Dari segala ciptaan Allah SWT, kami hanya mengamati betapa sungguh benar bahwa tidak ada dalam ciptaanNYA itu sia-sia..
Posting kali ini mungkin akan sedikit menjelaskan jawaban dari banyaknya pertanyaan yang masuk mengenai budidaya cacing lumbricus. SMS, Email, Telpon, bahkan yang datang bersilaturahim ke tempat kami rata-rata menanyakan jika sudah berbudidaya cacing, kemana kita akan menjualnya..??
Dalam posting kami sebelumnya mengenai budidaya cacing, perlu sedikit kami review di sini adalah, manfaat dari cacing yang antara lain :
- Untuk pakan ternak seperti dalam budidaya unggas, ikan, kodok, udang dan sebagainya
- Cacing juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kosmetik
- Untuk obat seperti obat demam.
Berikut ini sebuah bukti nyata dan usaha real mengenai pemanfaatan limbah baglog jamur tiram secara lebih komperehensif dan terintegrasi.
Budidaya yang sifatnya terintegrasi ini adalah:
Apakah sudah berhenti sampai disitu..???
Subhanallah..
Semua termanfaatkan..
Berikut sedikit ilustrasi dari budidaya yang terintegrasi yang ada di tempat rekan kami tersebut:
Dalam budidaya cacing lumbricus, cacing dalam sehari dapat memakan makanan seberat tubuhnya.., nah.. apabila dalam satu kotak berukuran 80cm x 300cm ini diberikan bibit cacing lumbricus sebanyak kurang lebih 15 kg, maka dalam sehari kurang lebih yang harus diberikan adalah minimal 15kg kandungan dari baglog buangan tersebut.
Asupan makanan tambahan juga perlu diberikan berupa ampas tahu atau yang lainnya. Kelembaban perlu dijaga dengan baik pula dengan memberikan penyiraman sekitar 2-3 hari sekali..
Makanan tambahan ini perlu diberikan agar berat cacing bisa bertambah secara optimal.., sedang kandungan dari baglog buangan tersebut merupakan makanan utama sekaligus merupakan media atau rumahnya...
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mengapa dalam budidaya cacing lumbricus ini ditekankan penggunaan baglog buangan? Karena di sini kita ingin menghasilkan kascing atau kotoran cacing yang ternyata juga dapat dimanfaatkan secara baik untuk tanaman-tanaman buah..
Kembali ke budidaya cacing tadi, pemberian baglog buangan tadi yang sebanyak kurang lebih 15kg per hari bisa diberikan sekaligus, misal 50kg untuk waktu makan kurang lebih 6 hari, makan tambahan yang diberikan juga bisa ditambahkan ampas tahu..
Dengan asupan pakan model ini, kira-kira per satu periode yaitu 4 bulan, diperlukan baglog buangan per kotak sebanyak kurang lebih 800 - 1000kg baglog sortir.. Ini kira-kira hanya untuk satu kotak budidaya cacing yang berisi kurang lebih 15 kg cacing lumbricus.., jadi jika ada 6 kotak budidaya cacing, dibutuhkan paling tidak sekitar 5000 kg sampai 6000kg (6TON) atau rata-rata per bulan kebutuhannya sekitar 1,5TON baglog buangan. Subhanallah..
Ternyata yang paling banyak membeli cacing ini adalah budidaya ikan air tawar seperti ikan nila, ikan sidat, ikan gurami, belut, dan sebagainya..
Dan harga cacingnya pun mencapai Rp. 50.000 /kg..
Ternyata dalam budidaya ikan, cacing ini bukan diberikan sebagai makanan utama, namun sebagai probiotik saja atau bahasa mudahnya sebagai suplemen semacam produk yakult jika untuk manusia..
Per kotak ukurannya sekitar 2x3 m2 untuk menampung kurang lebih 20-50kg ikan..
Pemberian cacing ini sifatnya pun mutlak jika menginginkan hasil budidaya ikan yang baik., karena itulah langganan cacing dari berbagai kota di jawa timur berdatangan untuk membeli cacing.. ada yang per minggu beli 20kg ada yang 30 kg, rata-rata berasal dari Jember, Probolinggo, Banyuwangi, Mojokerto..
Dengan kebutuhan akan cacing sejumlah itu.., otomatis ketersediaan cacing lumbricus menjadi kurang.., inilah sebabnya kami optimis untuk segera menambah kapasitas untuk budidaya cacing lumbricus, namun ini perlu benar-benar diatur untuk ketersediaan baglog buangan dari jamur tiram juga..
Nah.. selanjutnya.. bagaimana dengan Kascingnya..???
Dalam ujicoba, ternyata kascing sangat baik untuk tanaman-tanaman buah. Zat hara yang terdapat di dalamnya mampu untuk merangsang tumbuh buah secara lebih baik.. Hal ini pun telah dilakukan pada tanaman markisa.
Hasilnya, pot yang terdapat kascingnya, mampu menghasilkan buah yang banyak dan rasanya pun enak. Sedang pot yang tidak menggunakan kascing, buahnya hanya sedikit..
Akhirnya walaupun masih dalam tahap percobaan, namun InsyaALLAH kami yakin, dengan segera memanfaatkan kascing (kotoran cacing) sebagai pupuk atau malah media tanam dalam budidaya tanaman buah dalam pot, hasilnya nanti bisa sangat optimal..
Dan kami pun hanya bisa berucap Subhanallah.., luar biasa.. seluruhnya bisa termanfaatkan dengan baik dan menghasilkan baik pula..
Dan akhirnya terngiang-ngiang lagi ayat yang berulang-ulang dalam Surat Ar- Rahman:
"Lalu karunia Tuhanmu yang mana lagi yang hendak kamu dustakan?"


