur
Kapur biasanya kami tambahkan dengan mencampurkannya ketika menimbun serbuk gergaji. Kebutuhannya sedikit. Per m3 serbuk gergaji hanya dibutuhkan sekitar 2,5kg an. Biayanya sekitar Rp.5000 /m3. Jika per m3 bisa menghasilkan 280 baglog, biaya kapur = Rp.18,-. Ditambah tenaga kerja maksimal Rp.20,-

3. Bekatul
Untuk nutrisi rata-rata, dibutuhkan 100gram per baglognya. Jika harga bekatul Rp.1800/kg, biaya per baglog adalah = Rp.180.

4. Tepung jagung.
Nutrisi ini bersifat optional. jika ditambahkan, maksimal 30gram per baglog. Jika harga tepung jagung Rp.4000/kg, biaya menjadi Rp.120 /baglog.

5. Bibit jamur F2.
Di sini biayanya sangat krusial. Tujuan kami memberikan posting pembuatan bibit F0 F1 F2 adalah agar rekan-rekan juga bisa membuat bibit sendiri. Jika dengan membeli, harga bibit F2 per botol rata-rata Rp.7000 untuk diinokulasikan ke sekitar 30 baglog. Jadi beban biayanya= Rp.233,- per baglog. Untuk merata-rata, kami naikkan di kisaran Rp.250,- per baglog. Jika mampu membuat sendiri, maka biayanya bisa dihemat hingga tinggal Rp.75,- per baglog.

6. Bahan-bahan tambahan
Seperti kalsium, gula, air. Karena penggunaannya sedikit. Langsung kami lumpsum kan aja di kisaran Rp.100 /baglog. Ini sudah biaya maksimal.
Sampai disini kita sudah mendapatkan dua sub biaya jika keterangan tadi ditotal:
Sub biaya bahan pendukung maksimal = Rp.275 /baglog
Sub biaya bahan utama = Rp. 970 /baglog
TOTAL = Rp. 1195 /baglog.

Beban biaya itu bisa diiritkan lagi menjadi sekitar Rp.900 /baglog jika bibit membuat sendiri dan tidak memakai tepung jagung dalam campuran baglog.

Nah, yang belum dimasukkan adalah biaya yang cukup krusial dan penting yaitu biaya sterilisasi dan biaya tenaga kerja. Untuk itu bersambung di posting selanjutnya.

Jumat, 19 Maret 2010

Memilih indukan jamur untuk PDA / F0

Dalam membuat PDA / Potato Dextrosa Agar atau F0, yang perlu diperhatikan dengan benar adalah pemilihan indukan jamurnya. Ini untuk meningkatkan probabilitas keberhasilannya. Indukan yang dipilih harus diyakinkan jenisnya agar tidak tertukar pula. Misalnya jika kita ingin membuat PDA jenis florida, harus yakin jamur yang dipilih adalah jenis tiram putih florida.

Indukan jamur yang dipilih adalah :
  • Masih ukuran muda. Biasanya spora yang terdapat pada jamur ukuran muda masih banyak sehingga cepat menghasilkan miselium
  • Memiliki gagang yang besar/tunggal dan keras
  • Bersih dan tidak mengandung hama
jamur yang dipilih masih muda dan bergagang besar
yang sebelah kiri jenis ostern, yang kanan jenis florida

Biasanya untuk memperoleh spora yang banyak, jamur tadi disobek dari atasnya hingga mendekati gagangnya. Bagian yang diambil untuk indukan PDA terletak di antara gagang tersebut seperti yang ditandai pada foto berikut:

Biasanya spora banyak pada bagian yang dilingkari
sehingga dipilih untuk indukan PDA

Dalam mengambil indukan untuk PDA ini, tangan harus bersih dengan disemprot alkohol terlebih dahulu. Silet yang akan digunakan juga harus steril dan dipanaskan pada api bunzen hingga merah.

Jika pemilihan bagian jamur untuk PDA ini tepat, maka InsyaALLAH probabilitas dalam membuat PDA akan tinggi keberhasilannya. Hal ini diindikasikan dengan menyebarnya miselium, walau baru berumur 5 hari saja.

Tampak spora yang menyebar di media PDA


Sabtu, 13 Maret 2010

Mencermati harga baglog dan harga jamur tiram

Baglog ukuran sedang (diameter 11cm panjang 25cm berat 1,5kg)

Banyak pebisnis jamur tiram putih yang menyatakan mengundurkan diri dari bisnis ini. Rekan-rekan kami sendiri yang tidak melanjutkan bisnis jamur tiram sejauh ini sudah 3 orang.

Mengapa ini bisa terjadi..?


Pada umumnya rekan-rekan kami itu mengatakan rugi, atau keuntungan yang di dapat tidak sesuai dengan harapan. Rata-rata diakibatkan hasil panen yang kurang optimal dan ditambah lagi dengan harga jual jamur rendah. Itu masih diperparah dengan biaya pembelian baglog yang terlalu tinggi.

Untuk itu, memang perlu diperhatikan sekali margin harga jual jamur tiram di wilayah Anda, dengan harga jual baglognya. Ini saling terkait agar keuntungan yang didapatkan juga bisa lebih optimal.


Berikut contohnya..:

Jika harga jual jamur tiram di tingkatan petani (Malang- Jatim) adalah Rp.8000/kg, berapa harga pembelian baglog yang baik..?

Jika ditargetkan jamur hanya menghasilkan 375gram/baglog, maka harga keekonomian gross atau kotor dari baglog adalah 0,375 x Rp.8000 = Rp.3000,-.

Jadi, jika harga jual baglog adalah Rp.1800/baglog, +Ongkos kirim +penataan = Rp.2000 baglog. Berarti masih ada keuntungan kotor Rp.1000 /baglog atau untung 50%.


Keuntungan ini didapat dalam waktu 4 bulan. Berarti per bulan ada keuntungan 12.5%. Nilai keuntungan tersebut masih dikurangi biaya operasional, pembuatan kumbung, pembayaran gaji pegawai, dsb.


Nilai keuntungan tersebut bisa disimulasikan untuk skala bisnis jamur yang akan dilakukan.

Contohnya :

Jika ingin berbisnis 5000 baglog, berarti, simulasi keuntungan kotornya adalah Rp.1000 x 5000 baglog atau Rp. 5.000.000,- selama 4 bulan.

Pembayaran gaji pegawai + operasional = Rp.600.000 /bulan

Mencicil pembuatan kumbung = Rp.250.000 /bulan.

TOTAL Biaya selama 4 bulan = Rp. 3.400.000,-

Keuntungan bersih = Rp. 1.600.000,-.


InsyaALLAH keuntungan tentunya bisa bertambah jika hasil panen lebih.

Yang perlu diperhatikan tentunya harga baglog. Jika memang harga baglog masih 25% dari harga jamur tiram, InsyaALLAH masih menguntungkan walaupun tipis.


Semakin kecil harga baglog dibandingkan harga jual jamur tiram, maka keuntungan di petani akan semakin besar.


Simulasi perbandingan harga baglog dibanding harga jual jamur yang masih memberikan keuntungan optimal.

Harga baglog = Rp.2000 ; Harga jamur minimal Rp.8500,- /kg

Harga baglog = Rp.3000 ; Harga jamur minimal Rp.12.000,- /kg

Harga baglog = Rp.4000 ; Harga jamur minimal Rp.16.000,- /kg

Harga baglog = Rp.5000 ; Harga jamur minimal Rp.20.000,- /kg

Dan seterusnya.....


Jadi, jika ada yang menawarkan baglog ke Anda.., cek dengan benar harga jual jamur tiram di wilayah anda di tingkatan petani. Dengan begitu, Anda InsyaALLAH masih menerima keuntungan, bukannya malah rugi..


catatan:

Ukuran baglog menentukan harga baglog, yang menjadi acuan pada artikel di atas adalah ukuran baglog yang umum untuk wilayah kami yaitu 11x25cm dengan berat rata-rata 1,5kg. Ukuran baglog ini InsyaALLAH menghasilkan jamur di kisaran 375gram hingga 450gram per baglognya. Referensi yang kami ambil adalah di hasil terendah, agar pebisnis bisa "bermain" di hitungan aman. Jika hasil lebih banyak.., ya Alhamdulillah..


Untuk lebih jelasnya, bisa membaca artikel kami tentang :
- Tips pembelian baglog (agar menguntungkan)
- Perkiraan hasil panen jamur dari baglog bagian 1
- Perkiraan hasil panen jamur dari baglog bagian 2
- Biaya pembuatan baglog bag1
- Biaya pembuatan baglog bag2

Jumat, 12 Maret 2010

Rangkuman Pembibitan F0 F1 F2

Pembibitan indukan jamur tiram F0/PDA dengan F1 dan F2 hanya berbeda di medianya saja. Untuk proses sterilisasi menggunakan autoclave / panci presto dan proses inokulasi hampir sama.

Media F0/PDA (Potato Dextrosa Agar) :
- Kentang 200 gram
- Dextrosa 20 gram
- Agar powder 20 gram
- Air steril 1 liter

Media F1 :
- Jagung/biji-bijian

Media F2 :
ada yang memakai takaran 1 tepung jagung 2 bekatul 3 serbuk gergaji
ada yang memakai takaran 1 tepung jagung 2 bekatul 6 serbuk gergaji

Bibit F2 jamur tiram putih (miselium umur 4-5hari)


Dalam proses sterilisasi media dalam botol ditutup dengan kapas dan plastik polypropilen tebal 1mm. Setelah diinokulasikan, plastiknya diganti dengan kertas

Yang perlu diperhatikan dalam pembuatan PDA adalah juga pemilihan jenis jamurnya. Jamur tiram putih yang akan dipilih sebagai indukan adlaah yang bersih, usia masih muda/kecil, dan bergagang tunggal atau gagangnya tebal. Karena nanti memilih sporanya di daerah gagang.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah video proses inokulasi PDA :

Pembuatan PDA ini adalah salah satu referensi cara kami saja. Jangan dianggap yang paling benar. Tetapi InsyaALLAH berhasil jika sterilisasi, pemilihan bahan dan takaran pas. Miselium PDA akan penuh dalam waktu kurang lebih 7-10 hari, sungguhpun demikian, dalam 2-3 hari sebenarnya sudah tampak apakah pembuatannya berhasil atau tidak.

Tampak indukan sudah ada miseliumnya walau hanya
3 hari dari inokulasi

Tampak miselium pada PDA sudah menyebar setelah 10 hari


Untuk pembiakan selanjutnya, dari segi jumlah, berikut ilustrasinya..:

1 botol PDA bisa menghasilkan sekitar 20-30 botol F1
1 botol F1 bisa menghasilkan 40-50 botol F2
1 botol F2 bisa menghasilkan 30-40 baglog jamur tiram putih
Jadi jika diurutkan InsyaALLAH demikian

1 botol PDA menghasilkan min 20 botol F1 yang menghasilkan min 800 F2 yang menghasilkan min 24.000 baglog jamur tiram putih..

Subhanallah

Jadi.., tekunlah, yang perlu diperhatikan adalah memilih indukan dari jamur dan memilih tempat pada jamur yang mengandung spora banyak. Untuk ini perlu latihan. InsyaALLAH bisa diperhatikan pada video pembibitan kami tadi..

Selamat mencoba.

Link terkait
Membuat media F0 / PDA
Memperbanyak PDA ke PDA
Membuat media F1


Selasa, 09 Maret 2010

Memperbanyak indukan bibit ke F1

Bibit F1 jamur dari biji-bijian jagung


Jika indukan F0/PDA berhasil dibuat, langkah selanjutnya adalah menurunkan
bibit tersebut ke F1.
Tujuannya adalah untuk memperbanyak biakan bibit. Bahan utama yang akan
digunakan adalah biji-bijian/ dalam hal ini jagung.

Syarat biji jagung yang bisa digunakan adalah sebagai berikut :
- masih baru (baru dipanen) bukan yang berumur lamaaa
- Bagus kondisinya, hanya mengandung sedikit biji inti yang rusak
- Tidak ada atau hanya sedikit kontaminasi
- tidak ada jamur dan tidak ada hama
- Tidak lebih dari 12% kelembaban

Cara membuat media F1 dengan jagung adalah sebagai berikut:
1 Rendam jagung selama satu malam dengan takaran 2 liter air per 1kg jagung.
setelah itu cuci dan saring jagung, buang semua airnya.

2 Kukus jagung selama kurang lebih 30-45 menit untuk melunakkan. Lalu
keringkan air dan tebar jagung sehingga mendingin dan mengurangi airnya..

3 Lalu masukkan jagung ke dalam botol, isi cukup 3/4 nya saja

4 Tutup botol dengan kapas, lalu juga dengan plastik juga. Tutup yang rapat

5 Setelah itu masukkan media-media dalam botol tersebut ke dalam autoclave
dan steam dengan tekanan 15 lb/in2 atau sekitar 1Bar (suhu kurang lebih
121 derajat C) selama 30-45menit.

6 Dinginkan dan letakkan di tempat yang steril dan bersih.
Media sudah siap untuk di inokulasikan..

Bersihkan kotak tempat inokulasi, dan sterilkan dengan menyemprotkan alkohol.
lalu masukkan media F1 dan F0 untuk menyuntikkan bibit.
Bersihkan tangan dengan menyemprotkan alkohol.
Nyalakan bunzen api, lalu ambil botol F0, semua proses harus dekat dengan api
untuk menjamin sterilisasi.

Panaskan stik stainlessteel yang akan digunakan untuk mengambil bibit dengan
api bunzen sehingga memerah. Lalu setelah agak mendingin, masukkan ke
botol Fo dan ambil cuilan/potongan bibit F0, tutup segera botol F0 lalu
buka tutup media F1. Masukkan potongan bibit F0 tadi ke dalam media F1.
Tutup segera.

Ingat!!!, seluruh proses harus dekat dengan api bunzen.

Potongan bibit F0 tadi tidak boleh menyentuh apapun sebelum dimasukkan
ke media F1.
Tutup botol F1 dengan segera dengan kapas, lalu tutup juga dengan koran
diberi karet.
O ya.. Lupa.. Koran yang digunakan untuk penutup botol juga harus dalam
keadaan steril.. Dengan kata lain, juga diikutkan waktu proses sterilisasi
steam tadi.
Beri label... Untuk menandai waktu pemberian bibit..
Miselium akan menyebar penuh dalam waktu 10-15 hari..
Botol harus disimpan di tempat yang bersih. Bisa juga disimpan di lemari
pendingin..

Sebagai catatan :
Indukan F1 ini bisa diturunkan ke F2 yang medianya memiliki takaran campuran 1 jagung
2 bekatul 6 serbuk gergaji yang lalu dimasukkan ke dalam botol dan selanjutnya dilakukan
proses sterilisasi menggunakan autoclave.

Untuk indukan F1 dan F2 yang telah jadi ditandai telah menyebarnya miselium, bisa digunakan
sebagai bibit yang akan diinokulasikan ke baglog dalam budidaya jamur tiram putih..

Link terkait :
Membuat indukan F0/PDA
Memperbanyak indukan PDA ke PDA
Rangkuman pembibitan

Pembibitan F0 ke F0

Indukan PDA yang berhasil, nampak kapas putih
menyelimuti seluruh media


Pembuatan bibit induk PDA atau F0 juga bisa dilakukan antar PDA atau antar F0.
Hal ini dikarenakan tingginya resiko membuat bibit F0 langsung dari indukan jamur.
Kebanyakan kegagalan dikarenakan resiko kontaminasi yang tinggi.

Dalam pembuatan bibit F0, setelah dilakukan inokulasi dari indukan jamur, perkembangan
miselium harus dipantau setiap hari. Jika sedikit saja terjadi titik kuning atau hijau yang berarti
timbul kontaminasi, bibit F0 yang kita buat bisa dikatakan gagal. Walaupun selanjutnya bibit tersebut tertutup dengan putihnya miselium. Karena sedikit kegagalan saja sangat beresiko jika diteruskan untuk diturunkan ke indukan F1 dan F2.

Bagaimana menurunkan indukan F0 untuk memperbanyak F0???
Pembuatan media "agar" nya sama persis, yaitu dari air kentang dan selanjutnya.

Baca posting kami selengkapnya dalam pembuatan indukan F0.

Selanjutnya saat akan melakukan inokulasi. Bibit yang disuntikkan ke media bukan berasal dari jamur, tetapi dari indukan F0 yang telah jadi sebelumnya.
Pembuatan indukan F0 dari F0 ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Maka dari itu akan lebih direkomendasikan jika ingin membuat hindukan F0 yang lebih banyak, bisa menggunakan indukan F0 yang telah berhasil dibuat.

Botol diletakkan dengan posisi tidur tetapi
janga sampai cairan PDA mengenai kapas
ini bertujuan agar memperluas area media PDA


Memang untuk memperbesar tingkat keberhasilan
digunakan autoclave. Dengan tekanan hingga 2,5BAR
bisa dihasilkan suhu 150derajat C lebih, sehingga hanya
diperlukan waktu 20 menit saja

Video demo autoclave