Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Tampilkan postingan dengan label Kumbung / rumah jamur tiram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kumbung / rumah jamur tiram. Tampilkan semua postingan

Kamis, 25 Maret 2010

Perletakan kumbung menentukan banyaknya hasil panen jamur

Sebelum membuat kumbung ada baiknya kita melakukan berbagai survey untuk memperhatikan bagaimana kondisi lokasi yang kita pilih untuk dibangun kumbung/rumah jamur tiram.

Yang perlu diperhatikan adalah :
  • Arah sirkulasi udara. Misal angin lebih banyak datang dari arah mana
  • Ada tidaknya pencemaran udara di sekitar lokasi. Misal lokasi dekat dengan tempat yang menghasilkan banyak asap CO2. Hal ini penting karena jamur sangat rentan terhadap CO2. Jika banyak, maka jamur akan sulit untuk tumbuh.
  • Apakah banyak bangunan yang mengapit lokasi? Ini juga berkaitan dengan sirkulasi udara.
  • Kondisi suhu dan kelembaban. Suhu hendaknya tidak melebihi 30 derajat C. Walau jamur masih mampu untuk tumbuh, namun biasanya lebih tipis. Jadi kelembaban harus diusahakan tetap pada angka yang baik untuk kondisi pertumbuhan jamur.
  • Sebaiknya di sekitar kumbung banyak terdapat pohon, atau tanaman yang rimbun. Karena oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan itu juga memicu pertumbuhan jamur
Berikut adalah contoh perletakan kumbung yang tidak direkomendasikan:
Biasanya karena ingin langsung berbisnis dengan skala tinggi di lokasi lahan yang terbatas, pebisnis langsung membangun 4 kumbung seperti gambar berikut:
Misalnya arah angin terbanyak adalah dari arah timur seperti ilustrasi tersebut, maka menurut pengalaman kami, hasil panen jamur yang baik hanya terjadi pada kumbung 2 dan kumbung 4 saja. Walaupun kualitas baglog sama dengan kondisi terbaik pun, hasil panen jamur pada kumbung 1 dan kumbung 3 tidak pernah baik dan selalu kurang dari target.

Misal jika kumbung sama-sama diisi 5000 baglog dengan kualitas baglog homogen, pada kumbung 2 dan kumbung 4 bisa menghasilkan 2000kg lebih, tetapi pada kumbung 1 dan kumbung 3 hanya menghasilkan antara 1400kg hingga maksimal 1650 kg saja.

Mengapa ini bisa terjadi??

Ternyata setelah diselidiki, arah sirkulasi udara terbanyak datang dari timur (karena angin lembah gunung). Jadi sirkulasi udara untuk kumbung 1 dan kumbung 3 tertutupi oleh kumbung 2 dan kumbung 4. Walaupun kumbung sudah dimodifikasi bagaimanapun dengan menambah jendela, tetapi hasil panen jamur tetap saja kurang.

Mungkin Anda semua tidak percaya, tetapi itulah yang terjadi

sehingga kami sarankan jika ingin membangun kumbung, buatlah seperti ilustrasi berikut:
Tampak pada gambar, kedua kumbung tersebut akan mendapatkan sirkulasi udara yang baik dari arah datangnya angin.

Lebih cantik lagi jika di sekitar kumbung diberi penghijauan berupa pohon atau tanaman yang rimbun. Dengan demikian InsyaALLAH akan memberikan support oksigen yang baik.

Dalam membangun kumbung, letakkan arah memanjang kumbung menghadap sirkulasi datangnya angin yang terbanyak. Jadi InsyaALLAH akan memicu pertumbuhan jamur pula..
Kami sadar, ini hanyalah pengalaman kami saja, tetapi mungkin bisa direkomendasikan kepada Anda semua yang ingin membangun kumbung, jangan nantinya menyesal di kemudian hari.

Jika lahan Anda terbatas, lebih baik mencari/menyewa di lahan yang lain saja. Semua itu bertujuan untuk memaksimalkan hasil panen jamur, sehingga Anda bisa mendapatkan hasil yang optimal.

InsyaALLAH..

O ya.., satu lagi.., mohon isi kumbung jangan diisi terlalu banyak..
Optimalnya sekitar 70 baglog per m2. Jadi misalnya untuk kumbung ukuran 6x12 m2= 72m2, maka isilah sebanyak 72 x 70 = 5000 baglog saja.

Ini untuk memberikan ruang yang cukup untuk "bernafas" bagi jamur. Sehingga pertumbuhannya bisa baik.

Rabu, 19 Maret 2008

Mushroom house baru



Awal februari ini kami mendirikan satu buah mushroom house lagi dengan kapasitas 10.000 baglog yang merupakan investasi Bapak Waluyo. Alhamdulillah dengan berbagai kendala dikarenakan seringnya hujan, keterlambatan bahan berupa bambu dan sebagainya, mushroom house no. 4 yang bersebelahan dengan mushroom house investasi sekolah dolan dapat diselesaikan dengan baik.

Senin, 19 November 2007

Kumbung/rumah jamur tiram putih




Rumah jamur/kumbung kami, seperti pada umumnya kumbung di indonesia menggunakan bahan dasar bambu. Ini merupakan bangunan semi permanen yang paling ekonomis jika diperuntukkan bagi budidaya jamur tiram putih.
Biaya pembuatan kumbung pada umumnya rata-rata mencapai
Rp.80.000 - Rp.90.000 per m2 tergantung bahan yang dipakai, atap yang digunakan (asbes atau terpal) dan fasilitas rak baglog yang terdapat di dalamnya.

Secara teoritis, kumbung yang terbaik adalah kumbung yang dapat menjaga kelembaban optimal yang dibutuhkan untuk perkembangan jamur tiram. Selain itu terdapat sirkulasi udara yang memadai.
Gambar berikut ini adalah salah satu contoh rumah jamur atau kumbung yang terdapat di malaysia dan thailand. Bahan yang digunakan bukan gedek/besek bambu, melainkan bahan mulsa dan paranet. Rumah jamur ini memang didesain khusus untuk perkembangan jamur tiram dan merupakan bangunan semi permanen.
Secara detil, perencanaan pembuatan rumah jamur/kumbung untuk jamur tiram dapat dilihat pada gambar di sebelah ini.
Tampak dalam draftnya, desain rumah jamur tersebut tujuannya adalah untuk menjaga kelembaban optimal dan mengatur sirkulasi udara yang terbaik untuk perkembangan pertumbuhan jamur tiram.