Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Tampilkan postingan dengan label Berbisnis jamur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berbisnis jamur. Tampilkan semua postingan

Jumat, 22 Juli 2016

Pindah lokasi baru


Bissmillah

Alhamdulillah, sejak pertengahan 2013 kami melakukan relokasi tempat usaha dari Dusun Junggo, Desa Tulungrejo - Batu Malang ke Dusun Amprong Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang - Jawa Timur.. ini mulai dari NOL lagi.. eh.. bahkan dari minus ding.. hehehehe.. ga apa apa...
Memang inilah resiko kalau usaha budidaya pertanian tapi lokasinya sewa, bukan milik sendiri, harus banyak sekali pertimbangan yang diperhitungkan.. Begitu sewa tempat habis, lalu opsinya tidak bisa diperpanjang, pastinya akan timbul banyak permasalahan, apalagi jika di lokasi usaha yang ada sudah dibangun banyak fasilitas-fasilitas usahanya..

Di lokasi yang baru ini, Alhamdulillah, kami bekerja sama dengan pemilik lahan dengan metoda bagi hasil, dan kerja sama jangka panjang. ya memang juga sama sih, bukan lahan milik sendiri, namun InsyaAllah lokasi usaha yang baru ini adalah lokasi milik rekanan jamur juga, jadi diharapkan bisa lebih berkesinambungan dalam pola yang jangka panjang..


Di lokasi yang baru ini, kami integrasikan semuanya, yaitu lokasi tempat pembuatan media baglog jamur tiram, tempat inokulasi dan inkubasi, juga kumbung. Dari sini InsyaAllah semoga bisa lebih efektif kerjanya. Pembangunan mulai pertengahan 2013 dan jadi semua dan mulai beroperasi akhir 2013. Namun karena pindah tempat usaha, jadi semuanya harus mulai dari awal lagi, mulai mencari bahan-bahan utama, supplier, dan juga PELANGGAN jamurnya juga berubah TOTAL....


Kumbungnya juga dibuat dengan sistem baru yaitu menggunakan atap plastik UV (Ultraviolet) dan dindingnya bukan menggunakan dinding gedek bambu, namun memakai paranet, pertimbangannya sih, agar awet aja... semoga.. InsyaAllah


Jreng jreng.. tampilan kumbungnya... (hehe)

Kumbung dengan desain baru ini ya ada plus minusnya juga, sejauh ini masih kami evaluasi, namun semoga hasilnya positif.. kalau terhitung sampai tahun 2016 ini, berarti kumbung ini sudah hampir 3 tahun jalan sejak pertengahan 2013..

Suasana kerja di tempat pencampuran, logging, dan pressing media


Tempat inokulasi plus sekalian sebagai ruang inkubasi

Alhamdulillah, di lokasi yang baru ini, kami sudah membentuk sistem pembuatan baglog, pemasaran baglog dan juga pemasaran jamur tiram putih yang baru. Pelanggan baru, baik jamur dan baglog.. soalnya vacum lumayan lama, jadi awalnya sulit juga..

mohon doa rekan-rekan semua ya....

Rabu, 24 Agustus 2011

Zakat Pertanian Kita (Sebuah penyucian jiwa dan penunjang kesuksesan)

Ramadhan sudah hampir usai.. masa-masa indah beribadah dengan segala suasananya akan segera meninggalkan kita..
Sahur bersama keluarga.., shiam (puasa) di siang hari.. lalu berbuka bersama.. malam harinya diisi dengan tarawih, tadarus Al Quran.. suasana yang hidup hingga ke pelosok-pelosok kampung..
suara bacaan Al Quran berkumandang di mana-mana.. sungguh.. semuanya hanya ada di bulan suci Ramadhan.. yang kedatangannya selalu dinantikan umat muslim seluruh dunia dengan rasa cinta..

Di akhir Ramadhan.. hendaknya kita tidak lupa untuk menunaikan zakat fitrah sebagai penyucian jiwa.. dan zakat maal (zakat harta) sebagai penyucian harta..

Dalam Al Quran Surat At- Taubah ayat 103 disebutkan:

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kalian membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoakan untuk mereka. Sesungguhnya doa kalian itu menjadi ketentraman jiwa bagi mereka dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Terkadang kita akan berfikir.., duh.. kog berat yaa.. diwajibkan berzakat.. nanti keuntungannya jadi berkurang..
duh.. masih ada keperluan sana sini.. ada yang belum dilunasi sana sini.. masih banyak hutang sana sini.. dan sebagainya dari beragam dan berjuta problematika hidup dan tentunya problematika usaha, khususnya usaha pertanian jamur..
Belum kegagalan dan kontaminasi.. belum urusan dengan pedagang jamur.. dan sebagainya.. kog masih harus berzakat.. rasanya jadi beraaat...

Jujur.. itulah yang ada di pikiran kami juga sebagai manusia normal saat menjalankan usaha jamur tiram.. sampai suatu saat terlintas pula ayat Al Quran dalam Surat Al Baqoroh 261:

"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah bagai menanam sebutir benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai. Setiap tangkai menghasilkan seratus butir. Begitulah Allah melipatgandakan ganjaran bagi orang yang dikehendakinya. Allah Maha Luas pemberian-NYA dan Maha Mengetahui.."

dengan segala motifasi yang timbul dari ayat tersebut.. lalu Bismillah.. dengan menyebut Nama Allah.., dikeluarkanlah zakat, infak dan sedekah.. yang semua diniatkan untuk ALLAH SWT.. disertai doa munajat kepada-NYA..

Tidak peduli segala masalah masih menghadang.. hutang masih bertumpuk.., permasalahan jamur mulai pembibitan, kegagalan, kontaminasi, penjualan jamur, dan semuanya.. adalah masalah kecil..yang pasti jika ALLAH SWT memberi jalan keluar.. semua akan mudah saja dicarikan solusi yang terkadang berasal dari hal-hal yang tidak kita sangka..

"Wamayyataqillaaha yaj'alu makhroja.." (Barang siapa yang bertaqwa kepada ALLAH SWT, maka akan diberi jalan keluar atas segala kesulitan hidupnya..)

Jadi akhirnya hidup itu pas pas an..
pas jamur banyak pas banyak yang beli.. dan harga mahal pula
pas jamur ga ada.. pas ya lagi sepi..
pas ditagih hutang.. pas uang lagi ada..
pas lagi butuh sesuatu.. pas ada banyak yang transfer..
ya Alhamdulillah.. seperti itu..
jadi ga khawatir jika rekening tinggal 50rb karena transfernya adalah dari ALLAH SWT.. InsyaAllah..
dan semua itu benar-benar terjadi.

semua problem yang timbul silih berganti selalu diberikan solusi dari Allah SWT.. ada saja jalan keluarnya yang seringkali bikin heran sendiri.. kog bisa yaa...??

Namun semuanya harus disertai keimanan, ketakwaan dan keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mendengar, Maha Mengetahui, Maha Memberi, Maha Pengasih, dan Maha Penyayang..
Kita mohon kepada Allah SWT dalam keadaan bersimpuh dihadapannya.. memohon ampun tentunya atas segala dosa dan semua tindakan kami yang seringkali berlebih..

Allah SWT tentu Maha Pengasih.., dengan keyakinan itu, dimunajatkan segala doa kepadaNYA.... doa yang seringkali terpancar dari dalam hati.. berbahasa yang seringkali kasar dan tidak sopan pula.., sedikit bercampur curhat..
dan Allah SWT pun pernah berfirman (Aku adalah sesuai dengan prasangka hambaKU).. jadi kita mohon dengan segala khusnudzan kita segala baik sangka kita kepada Allah SWT.., dan Allah pastilah Maha Mendengar doa hambaNYA...

Lalu bagaimana dengan zakat pertanian itu..??
Dalam posting terdahulu sudah pernah kami singgung.., namun ada baiknya pada posting kali ini akan kami singgung lagi untuk sekedar refresh..

Dasar dari Zakat Pertanian adalah:

QS Al Baqoroh 267:
"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari yang Kami keluarkan dari bumi untukmu.."

QS Al Anam 161:
"Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon kurma zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya dari hari memetik hasilnya (dengan dikeluarkan zakatnya) dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.."

Hadist Nabi Muhammad SAW:
"Rasulullah SAW mewajibkan yang diairi oleh hujan zakatnya sepersepuluh, dan yang diairi oleh kincir, binatang, timba dan alat menyiram, zakatnya adalah seperduapuluh"

Nishab atau batas wajib untuk zakat pertanian itu adalah 5 watsak atau senilai dengan 635kg beras (makanan pokok setempat)
Untuk pertanian jamur tiram.., kami asumsikan adalah merupakan zakat pertanian yang diairi oleh alat menyiram, maka zakatnya adalah seperduapuluh atau 5%..

Lalu bagaimana cara menghitungnya..??

Bismillah.. berikut InsyaAllah adalah simulasi perhitungan zakat dari pengelolaan jamur tiram dengan kapasitas 5000 baglog jamur tiram putih:
Andaikata dari 5000baglog jamur tiram putih tersebut dapat dihasilkan sekitar 2000kg jamur (0,4kg per baglog x 5000 = 2000kg jamur tiram), maka sudah wajib dikeluarkan zakatnya karena sudah melebihi nishab sejumlah 635 kg.

Perhitungan zakatnya adalah sebagai berikut:

Asumsi harga jual jamur di tingkatan petani = Rp. 8000,- per kg

Biaya operasional jamur=
  1. Biaya perawatan Rp. 500.000 /bulan x 4 bulan = Rp. 2.000.000,-
  2. Operasional bensin, tenaga, dll diasumsikan Rp.150.000 /bulan x 4bulan = Rp. 600.000,-
  3. Pembayaran listrik, air, dll = Rp.100.000 /bulan x 4 bulan = Rp. 400.000,-
Maka total biaya operasional = Rp. 3.000.000,-
(Perhitungan operasional ini bisa disesuaikan di tempat masing-masing karena hitungan ini hanyalah merupakan asumsi saja).

Konversi biaya operasional = Rp. 3.000.000,- / Rp. 8000,- = 375 kg

Hasil panen yang harus dihitung zakatnya = 2000kg - 375kg = 1625kg

Zakat yang wajib dikeluarkan = 1/20 = 5% x 1625kg = 81,25kg

Jadi 81,25kg adalah jumlah zakat jamur yang wajib dikeluarkan, namun bukan merupakan jamur, namun makanan pokok setempat. Jadi yang wajib dikeluarkan adalah 81,25kg beras jika kita berada di Indonesia pada umumnya..

Jika diuangkan, maka 81,25kg x harga beras saat ini (asumsi RP. 8000 /kg) = Rp.650.000,-
Zakat pertanian ini wajib dikeluarkan setiap masa panen (bukan setiap tahun), Jadi jika dalam satu periode masa tanam jamur tiram adalah 5 bulan, maka setiap habis masa produksi, jumlah panen direkapitulasi dan dihitung zakatnya..

Dengan segala kebersihan niat kita.. InsyaAllah semoga Allah SWT memberi keberkahan dalam usaha jamur tiram kita dan memberikan sebesar-besarnya kesuksesan di dalamnya..

amin ya robbal alamiin....

Rabu, 24 Maret 2010

Menjual baglog jamur atau menjual jamur, mana yang lebih menguntungkan?

Bagi yang sudah mampu memproduksi baglog jamur tiram akan menjadi keuntungan ganda. Bisa menjual baglog bisa juga tetap memproduksi baglog untuk kemudian menjual jamur tiramnya. Ini menjadi pilihan baginya.

Kenapa..?? Tanya kenapa..??

Lha iya tho.., dua bisnis ini bisa berjalan bersama, tapi juga bisa dipilih salah satunya, dan masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing.
Mari kita bahas masing-masing, ini sok tahu saya aja lho yaa..:

Untuk yang memilih menjual baglog..:
Ini layak untuk pebudidaya yang mampu mengefisienkan biaya produksi semaksimal mungkin. Jika biaya produksi baglog sudah mencapai hanya Rp.1000,- atau Rp.1300,- per baglog, maka pebudidaya akan layak untuk berbisnis dengan menjual baglog.
Tetapi yang perlu diperhatikan adalah kualitas baglog dan juga kemampuan untuk memenuhi pelanggan baglog tiram putih sesuai jadual.

Kenapa jadual..?? Karena bagi yang berbisnis jamur tiram dengan membeli baglog, jadual (waktu) adalah pokok penting yang harus terpenuhi. Jika pemesanan baglog terlambat dari jadual, maka produksi mereka bisa mundur juga, ini beresiko tinggi karena bisa-bisa ditinggal oleh pelanggan jamurnya dan hitungan untuk break efen poin bisa ikut mundur.
Selain itu resiko tidak tumbuh baglog juga harus diperhatikan. Karena ini merupakan "tanggungan" dari produsen baglog.

Bagaimana keuntungannya..?

Keuntungan menjual baglog ini adalah keuntungan dapat berputar lebih cepat. Katakan harga jual baglog untuk wilayah kami sekitar Rp.1800/baglog, berarti jika biaya produksi sekitar Rp.1300,- ada keuntungan sekitar Rp.500,- per baglog (38,46%). Dan keuntungan ini InsyaALLAH dapat langsung didapat dalam 1 bulan ketika miselium sudah jalan sekitar kurang lebih 50%-60% untuk siap dijual.
Jadi jika mampu memproduksi 500 baglog saja per hari, berarti dalam 1 bulan (hari kerja normal) dapat memproduksi 13,000 baglog, yang berarti ada keuntungan bersih sekitar 6,5juta an per bulan.

Jika mampu lebih mengefisien kan biaya produksi hingga Rp.1000,- per baglog, keuntungan bisa berlipat hingga 10 juta an per bulan...

Subhanallah..
Sebuah nilai yang layak untuk diusahakan bukan..?

Untuk yang memilih tetap memakai sendiri baglognya dan yang dijual jamurnya
Pilihan ini adalah seperti yang kami ambil. Karena sebenarnya jual baglog, tetap saja produk utama yang dihasilkan adalah jamur tiramnya.
Ini juga karena kami sudah memiliki kumbung yang harus diisi dan memiliki pelanggan tetap jamur tiram yang harus selalu disupport. Pilihan ini sejatinya juga lebih banyak ber muamalah dengan orang. Contoh saja: kami selalu berhubungan dengan tenaga kerja yang membuat baglog, tenaga kerja yang merawat kumbung, tenaga kerja yang mengatur operasional, pelanggan yang bersifat reseller, pelanggan langsung, dan lain-lain. Istilahnya, silaturahimnya lebih buanyak gitu..
Jadi InsyaALLAH jika ikhlas ya pahalanya lebih banyak, tetapi jika ada "nakal" nya.., ya dosanya juga lebih.. hehe.
Pilihan ini juga kami ambil karena kami belum mampu meng efisien kan biaya produksi karena berbagai alasan. Seperti, maksimal kami hanya mampu memproduksi 2000 baglog seminggu dengan biaya produksi baglog sekitar Rp.1450,- /baglog.

Bagaimana keuntungannya..?

Katakan kami menjual jamur rata-rata di kisaran Rp. 8500,- dan per baglog mampu menghasilkan rata-rata 0,4kg, berarti nilainya = 0,4 xRp.8500 = Rp.3400,-
Dengan biaya produksi Rp.1450,- keuntungan yang didapat adalah = Rp.3400 - Rp.1450,- = Rp.1950,- atau 134,5% (dalam 4 bulan) atau sekitar 33,6% per bulannya. Hasil keuntungan itu kalau kami masih harus dibagi-bagi secara mudharabah dengan para investor.

Memang keuntungan di sini bersifat fluktuatif, bisa naik jika hasil jamur lebih dan harga jual lebih dari Rp.8500 /kg. Bisa juga turun jika hasil jamur kurang. Ya di situ romantika usahanya..

Kedua gambaran pilihan tadi hanya bersifat kasar saja tanpa memperhatikan banyak hal, namun bisa lah untuk hitung-hitungan awal..

Jika mampu berjalan bersama.. menjual baglog dan menjual jamur juga.. sungguh merupakan keuntungan ganda...

InsyaALLAH...

Rabu, 02 September 2009

Berbisnis jamur tiram dgn modal terbatas (bag 1)

Seringkali jika ingin terjun dalam usaha/bisnis apapun, kita terganjal dengan masalah permodalan. Demikian juga dengan bisnis jamur tiram putih ini. Modal yang dibutuhkan untuk bisnis pada awalnya jika langsung membangun kumbung sendiri (bukan sistem sewa) memang cukup besar. Misalnya saja jika kita ingin berbisnis di skala 10.000 baglog, maka untuk pembuatan kumbung saja memerlukan dana sekitar 15juta an.. Lalu bagaimana dengan modal untuk pengisian baglognya? Jika harga baglog plus plu transport dan penataan Rp.2000/log, maka masih dibutuhkan dana lagi sekitar 20juta.. Berarti dana awal yang disiapkan mencapai 35 juta..


Lalu bagaimana jika dana awal kita tidak mencapai angka itu..? Mari kita bahas beberapa tips nya agar tetap bisa menjalankan bisnis ini dengan modal terbatas..

Gunakan penjadualan dengan sistem 2 kumbung. Sistem ini sangat memungkinkan dijalankan jika kita disiplin, ketat, dan rapi dalam melakukan manajemen keuangan dan manajemen pengisian kumbung.

Dalam beberapa tips terdahulu pernah kami jelaskan bahwa, jika ingin berbisnis dengan 10.000 baglog, sebaiknya, kita tidak langsung membuat kumbung dengan kapasitas sebesar itu. Tetapi dengan split/membagi menjadi 2 kumbung dengan kapasitas masing-masing 5000baglog, atau jika lahan masih memungkinkan, dibuat 6000an baglog. Perletakan kumbung disarankan jangan bersebelahan, namun memanjang atau zig zag, agar masing-masing kumbung memperoleh sirkulasi udara yang sama. Toh biaya pembuatan kumbung 10.000 dengan 2 kumbung 5000an baglog akan menghabiskan dana yang hampir sama.
Di sini, untuk modal pembuatan kumbung mutlak diperlukan dana yang 15juta an tadi.., lalu bagaimana dengan modal pembelian baglog dengan kapasitas 10.000 tadi?
Dengan membagi dua kumbung, kita hanya memerlukan dana untuk pembelian baglog dengan kapasitas 5000 baglog saja atau senilai 10juta. Lalu rawat dengan baik. InsyaALLAH menurut pengalaman kami selama ini, progres hasil panen jamur dalam 60 hari telah mencapai 60% an dari target panennya.., itu artinya dana penjualan hasil panen di 60 hari awal dari kumbung1 bisa untuk modal pengisian kumbung2. Jadi jarak pengisiannya adalah 1,5-2bulan. Lakukan perjanjian kerja dengan memberi DP dan pelunasan sebelum waktunya agar produsen baglog bisa menjadualkan tepat pada waktunya. Nah selanjutnya demikian juga ketika kumbung1 sudah waktunya diganti baglog, gunakan hasil panen dari kumbung dua untuk modal pengisiannya... dan seterusnya...

Anda bisa download beberapa data hasil panen kumbung kami sebagai perbandingan data untuk menentukan schedulling ini

Dengan sistem ini, kita dapat menjalankan bisnis 10.000baglog hanya dengan modal 5000baglog. Menarik bukan? Dalam dunia bisnis, dana mengendap adalah sesuatu yang 'diharamkan'. Dana itu diharapkan selalu berputar dan berdaya guna. Jika kita hanya membangun satu kumbung kapasitas 10.000baglog.., dari hasil panen 60 hari awal dana pembelian baglog sudah bisa kembali, lalu dana tersebut akan 'menganggur' selama 2-3 bulan sebelum bisa dibelikan baglog lagi. Jika dibelikan baglog juga ngga bisa ditaruh di dalam kumbung, karena masih ada baglog yang berproduksi.. ya khan..??

Berikut simulasinya :

Modal = 10juta untuk membeli baglog sejumlah 5000..
Target panen = 0,4kg x 5000 = 2000kg..

Progress panen dalam 60 hari = sudah mencapai 1200kg (kurang lebih 60% dari target panen), dengan harga jual Rp.7000/kg, maka telah didapatkan dana sebesar = 1200kg x 7rb = Rp.8.400.000, dana ini bisa sebagai DP untuk memesan baglog untuk diisikan di kumbung2, yang dilunasi setelah diisikan seluruhnya.. Tentunya menggunakan dana dari hasil panen jamur kumbung1.

Catatan : jika bisa menjual dengan harga lebih, katakan Rp.8000/kg, maka untuk pembelian baglog, malah bisa langsung dilunasi agar bisa tepat waktu pengisiannya.

Nanti, saat kumbung2 juga berproduksi selama 60hari, saat itu juga bertepatan dengan waktu penggantian baglog pada kumbung1, dana hasil panen kumbung2 ditambah tentunya hasil dari kumbung1 sendiri, bisa langsung digunakan untuk membeli baglog pada kumbung1.

Syarat jika memakai sistem ini adalah :

1. Kita harus disiplin dan sangat ketat menentukan jadual pengisian kumbung agar tepat waktu dan tidak terlambat
2. Harus ada semacam perjanjian kerja dengan produsen baglog agar pengisian kumbung bisa tepat waktu..
3. Memiliki manajemen keuangan yang baik agar dana tidak tercecer di mana-mana (ini kelemahan utama petani)
4. Baglog yang diisikan di kumbung sebaiknya sudah memiliki miselium sekitar 40% atau 50%..
5. Perawatan kumbung harus optimal agar semua hasil panen bisa sesuai target yang diharapkan..
6. Berdoa, keluarkan zakatnya, dan tawakkal kepada ALLAH SWT yang banyak.., karena disinilah kekuatan bisnis manapun juga terutama dalam bisnis agro dan pertanian..

Sabtu, 29 Agustus 2009

Berbisnis jamur tiram (lanjutan bagian ke-2)

Posting sebelumnya membahas sistem bagi hasil dalam menjalankan usaha jamur tiram putih. Selanjutnya jika skala usaha diperbesar dengan memakai lahan sendiri atau menyewa lahan, bagaimana sebaiknya perhitungan bisnisnya dan tentunya proyeksi keuntungannya..?

Dalam berbisnis jamur tiram putih, kita harus menentukan dulu skala bisnis yang akan kita lakukan. Untuk skala coba-coba dan hanya mencari tambahan saja, mungkin 500-3000 baglog, tetapi jika sudah diatas 4000baglog, sudah bisa dikatakan sebagai skala bisnis. Apalagi yang sudah mengusahakan hingga 10.000baglog.

Jika kita akan menjalankan bisnis dengan membayar orang untuk perawatan, menurut pengalaman kami layak jika skala bisnisnya sudah diatas 5000baglog. Jika di bawah itu, sebenarnya masih mampu dikerjakan sendiri dan tidak terlalu merepotkan. Anggap saja seperti kita berkebun di belakang rumah.

Langkah-langkah berbisnis jamur tiram putih :

1. Menyiapkan lahan yang ada dan membangun kumbung
Rencana skala bisnis jamur tiram yang ada berkaitan dengan luasan lahan yang kita miliki. Kami memiliki sebuah rumusan untuk menentukan luas kumbung efektif yaitu :
luas efektif kumbung adalah jumlah baglog per m2 = 70
angka 70 baglog/m2 ini adalah jumlah efektif baglog per luasan sehingga didapatkan sirkulasi udara yang cukup bagi jamur untuk tumbuh secara optimal.

Ini hasil pengalaman dan pengamatan selama 3 tahun pada 4 kumbung yang berbeda

Jika diterapkan sebagai berikut :
berbisnis 1000 baglog memerlukan luas = 1000/70 = 14,3 m2
berbisnis 2000 baglog memerlukan luas = 2000/70 = 28,6 m2
berbisnis 3000 baglog memerlukan luas = 3000/70 = 43 m2
berbisnis 4000 baglog memerlukan luas = 4000/70 = 57 m2
berbisnis 5000 baglog memerlukan luas = 5000/70 = 71 m2

Bagaimana pengaturannya..?
1000 baglog di lahan 14,3 m2 kira-kira 3x5 m2
utk panen kira2: 3 - 5kg/hari
2000 baglog di lahan 28,6 m2 kira-kira 4x7 m2
utk panen kira2: 6 - 10kg/hari
3000 baglog di lahan 43 m2 kira-kira 5x9 m2
utk panen kira2: 9 - 15kg/hari
4000 baglog di lahan 57 m2 kira-kira 6x10 m2
utk panen kira2: 12 - 20kg/hari
5000 baglog di lahan 71 m2 kira-kira 6x12 m2
utk panen kira2: 15 - 25kg/hari
dan seterusnya bisa di desain dan diukur sendiri sesuai dengan lahan yang dimiliki.

Catatan :
hasil panen tersebut adalah hasil optimal di 70 hari awal.

Jika bisnis ini kita jalankan hanya untuk selingan dan tambahan saja, maka hingga sejumlah 3000 baglog perawatan dan panen masih sanggup untuk dilakukan sendiri. InsyaALLAH perawatan per hari hanya memakan waktu hingga 3 jam saja. Itu sudah maksimal banget.. jika panen hanya 5kg an, malah mungkin hanya makan waktu setengah jam..

Untuk itu kita tidak perlu membayar orang untuk melakukan perawatan. Sehingga semua hasil keuntungan bisa diterima.

Proyeksinya sebagai berikut :
Jika kita merawat 3000 baglog
Modal (hingga tertata dan dibuang) Rp.2100/baglog x 3000 = Rp.6.300.000,-
Target hasil panen = 0,4x3000 = 1200kg (selama 4 bulan)
Hasil total dengan harga jual Rp.7000/kg = Rp.8.400.000,-
Jadi keuntungan yang diterima adalah = Rp.2.100.000,-
Keuntungan bisa bertambah jika harga jual bisa 8000/kg atau malah 10.000/kg

2. Menyiapkan baglog
Untuk skala bisnis hingga 10.000baglog, kami masih menyarankan sebaiknya baglog beli saja. Harga baglog dan pembeliannya bisa dibaca di posting kami sebagai berikut :

Tips membeli baglog

Tetapi jika ingin membuat baglog, itu juga sangat baik, karena tentunya bisa memastikan jadual pengisian kumbung sendiri dari hasil produksi baglog kita. Bahkan kita bisa menjual baglog jika kumbung sudah terisi..

3. Melakukan perawatan dan penjualan.
Sudah.. itu aja..simpel khan.., tapi memang pada prakteknya ngga se simpel itu.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam bisnis jamur tiram antara lain :

a. Pastikan dahulu pemasaran jamur tiramnya dan tentunya harga jualnya. Usahakan semua hasil panen bisa terjual sehingga perhitungan bisnis bisa benar-benar sesuai dengan yang direncanakan.
b. Untuk memastikan pemasaran, bisa bekerja sama dengan sistem plasma, atau mengusahakan pemasaran sendiri dengan bekerja sama dengan pedagang. Catatan saja, jangan sekali-kali bergantung pada satu pedagang, karena jika sangat tergantung, resiko usaha sangat tinggi apabila pedagang tersebut sewaktu-waktu tidak mengambil jamur kita. Sebaiknya minimal kita memiliki kerja sama dengan 2-3 pedagang.
c. Jika kita menyewa lahan dan membangun kumbung, pastikan jadual pengisian kumbung dengan ketat. Karena jika pengisian baglog di dalam kumbung terlambat, kita bisa rugi di akhir masa sewa..
d. Buat semacam perjanjian kerja dengan pembuat baglog sehingga jadual bisa selalu ditepati.
e. Lakukan perawatan dengan baik. Karena perawatan yang baik menentukan hasilnya..

Proyeksi bisnis jamur tiram putih :
Skala bisnis 8000 baglog

Modal untuk baglog :
Sistem : Membeli baglog dengan harga dasar Rp.1800/baglog
Transportasi dan penataan serta biaya bongkar = Rp.300/baglog
Biaya baglog = Rp.2100/baglog
Total modal untuk baglog = Rp.16.800.000,- per musin

Modal untuk lahan dan kumbung :
Lahan sewa dengan biaya Rp.1.000.000/tahun
untuk masa sewa 3 tahun
Luas kumbung = 8000/70 = 114m2 direncana ukuran 7x15m2
BiayaRp.120.000/m2. Sehingga biaya buat kumbung 114xRp.120.000 = Rp.13.680.000,-
Total modal untuk lahan dan kumbung = Rp.13.680.000,-

Dengan sistem sewa, kita harus menentukan jadual pengisian kumbung dengan ketat. jika masa produksi jamur tiram adalah 120 hari (4bulan) kita harus membeli baglog yang sudah siap tumbuh, atau paling tidak sudah memiliki miselium lebih dari 50%. Dengan toleransi keterlambatan, paling tidak maksimal 5 bulan per musim.

Jadi dalam 3 tahun kita mendapatkan = 36/5 = 7,2 atau 7 musim tanam.

Mari kita analisa keuntungan per musim
Misalnya biaya perawatan kumbung = Rp.600.000/bulan, dengan perawatan 4 bulan,
total biaya perawatan adalah Rp.2.400.000,-
Biaya pembelian baglog = Rp.16.800.000,-
Jadi total biaya per musim = Rp.19.200.000,-

Target panen = 0,4kg/baglog jadi dengan 8000baglog targetnya = 3200kg

Harga jual jamur dasar = Rp.7000,-
Total hasil penjualan = Rp.22.400.000,-
Keuntungan bersih = Rp.3.200.000,-

JUMLAH MUSIM TOTAL = 7 musim
Keuntungan = 7xRp.3.200.000 = Rp.22.400.000
Dikurangi modal sewa lahan dan pembuatan kumbung = Rp.13.680.000,-
Keuntungan bersih dalam 3 tahun = Rp.22.400.000 - Rp.13.680.000 = Rp.8.720.000

Catatan :
Dari analisa sederhana tanpa memperhatikan perhitungan ekonomi yang rumit itu, ada beberapa hal yang bisa disimpulkan disini :

1. Jika menggunakan lahan sewa lalu membangun kumbung, ternyata keuntungan yang didapat tidak terlalu tinggi. Itulah kenapa kami sangat menyarankan agar mempertimbangkan kembali jika HARGA BAGLOG DIATAS Rp.2000/LOG, dan harga jual jamur DIBAWAH Rp.7000/kg. Itulah juga yang menyebabkan kami mematok harga minimal jamur tiram putih segar di angka Rp.8000/kg. Jika dihitunga ulang, dengan harga jual jamur Rp.8000/kg, keuntungan bersih dalam 3 tahun bisa mencapai Rp.31.120.000, WOW hanya dengan selisih Rp.1000/kg, jumlah peningkatannya sangat tinggi..

2. Harga jamur Rp.7000/kg dari perhitungan itu ternyata bisa dikatakan hanya merupakan harga BEP saja. Jadi bisnis yang sebenarnya bisa menguntungkan jika menggunakan lahan sendiri (bukan sewa) dan bisa secara kontinu menjalankan bisnis ini.

3. Yang lebih direkomendasikan adalah dengan sistem menyewa kumbung per musim karena akan lebih murah. Dari perhitungan tadi, biaya sewa lahan dan kumbung adlaah, Rp.13.680.000,- dengan 7musim, jadi biaya per musim adalah = Rp.1.954.286,-. Jika kita bisa mendapatkan kumbung dengan sistem sewa seharga per musim di bawah itu, tentu akan lebih menguntungkan.

4. Dengan tingkat keuntungan yang sedikit dibanding pembuatan kumbung, dapat dimengerti jika sebagian pebudidaya beralih dari hanya JUAL JAMUR menjadi JUAL BAGLOG juga.. karena jual baglog itu memiliki tingkat keuntungan yang lebih tinggi.

5. Hati-hati benar dengan pihak yang mengadakan kerjasama dengan tingkat keuntungan tinggi. Kecuali memang pihak tersebut menguasai pemasaran jamur tiram dengan harga jual tinggi pula. Dan berbudidaya di lahan sendiri. Karena kami sering di curhati sama teman2 yang merasa kapok bisnis jamur tiram sebab kog rugi, atau keuntungannya tidak seperti yang dibanyangkan..
harapan kami posting ini bisa sedikit memberikan gambaran.., maaf bahasannya ga karuan, maklum orang teknik, ga bisa nulis yang bagus.. hehe

dan yang pastinya... agar tidak rugi, sering-sering buka blog kami untuk mengikuti perkembangan tips-tips terbaru.. hehe

Senin, 24 Agustus 2009

Bagi hasil dalam bisnis jamur tiram (bagian 1)

Sebelumnya kami selaku jajaran pengelola bisnis jamur tiram mengucapkan

Marhaban yaa Ramadhan.., Telah tiba bulan suci yang ditunggu-tunggu. Bulan penuh ibadah dan keta'atan kepada Allah SWT.
Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan..

Penjelasan sederhana ini sekaligus menjawab pertanyaan bagaimana sebenarnya pantesnya melakukan bagi hasil dalam bisnis budidaya jamur tiram putih.
Sebenarnya agak sulit menjawab ini, karena semua tergantung bagaimana kesepakatan yang dibuat oleh investor selaku pemilik modal dan petani jamur, dan tentunya sumber daya yang dimiliki oleh keduanya.

Jika memang sang investor memiliki dana, sedang sang petani memiliki lahan, kumbung, dan mengusahakan perawatan, maka pantaslah jika pembagian hasil dilakukan dengan merata yaitu 50:50. Artinya disini investor membeli baglog yang akan diisikan di kumbung petani, lalu petani merawatnya, lalu hasil penjualan jamur tiram dibagi dua. Ini berlaku jika penjualan jamur juga diusahakan bersama-sama.

Jika investor mengusahakan dana, lalu petani menyediakan lahan, kumbung, perawatan, dan penjualan sekaligus, bisa saja dengan menghitung hasil bersih dari penjualan jamur dikurangi modal baglog, lalu keuntungan bersih itu dibagi dengan 60% untuk petani, dan 40% untuk investor.
Semua ini sekali lagi tergantung kebijakan, dan kesepakatan masing-masing. Namun bagaimana kira-kira simulasi hasil yang diterima yaa...??

Sistem bagi hasil keuntungan ini bisa diterapkan dan layak untuk diusahakan jika skala bisnis yang akan dijalankan diatas 5000 baglog. Jika dibawah itu, tingkat keuntungan yang didapat mungkin terlampau kecil. Selain itu juga, diharapkan jaringan pemasaran jamur tiram putih yang akan dikelola sudah terbentuk, baik itu dengan sistem plasma, atau memang investor dan petani telah memiliki jaringan pemasaran sendiri.

Simulasi sederhananya sebagai berikut :

Katakan baglog yang akan dikelola sejumlah 5000 baglog.
Katakan harga baglog Rp.1800/bag
ditambah biaya transportasi dan penataan dalam kumbung dan sekaligus biaya pembongkaran baglog di akhir musim produksi menjadi Rp.2100/bag

Jadi modal total adalah Rp. 10.500.000,-

Target panen jamur tiram putih 0,4kg /baglog jadi 0,4 x 5000 = 2000 kg.
Harga jual jamur dasar di tingkatan petani rata-rata Rp.7000 (tanpa menghitung transport, pengemasan, dll)
Jadi hasil total adalah = 2000 x Rp.7000 = Rp. 14.000.000,-

Keuntungan kotor sebelum dibagi hasil adalah

Rp.14.000.000 - Rp.10.500.000 = Rp. 3.500.000,-

Keuntungan ini akan didapat dalam 4 bulan masa produksi.
Jadi simulasi bagi hasilnya jika 60:40 adalah
Bagi investor bagi hasilnya adalah 40% dari Rp.3.500.000 yaitu Rp.1.400.000,- Jika dibuat prosentasenya menjadi : Rp.1.400.000/Rp.10.500.000 = 13,3%
Atau jika dibagi 4 bulan menjadi 3,33% per bulannya..

Jadi dengan modal Rp.10.500.000, keuntungan per bulannya kira-kira Rp.350.000 an..

Hasil yang lumayan bukan..? Dari pada uang diem di bank.., bahkan ini jelas hasil yang lebih halal dan banyak daripada didepositokan di bank..

Bagi petani wajar jika hak nya lebih banyak, yaitu 60%, karena memiliki kumbung dan juga melakukan perawatan terhadap baglog. Pekerjaan petani disini antara lain adalah, menjaga kebersihan kumbung, mengatur kelembaban dengan memantaunya, melakukan penyiraman. Setiap harinya petani juga melakukan proses pemanenan dan perawatan terhadap jamur hasil panen hingga siap dalam keadaan bersih tanpa tangkai/bonggol.

Bagi petani, hasilnya adalah 60% dari Rp.3.500.000 yaitu Rp.2.100.000. Jadi jika dibagi empat bulan, petani menerima gaji sebesar Rp.525.000/bulannya.

Mari kita analisa sedikit kerja petani ini.., sebenarnya berapa jam kah kerja efektifnya dalam satu hari dengan merawat 5000baglog itu..???
Ini berdasarkan pengalaman kami sendiri.

Jika hasil 2000kg dalam 4 bulan itu dibuat rata, artinya per harinya panen sebanyak kurang lebih 16kg. (Maaf simulasi ini kami buat rata saja agar mudah dipahami, sebenarnya, fluktuasi panen tidak merata, pada 2 bulan awal panen banyak, lalu turun pada 2 bulan berikutnya). Pekerjaan panen 16 kg itu hanya memakan waktu sekitar 30menit saja, lalu proses pengguntingan dan pembersihan tangkai, sekitar 45 menit. Total semuanya hanya 75 menit, atau maksimal 90 menit saja.

Untuk kumbung kapasitas 5000 baglog itu besarnya kira-kira 6x12 m2. Pekerjaan menyapu, menyiram, paling lama memakan waktu sekitar 90 menit juga. Jadi dalam merawat jamur dengan kapasitas 5000baglog, paling lama pekerjaannya adalah 3 jam per hari. Selanjutnya petani juga bisa melakukan pekerjaan lainnya di hari itu.
Simulasi ini bisa juga dibuat linier, jadi kira-kira jika kapasitas 10.000 baglog, hasilnya bisa langsung dikalikan 2.

Catatan :
Perhitungan bisnis sederhana tersebut berlaku apabila dengan sistem bagi hasil..
Bagaimana jika investor melakukan pembangunan kumbung lalu menggaji petani..?? InsyaALLAH coba kami jelaskan pada posting selanjutnya..

Jumat, 31 Juli 2009

Perlunya paguyuban petani jamur tiram putiha

Minggu ini adalah minggu yang berat bagi para petani jamur tiram putih. Pemasaran jamur agak drop seiring dengan banyaknya jamur tiram putih di pasaran. Kebanyakan petani jamur yang tidak/belum memiliki jaringan pemasaran sendiri agak kesulitan menjual jamur tiramnya.
Sebenarnya di sini terdapat dua kondisi yang cukup kontras yang harus bisa diatasi yaitu :
- Konsumen tidak memperoleh informasi yang cukup jika ingin mendapatkan jamur tiram putih dari petani
- Sedangkan petani sendiri seringkali hanya mengandalkan pasar tradisional untuk menjual produknya.
Akibatnya karena hasil panen jamur tiram menyerbu semua ke pasar, pemasaran bisa menjadi jenuh dan menjatuhkan harga jual jamur tiram.
Di lain sisi, menurut beberapa informasi konsumen yang kami terima, ternyata harga jamur tiram di Konsumen tetap di harga yang stabil. Ini mengindikasikan harga jamur 'dipermainkan' oleh para tengkulak yang tidak mau rugi dengan sisa jamur yang tidak terjual ke konsumen.
Memang sudah cerita lama jika petani selalu 'kalah' dengan tengkulak. Jika harga jatuh, selalu petani yang dirugikan. Sedangkan kebanyakan pedagang akhirnya tidak mau menanggung resiko jamur sisa sehingga menerapkan sistim titip kepada petani yang jika terdapat sisa barang, dikembalikan kepada petani.
Untuk mengatasi hal seperti ini sebenarnya agar urgen juga dibentuk semacam paguyuban petani jamur tiram yang saling memberikan informasi pemasaran yang tepat dan efektif sehingga pasar mana saja yang sudah jenuh karena banyaknya petani yang menyetorkan hasil panennya dan pasar mana yang masih kurang pasokan.
Selain itu paguyuban juga berfungsi untuk saling bertukar informasi penjualan. Karena ternyata seringkali di satu sisi ada petani yang kesulitan menjual, tetapi di sisi lain ada juga petani yang kekurangan jamur tiram untuk memenuhi order permintaan jamur tiram.
Jika para petani jamur tiram mau untuk bersatu dan juga menstabilkan harga, InsyaALLAH walaupun tidak semua masalah bisa diatasi, tapi paling tidak ada tempat untuk saling sharing informasi dan bertukar pikiran.
Kami sendiri dari lokasi, walaupun memiliki produksi jamur tiram putih sendiri, terkadang juga mengambil dan membeli dari petani lain yang kesulitan dalam penjualan jamur tiram putihnya. Order pesanan jamur tiram yang ada pada kami seringkali merupakan kelipatan 5. Ada yang pesan 5kg, 10kg, 15kg, 20kg dan seterusnya. Dan jumlah itu memang bisa dipenuhi oleh petani yang memiliki kapasitas baglog di atas 5000 baglog.
Namun untuk petani yang hanya merawat 500-2000 baglog, biasanya agak kesulitan melakukan penjualan jika produksi jamur tiram sudah menurun.
Bayangkan saja, jika merawat sekitar 1000 baglog, ada kalanya hasil panen hanya 2-5kg saja. Dengan nilai itu, tentunya jika hasilnya dijual sendiri, akan memakan biaya operasional yang besar. Hal ini bisa diatasi jika petani tersebut ikut dalam suatu jaringan pemasaran tertentu, misalnya dalam plasma jamur tiram.
Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi kejenuhan pemasaran jamur tiram putih :
  • Usahakan pemasaran ke banyak potensi penjualan jamur tidak hanya ke pasar tradisional. Contohnya penjualan ke warung-warung, rumah makan, outlet olahan jamur tiram, konsumsi langsung, restoran, hotel, usaha catering, rumah sakit, kantin-kantin kantor, kantin-kantin sekolah dan kampus, dan masih buanyak lagi khan... Bahkan kami juga melayani pengiriman ke warung yang hanya butuh 2kg sehari tetapi rutin. Bayangkan jika ditawarkan ke 10 warung seluruh kota malang dan semua mau, khan 20kg terjual semua..
  • Sebagai petani yang juga menjual, usahakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan selain kualitas produksi. Pemasaran modern sekarang produsen dituntut untuk mengubah paradigma yang hanya fokus pada hasil produksinya ke kualitas pelayanan yang lebih mengedepankan kepuasan costumer selain fokus ke kualitas produk.
  • Petani dituntut untuk mampu memilah pemasaran disesuaikan dengan produksi jamur tiramnya. Jadi Perawatan kumbung memang agak lebih ribet dikiit, tetapi mampu menguasai pemasaran. Maksudnya adalah, jika kita melayani pasar tradisional, dipilihkan jamur tiram ukuran kecil dan tanggung, sedangkan untuk layanan resto atau outlet jamur, dipilihkan jamur tiram ukuran sedang dan besar.
  • Memiliki jadual dan prediksi hasil jamur tiram dari kumbung disesuaikan dengan permintaan yang ada. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada order, petani bisa memprediksi dengan tepat produksinya. Karena seringkali order untuk esok hari (misalnya) harus disanggupi jumlahnya saat ini. Jika belum menyanggupi, paling tidak mampu memprediksi sehingga hasilnya ngga meleset terlalu jauh. Misal order 20kg, jika ngga sanggup semua, masih mampu untuk mensuport sekitar 18kg. Jangan sampai sanggup 20kg, tetapi keesokan hari ternyata hanya ada 5kg.
  • Mempunyai produk olahan sendiri seperti kripik jamur tiram, atau outlet jajanan jamur tiram sendiri.
Tetapi memang beberapa tips tadi secara teoritis saja, mungkin penerapannya tidak semudah yang dikatakan karena memerlukan usaha dan sumber daya yang optimal. Namun semua itu adalah pengalaman yang kami lakukan sendiri. Hasilnya Alhamdulillah walaupun di pasar Batu dan sekitarnya harga jamur tiram drop sampai hingga Rp.5000/kg, kami tetap menjual di kisaran Rp.8000/kg.
Mengapa..?? Karena penjualan yang kami lakukan menggunakan sistem direct selling dengan rantai pemasaran yang cukup pendek yaitu :
Petani ---> konsumen
atau Petani --> Supplier --> Konsumen
Dan kami hanya memenuhi order. Jadi InsyaALLAH jamur tiram yang dilempar ke konsumen pasti laku.
Ini berbeda dengan penjualan ke pasar yang memiliki rantai sebagai berikut :
Petani ---> tengkulak ---> Pedagang pasar ---> konsumen
atau malah ada yang agak panjang lagi
Petani ---> reseller ----> tengkulak ----> pedagang pasar ---> konsumen
Jadi tidak heran jika harga di petani rendah, dan harga di konsumen tinggi.
Namun di luar semua itu, berdasarkan pengalaman kami, kondisi jamur tiram yang lagi panen raya ini tidak akan melebihi 7 hari, artinya setelah 7 hari, InsyaALLAH progress panen akan stabil kembali. Dan di saat itu harga akan kembali ke tingkatan normal.
Jadi.., buat para petani.., sementara bersabarlah, bertawakkal kepada ALLAH SWT, dan banyak bersedekah jika jamurnya pas banyak dan ngga terserap semua. InsyaALLAH dalam 7 hari ke depan, semua akan kembali ke kondisi seperti biasanya..

Sabtu, 25 Juli 2009

Pilihan jamur

Jamur umur 2 hari
Jamur umur 4-5hari

Lain konsumen, lain pula permintaan akan bentuk jamur tiramnya.., itu kesimpulan kami dalam pemasaran. Untuk konsumen yang memiliki usaha jamur krsipi, biasanya menginginkan jamur tiram yang besar, tebal, itu rata-rata umur panen sekitar 4 hari dari first appearnya. Namun, jika udara memiliki kelembaban alami lebih dari 90% (pada saat musim hujan misalnya) agak beresiko memenuhi permintaan ini, karena menunggu jamur tiram hingga berukuran besar memiliki kekurangan yaitu :

- Jika kelembaban tinggi, jamur tiram memiliki kecenderungan basah
- Warna jamur menjadi agak kekuningan
- Kurang tahan lama dalam penyimpanan dan cepat layu

Namun secara umum memang jamur tiram yang berukuran besar lebih menguntungkan dari segi bobot apabila dibuat usaha jamur krispi dan kripik jamur.
Untuk konsumen yang merupakan reseller dan dijual ke pasar tradisional, biasanya menginginkan ukuran jamur yang tanggung atau kecil. Kami sendiri untuk permintaan ke luar jawa seperti Bali, Makasar, Pekanbaru dan Batam, biasanya memilihkan jamur tiram dengan ukuran kecil atau tanggung ini.
Jamur tiram putih dengan ukuran ini biasanya berumur 2 hari dari first appearnya. Bagi petani jangan kuatir rugi jika memanen jamur ukuran ini, karena justru lebih cepat untuk panen berikutnya.

Keuntungan jamur yang berukuran kecil ini adalah :
- Jamur tiram lebih tahan lama
- Bentuk jamur sangat menarik
Pengalaman kami, jamur yang masih berumur 2 hari ini masih tahan dalam plastik polipropilen tebal 0.05 atau 0.08 selama 3 hari.

Lihat perkembangan ukuran jamur dari first appear hingga hari ke 4

Minggu, 29 Maret 2009

Optimalkan hasil panen dengan Zakat Pertanian

Kami memang bukan ahlinya untuk membahas hal ini.. Tetapi kami hanya
bercerita saja, jika ada yang salah.., kurang pas.., silahkan dikoreksi,
dikomentari, dsb dst..

Kami berani memastikan, jika ingin usaha lancar, order terbayar..,masalah selalu bisa teratasi (bukan ngga ada masalah lho yaa..)keluarkanlah zakat pertanian Anda.. itu saja..

Pada awalnya karena lemah iman tentunya.., pada periode musim pertamakarena hasilnya kurang memuaskan.., kami berkonsultasi dengan berbagai pihak. Ada yang menyarankan, memang selain dengan mempelajari pola pertumbuhan jamur tiram, mengoptimalkan sistem perawatan, manajemenpemasaran, dan sebagainya, kami juga disarankan untuk membayar zakat..

Kata guru kami saat itu..: "Wan.., percuma saja mengusahakan semua itu,kalau ALLAH SWT tidak memberikan kemudahan.., dan jalan kemudahanitu jika semua perintah ALLAH SWT dijalankan.." "Apa Wawan sudah membayar zakatnya..??"
Deng..duer., hehe, kami menunduk malu.. "belum.."

Lalu dihitunglah zakat pertaniannya.. jika pertanian itu memakaisistem tadah hujan, zakatnya 10%, jika dengan pengairan.., 5%..Selain zakat.., keluarkan juga infaq dan sedekahnya..
Alhamdulillah.., di musim berikutnya.., hasil yang di dapat semakinoptimal.., masalah yang kami hadapi perlahan-lahan dan sedikit-demisedikit mampu teratasi..
Order mengalir dengan lancar..Hampir tidak pernah ada jamur yang tidak terjual.. Dan semua denganharga yang cukup tinggi (minimal Rp.8000/kg curah..)
Subhanallah.
Kami memang terinspirasi langsung oleh dakwah dari Uztad Yusuf Mansyur.
Sungguh benar kedahsyatan dari sedekah itu..

Kuncinya ikhlas.., mensedekahkan harta halal yang kita cintaihanya untuk ALLAH SWT.., lalu bertawakal sepenuhnya kepada ALLAH SWT..sepenuhnya artinya ya pasrah sepenuhnya saja..ngga pakai perantara.. ngga pakai apa-apa..Diiringi usaha yang optimal, sholat fardu dijaga, sunnah dijalankan..
InsyaALLAH.., semua masalah akan teratasi.. semua..karena itu memang janji ALLAH SWT..

Saya punya saudara.., beliau berjualan batu alam di kota Malang..setiap tahun beliau ngga pernah lupa untuk mengeluarkan zakatnya..dan aneh.., walaupun krisis ekonomi, pembangunan banyak yang macet,toko batu alam di sekitarnya sepi order.., tapi toko tempat beliau..selalu ramai, lancar.., dan bahkan sangat maju kalau saya lihat..Padahal yang menyerang beliau juga cukup banyak..kata pegawainya.., seringkali membersihkan bunga kuburan, tanahkuburan, beras merah, dsb dari halaman, atap, dsb..

Mungkin ada pihak-pihak yang ingin menyerang beliau dengan sistemsupra natural..
Tapi beliau hanya bilang begini.., "Wan.., pokoknya keluarkan zakat,sedekah dengan kerabat, dan tetangga terdekat.." lalu usahakan selalu sholat berjamaah di masjid..." Itu saja kog..Alhamdulillah.., ngga pernah ada masalah yang tidak bisa diselesaikan..bahkan order semakin meningkat..

Beliau juga ngga pernah meminta penangkal-penangkal apapun darikyai-kyai.., ngga pernah minta amalan2 khusus dari kyai..Katanya ya sedernaha aja.., yang dari Rasulullah SAW, saya contoh sunnahnyayang ngga ada contohnya ya ngga saya lakukan..
Jika amalan dari kyai memang ada perintah dan sunnahnya.., sepertisaran untuk membayar zakat tadi.., ya saya lakukan.. begitu katanya..Jika ngga ada contohnya.., biar dikasi amalan a b c, disuruh membaca a b c, sampai ribuan kali.., ya ngga akan saya laksanakan.."ya ALhamdulillah.., wan.., usaha ya lancar2 aja.."

Lalu beliau bilang begini..""Jika berkumpul seluruh Jin dan Manusia untuk mencelakakan seseorang,Jika ALLAH tidak menghendaki.., TIDAK AKAN TERJADI..""Begitupun jika berkumpul seluruh jin dan manusia untuk memuliakanseseorang.., jika ALLAH tidak mengizinkan, TIDAK AKAN TERJADI.."

Keyakinan yang penuh, usaha yang optimal, lalu menyandarkan seluruhnyahanya kepada ALLAH SWT, itulah jalan keluar dari segala masalah..
Kami sendiri masih berusaha belajar untuk selalu istikomah di tengahderu masalah yang ada.., mohon doanya yaa...

Berikut ini perhitungan sederhana zakat pertanian diambil dari
berbagai sumber, jika ada yang kurang pas.., mohon dikoreksi..

PERHITUNGAN ZAKAT PERTANIAN

Jumat, 27 Februari 2009

Jenis Jamur Tiram Putih


Dalam beberapa posting terakhir kami menyebutkan tentang jamur tiram putih jenis florida dan jenis oystern (kata sebagian orang osteron).

Bagaimana ciri-ciri utama, perbedaan dan karakteristik keduanya...? Dalam posting ini kami akan sedikit saja menerangkan. Kenapa sedikit..?? ya karena memang sedikit itu yang kami tahu..Semoga saja yang sedikit ini bisa memberi informasi yang cukup berarti.

Jamur tiram putih jenis Florida




Jamur tiram jenis ini yang paling banyak dibudidayakan. Dan kebetulan yang kami budidayakan sekarang ini adalah jamur tiram jenis ini.

Ciri-ciri umum dari jamur tiram putih jenis ini adalah :

1. Bentuk jamur tiram putih seperti tudung / payung. Beberapa dari jenis ini dalam pertumbuhannya bergerumbul (banyak) berkelompok.Namun ada pula yang merupakan tangkai tunggal. Tapi ciri umumnya tetap berbentuk tudung.

2. Kisi-kisi bawah (sirip) relatif lebih lebar dari pada jenis osteron

3. Warna jamur putih bersih. Jika terkadang seperti ada warna kecoklatan (seperti tiram coklat atau tiram kelabu) hal ini bukan dikarenakan warna aslinya. Tetapi lebih disebabkan cuaca. Terkadang jika siang hari suhu agak panas dengan kelembaban rendah, lalu pada sore harinya disiram dan mengenai tubuh buah, ini yang menyebabkan jamur menjadi sedikit kecoklatan.

4. Kadar air optimal pada jamur tiram jenis florida cenderung lebih tinggi dibandingkan jenis oystern. Ciri umum jamur yang memiliki kadar air baik adalah warna jamur tetap putih bersih. Jika memiliki kadar air berlebihan, cenderung jamur tiram berwarna kekuningan dan lebih cepat membusuk.

5. Karakteristik panen. Karakteristik panen jamur tiram seperti yang telah kami sebutkan dalam posting-posting kami sebelumnya cenderung stabil. Dalam 100 hari pertama, panen masih cenderung stabil dan baik. Contoh dari karakteristik panen jamur tiram jenis ini dapat anda download pada data-data hasil panen kami.

6. Jamur tiram jenis florida sangat cocok untuk jenis sayuran, untuk usaha jenis kripik jamur, dan juga jamur goreng. Strukturknya masih cukup kuat walaupun telah disimpan dalam lemari es.

Jamur Tiram Putih Oystern (Osteron)


1. Bentuk jamur tiram putih jenis ini menyerupai terompet. Pada saat berumur 2 hari dan jamur masih kecil, bentuknya relatif masih berbentuk tudung, tetapi ketika membesar bentuknya membesar ke atas dan seperti terompet.
2. Kisi-kisi bawah (sirip) jamur jenis osteron lebih halus dan kecil daripada jenis florida.
3. Kadar air jamur tiram jenis osteron relatif lebih sedikit. Ini yang menyebabkan osteron relatif lebih kesat dari pada jenis florida.
4. Karakteristik panen jamur tiram jenis osteron relatif kurang stabil. Pada saat banyak, panen cenderung bersamaan dan banyak, tetapi kemudian habis. Karena itulah jenis jamur ini kurang umum dibudidayakan, karena pemasarannya menjadi sulit karena kurang stabilnya panen tadi.
5. Jamur tiram jenis osteron lebih banyak dimanfaatkan untuk olahan. Walaupun untuk sayuran pun juga enak.

Selasa, 10 Februari 2009

Prediksi panen, penjadualan, dan optimalisasi kumbung, hal yang penting dalam bisnis jamur tiram putih yang sukses

Ternyata masih banyak masyarakat yang heran dengan sistem panen jamur tiram putih yang setiap hari, ya setiap hari. Heran itu muncul karena kurang paham bahwa jika kita merawat sekitar 5000 baglog (misalnya), bukan berarti baglog yang dipanen langsung seluruhnya..
tetapi bergantian.

Untuk jamur tiram putih jenis florida yang kami kelola, karakteristik panennya adalah sebagai berikut :Pada 100 hari pertama, rata-rata jumlah log yang dipanen setiap harinya antara 3%-5% dari keseluruhan jumlah baglog, maksimal pada kondisi puncak, bisa mencapai 9%-10% dari jumlah baglog. Rumusan sederhananya :

Kondisi normal = 3%-5% jumlah log, artinya jika 5000 log, yang panen 150 baglog hingga 250 baglog. Jika rata-rata berat jamur per log petik adalah 100 gram, berarti rata-rata yang dipanen antara 15kg-25kg setiap harinya.

Pada kondisi puncaknya bisa 9%-10%, artinya bisa mencapai 450-500baglog, atau jika rata-rata berat jamur per log petik adalah 100 gram, berarti rata-rata yang dipanen pada kondisi puncak antara 45-50kg.

Rumusan ini berlaku untuk jamur tiram jenis florida dan sudah kami teliti memiliki kesamaan pola untuk di kumbung-kumbung lainnya. Yang berbeda adalah rata-rata berat jamur per log petik.
Masing-masing daerah sangat tergantung tingkat kelembaban, suhu, dan tentunya perawatannya. Ada yang rata-rata mencapai 150 gram, ada pula untuk daerah yang kering dan kelembaban rendah, hanya mencapai 70gram. Rata-rata berat jamur per log petik ini tentunya akan terus turun, jika pada panen pertama bisa mencapai 100 gram, setelah panen ke-4 tentunya turun di kisaran 60 gram.

Dengan rumusan 3%-5% jumlah log, Kami harap bagi pebisnis jamur tiram, dapat memperkirakan jumlah panen hariannya dan akhirnya dapat mengatur manajemen pemasaran dengan baik dan terjadual.

Ok.. sekarang ke topik utama..., Jamur tiram itu ngga langsung panen, hitungannya, memiliki masa inkubasi 30 hari, lalu setelah buka cincin, akan panen optimal 10 hari kemudian, artinya, jika kita berkontinu mengisi kumbung, ada 40 hari tanpa produksi jamur tiram sama sekali.

Padahal, pedagang-pedangang, supplier-supplier, dan rumah makan yang menjual menu jamur tiram, tentunya mengharapkan ketersediaan jamur tiram yang terus ada. Khan kasian jika ada yang jualan jamur tiram goreng, lalu liburan 40 hari.. (hehehe), yah.., walaupun panen kita menurun, yang diharapkan terus mendapatkan pasokan. Kata mereka (biar dikit, yang penting bisa jualan.

Untuk mengatasi kekosongan 40 hari itu yang perlu dilakukan antara lain adalah :

1. Melakukan penjadualan pengisian kumbung. Idealnya memang kita memiliki 2 kumbung dengan kapasitas yang sama. (tapi khan mahaaal....) Iya.., tapi dengan 2 kumbung yang diisi dengan jarak 1,5-2 bulan, bisa menstabilkan pasokan jamur. Jika kumbung yang satu sedang masa inkubasi, kumbung lainnya sudah pada masa produksi.

2. Jika kita hanya memiliki 1 kumbung, usahakan memperbesar kapasitas, tetapi diisi tidak penuh, tapi 60% isi dan 40% kosong atau 50% isi 50% kosong yang diisi bergantian. Untuk sistem ini yang perlu ditekankan adalah kebersihan dan sterilisasi kumbung yang baik.

3. Kerja sama pemasaran dengan pebisnis jamur tiram lain. Untuk memasok pasar yang sama (misalnya) kita bisa bekerja sama dengan pebisnis jamur tiram lain dan bergantian memasok jika pada saat kumbung kita dalam masa inkubasi.

Intinya dengan mengusahakan penjadualan, diatur agar kontinuitas panen dapat terjaga. (walaupun turun, bukan berarti kosong)Dengan ini akhirnya kita ngga perlu bertengkar dengan pedagang sayur(hehe).
Selain itu juga untuk mencegah, jangan sampai pasar yang sudah kita bentuk, kog ya dimasuki orang lain pada saat kita kosong produksi. Dalam hal ini, pedagang ngga bisa disalahkan, karena mereka tentunya butuh tetap bisa jualan.
Jadi seperti yang telah kami sebutkan dalam posting kami sebelumnya. Jika kita sudah dikenal kredibilitasnya sebagai supplier jamur tiram yang bisa kontinu, maka InsyaALLAH kita akan dengan mudah menjual jamur tiram.
Percayalah, bukan kita yang kesulitan menjual, nantinya kita lah yang akan dicari sama pedagang.Yang perlu diperhatikan adalah, berapa kapasitas panen kita, dan berapa kapasitas pasar yang ada.. ini harus pas... karena jamur tiram yang kita panen tentunya harus habis di pasaran, ngga boleh buang.. ntar rugi dong...

Rumus tadi bisa untuk membantu memperkirakan kapasitas panen di kumbung kita.Untuk jenis florida, rumusannya :

1000 log rata-rata 3kg(min)-9kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
2000 log rata-rata 6kg(min)-18kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
3000 log rata-rata 9kg(min)-27kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
4000 log rata-rata 12kg(min)-36kg per(max) hari (dalam 100-120 hari)
5000 log rata-rata 15kg(min)-45kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
6000 log rata-rata 18kg(min)-54kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
7000 log rata-rata 21kg(min)-63kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
8000 log rata-rata 24kg(min)-72kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
9000 log rata-rata 27kg(min)-81kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)
10000 log rata-rata 30kg(min)-90kg(max) per hari (dalam 100-120 hari)

Kenapa berhenti di angka 10.000????
Lha ini juga menjadi pertanyaan..

Ini pengalaman kami lho yaa..., bisa dijadikan refferensi, boleh percaya boleh nggak. Sebaiknya, dalam membuat kumbung. Kapasitas maksimal adalah 10.000 log saja. Jangan lebih, itu dapat masuk di kumbung dengan ukuran 7x15m2.

Kami pernah membuat kumbung dengan kapasitas hingga 12.000 log, di Agronusa bahkan dengan kapasitas 16.000 log, tetapi hasil yang didapat kurang optimal, dan kurang baik. Hasil terbaik (panen dengan berat baik) adalah di kumbung dengan kapasitas 8000-9000 baglog. Jadi jika kita ingin mengelola hingga 20.000 baglog, kami sarankan (strongly recomended), membuat pada 2 atau 3 kumbung yang berbeda, bukan disatukan pada satu kumbung ukuran besar.

Kenapa begitu...???
Lha ini juga menjadi pertanyaan.. hehe

Jamur tiram membutuhkan kondisi kelembaban yang optimal untuk dapat tumbuh dengan baik. Teoritis dan pengalaman, kelembaban terbaik untuk menumbuhkan jamur tiram adalah di kisaran 80%-85%.Kondisi ini dapat terjaga dengan baik pada kumbung dengan kapasitas ukuran terbatas di maksimal 100m2 (pengalaman). Jika kita membuat kumbung dengan ukuran yang besar dikhawatirkan (dan sudah kami alami), kelembaban yang ada dalam kumbung tidak bisa merata, sehingga hasil panen jamur tiram kurang optimal. Kami pernah mengukur dengan higrometer, ternyata di tempat-tempat tertentu pada kumbung besar, kelembaban bisa drop di 50%, ini yang menyebabkan hasil jamurnya kurang.
Di thailand, jepang, dan korea yang mbah-mbahnya budidaya jamur, juga membuat kumbung-kumbung dengan kapasitas kecil dan banyak..

Jumat, 28 November 2008

Memilih pembiayaan untuk budidaya jamur tiram

Bagi pebudidaya jamur tiram, terkadang bingung memilih pembiayaan terhadap usaha agrobisnis ini. Umumnya apabila produksi dan pasar telah didapat dengan baik. Maka usaha ini sangat layak untuk mendapatkan pembiayaan dari pihak Bank atau yang lainnya.
Kami pernah mengajukan proposal kredit di Bank untuk pembiayaan jamur tiram ini, akan tetapi karena terbentur masalah jaminan dan lokasi yang masih sewa, pihak Bank masih belum menyetujuinya.
Hal tersebut ternyata malah merupakan berkah bagi kami, karena menurut perhitungan yang ada, sebenarnya pembiayaan Bank konvensional tidak terlalu sesuai dan cocok untuk budidaya jamur tiram ini..
Umumnya Bank konvensional mematok sejumlah bunga tertentu dan nilai bunga dan pokoknya dicicilkan setiap bulannya. Untuk usaha jamur tiram, dimana terdapat masa inkubasi yang tidak menghasilkan jamur sama sekali, dirasa sistem ini kurang begitu sesuai. Selain itu pihak Bank rata-rata mensyaratkan waktu di atas 1 tahun. Padahal untuk jamur tiram, lebih cocok merupakan kredit jangka pendek yaitu 6 bulan saja.
Karakteristik hasil panen jamur tiram memakan waktu hanya 4 bulan inilah yang membuat kami mencari-cari pembiayaan yang paling cocok untuk usaha ini.
Alhamdulillah, setelah berkonsultasi dengan berbagai pihak, Kami rasa pembiayaan model syariah lah yang paling tepat untuk budidaya jamur tiram ini.
Nisbah bagi hasil yang ditetapkan adalah 60 % untuk pihak Kami, dan 40 % untuk pihak pembiayaan. Kalau dihitung per bulannya nilai bunga yang ditentukan adalah 1,9% per bulan.. (jreeeeng..). Jika dilihat dari nilainya rasanya kog besar banget yaa..., di iklan-iklan untuk bank konvensional rata-rata Cuma 1% perbulan bahkan kurang dari itu.. Sebenarnya jika diterapkan dengan benar.. malah sistem Syariah inilah yang lebih murah..... Lhoooo.. ..Kog bisa.......????!. Sabar... akan kami jelaskan sedikit saja perhitungannya...

Ini jika bank konvensional yang pernah kami ajukan...

Pinjaman sebesar Rp. 10.000.000,-
Masa waktu pengembalian 2 tahun (24 bulan). Karena pembiayaa mikro (di bawah 50juta), bunganya 1,5% per bulan.
Jadi, nilai yang dicicil per bulannya adalah : Rp. 566.667,- selama 2 tahun.. Dan ini wajib selama 2 tahun.
Walaupun dalam 5 bulan sebenarnya dana 10 juta tersebut bisa dikembalikan dari penjualan jamur tiram, tetapi dengan sistem ini fix tidak boleh ditebus dalam 5 bulan dan harus dicicilkan terus selama 2 tahun.

Kalau model syariah adalah sebagai berikut :
Pembiayaan sebesar Rp. 10.000.000,-
Masa waktu pengembalian 2 tahun (24 bulan). Dihitung nisbah bagi hasil untuk Bank syariah sebesar Rp. 4.560.000,- dan telah ditentukan di awal. Kalau dihitung perbulan jatuh bunganya 1,9%.
Nilai yang dicicilkan per bulannya adalah : Rp. 606.667,- selama 2 tahun.

Lho...., katanya lebih murah...??????.. sebentar.. sebenar.. sabar...
Lebih murahnya itu dikarenakan, sebenarnya kalau dilihat dari progress hasil panen, dana tersebut dapat terkumpul dalam 90 hari. (alias 3 bulan saja..). Jika diambil nilai amannya saja.., misalkan dana akan dikembalikan dalam 5 bulan.., pihak Bank Syariah hanya meminta tambahan cicilan selama 1 bulan.. Jadi hitungannya adalah sebagai berikut...:
Pinjaman : 10.000.000
Bulan I cicilan : 606.667, sisa hutang = 9.393.333
Bulan II cicilan : 606.667, sisa hutang = 8.786.666
Bulan III cicilan : 606.667, sisa hutang = 8.179.999
Bulan IV cicilan : 606.667, sisa hutang = 7.573.332

InsyaALLAH pada bulan ke-4, ini sisa hutang sebesar 7.573.332 sudah didapatkan dari progress panen, hal ini dapat dilihat dari referensi progress panen kami di data berikut ini...
Nah.., jika pada bulan ke-4 nilai tersebut dilunasi.., maka pihak Bank hanya meminta tambahan cicilan 1 bulan saja....

Jadi nilai yang disetor ke Bank adalah : 606.667 x 5 + 7.573.332 = 10.606.667,- dalam 5 bulan. Itu artinya keuntungan bersih bagi pihak Bank Syariah adalah sebesar 606.667,- dalam 5 bulan.. atau 6.06%, jika dibagi 5 menjadi = 1.212% saja.. (Lebih murah khan...???)... jika konvensional nilainya mati di 1.5%/bulan selama 2 tahun...

Sekarang coba dianalisa lagi nilai 6.06% itu jika dibagi 12 atau dianggap 1 tahun pembiayaan jatuhnya hanya 0,5% per bulannya....

Kesimpulan Kami.., nisbah bagi hasil Bank Syariah untuk pembiayaan usaha agrobisnis jamur tiram putih lebih menguntungkan daripada pembiayaan menggunakan Bank Konvensional.

Untuk masalah pembiayaan pada budidaya jamur tiram ini, Kami bekerja sama dengan pihak BPR SYARIAH BUMI RINJANI MALANG yang kantornya di Jl. Arief Margono No. 32 Malang. Kami juga berterima kasih kepada Bapak Inta yang telah menjelaskan dengan baik sistem pembiayaan syariah kepada kami...

Minggu, 16 November 2008

Bagaimana prospek usaha budidaya jamur tiram??

Untuk menjawab pertanyaan ini. Tanyakan dan tentukan dahulu kapasitas pasar atau permintaan masyarakat akan jamur tiram. Kemudian apakah jumlah jamur tiram yang ada sudah dapat memenuhi permintaan yang ada tersebut..??

Tentunya prospek suatu usaha ditentukan oleh permintaan akan komoditi tersebut. Untuk daerah Malang Raya, Kami masih berani mengatakan bahwa usaha ini masih sangat prospektif. Hal ini diindikasikan dengan jumlah permintaan jamur tiram yang terus meningkat. Sedangkan produksi jamur yang ada masih cenderung stagnan. Hal ini dikarenakan jumlah pemain (pebudidaya jamur tiram) masih kurang. Kebanyakan hanya coba-coba saja dan tidak ditekuni atau diteruskan.
Baca posting kami tentang memulai usaha budidaya jamur tiram secara mudah

Jika diadakan suatu pelatihan tentang budidaya jamur, maka lulusannya akan terbagi menjadi beberapa kemungkinan. Ada yang menganggapnya sebagai tambahan ilmu dan tidak melanjutkan menjadi suatu action, ada yang ikut dengan serius dan melanjutkannya dengan tindakan nyata (biasanya hanya 3 dari 10), yang terakhir, ada yang hanya ikut teman saja bahkan hanya untuk pacaran, hehe.

Untuk lebih jelasnya.., berikut gambaran mengenai pemenuhan kapasitas pasar jamur tiram bebanding dengan produksi yang ada :

Secara nyata saja, Kami diupayakan dapat mengirim jamur tiram Ke :
Pasar Surabaya = 100 kg/hari
Pasar Batu (untuk sore) = 50 kg/hari
Pasar Malang = 50 kg/hari.
Total seluruhnya 200 kg/hari.

Permintaan tersebut memiliki harga yang stabil yaitu untuk jamur tiram curah seharga Rp.6500 – Rp. 7500 /kg (diambil). Untuk bentuk kemasan per 200 gram dengan harga Rp.9000 – Rp.11.000 /kg. Fluktuatif harga ini tergantung pasokan jamur. Tetapi selama ini harga cenderung stabil.

Kumbung yang kami miliki untuk memenuhi permintaan tersebut adalah total 25.000 baglog. Andaikata saja kami pukul rata seluruhnya berproduksi dengan hasil panen maksimal 450gram per log, maka total hasil panen adalah : 0.45 kg x 25.000 = 11.250 kg.
Karakteristik jamur tiram itu adalah memiliki masa inkubasi 30 hari dan produksi selama 120 hari. Jika ini kami mampatkan tanpa memperhitungkan masa pembuatan baglog maka total adalah 150 hari.

Berarti kesimpulannya panen harian rata-rata adalah 11.250/150 = 75 kg.

Jadi dengan demikian produksi yang ada (75 kg/hari) masih belum dapat memenuhi permintaan (200 kg/hari).

Baca posting kami mengenai pembentukan jaringan pasar jamur tiram

Untuk dapat memenuhi permintaan tersebut, kami harus mengupayakan jumlah baglog dan pembangunan kumbung hingga dua kali lipatnya. Yaitu hingga 50.000 baglog. Untuk ini diperlukan biaya yang masih sangat besar karena harus membangun kumbung, mengupayakan peningkatan produksi baglog, dsb. Karena hal ini belum bisa kami upayakan (karena modal dan sumberdaya yang terbatas tentunya), maka yang paling mungkin adalah berbagai pihak ikut berbudidaya jamur tiram juga.

Sebagai catatan, permintaan yang ada tersebut adalah permintaan yang sudah pasti dan kontinu, sedangkan permintaan yang bersifat temporary juga cukup banyak seiring dengan dikenalnya jamur tiram ini. Untuk permintaan sementara yang jumlahnya sedikit dan tidak tetap ini, biasanya jamur bisa laku dengan harga cukup tinggi.

Dengan keterangan kami tersebut. Silahkan ditentukan, apakah usaha budidaya jamur tiram ini tergolong prospek atau tidak. Tetapi bagi kami, semakin prospeknya usaha ini digambarkan dengan semakin banyaknya permintaan jamur ke Kami maupun permintaan baglog ke agronusa mushroom sebagai mitra usaha kami. Selain itu tingkat pengetahuan masyarakat akan manfaat jamur tiram yang semakin baik dan tentunya dikarenakan rasanya yang enak, tentu akan menambah bagusnya prospek usaha ini ke depan.