Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Minggu, 24 Juli 2016

Mencoba untuk memahami lagi siklus jamur tiram agar kita bisa ingat dan bersyukur


”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahui-Nya (pula),dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering,melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”{QS.An-An’am(6):59}.

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka mengapa kamu masih berpaling?(Qs.Al An’am 95)


Jamur tiram hasil budidaya

Ketika memulai lagi dari awal dalam berbudidaya jamur tiram, saya lantas berpikir untuk mencoba memahami kembali bagaimana siklus hidup dari jamur itu. Kenapa sih..? Karena mungkin saja saya selama ini terlalu sombong dan lupa, terlalu sibuk dalam rutinitas yang itu itu saja, membuat F0 atau PDA, menurunkan ke F1 ke F2, membuat baglog jamur, menghasilkan jamur sebanyak mungkin dan berulang seperti itu. Rutinitas itu sering membuat saya lupa akan dzikrullah, lebih mengingat Allah Subhaanahu Wata'aala sebagai Tuhan yang menciptakan segala sesuatu termasuk jamur ini sehingga mestinya mendorong saya untuk lebih bersyukur kepadaNya..

Jamur tiram khususnya, dari mana asalnya, dan bagaimana siklus hidupnya? Yang pasti bukan F0 F1 F2 baglog - > lalu ditambuhkan jamur lalu dibuat F0 nya lagi.. Bukan, itu teknik budidaya nya saja..

Awal dari jamur tiram itu sebagaimana tumbuhtumbuhan, juga berasal dari biji. Yang kalau tumbuhan biasa dinamakan biji/benih, kalau jamur biji awalnya adalah spora jamur. 

Biji atau benih ini yang harus banyak didipikirkan keajaibankeajaibannya. Dia bagaikan SUPER KOMPUTER data yang canggih sekali. Biji yang kecil ini.. MasyaAllah, di dalamnya terdapat super flashdisk yang berisi informasi tentang:

  • Jenis tumbuhan
  • Tinggi dan besar dari tumbuhan itu
  • Jumlah batang, tangkai, daun, umur tanaman
  • Besar dan dalam akar, pembuluh yang menyangkut air dari akar ke seluruh batang
  • Jenis buah, macamnya, periode berbuah
  • Dan lain lain
Nah.. Canggih banget khan? Itu semua ada dalam biji yang kecil itu. Lalu kog ya manusia mau sombong. Hanya dibandingkan biji kecil itu saja manusia sudah kalah telak.

Khusus untuk jamur awal dari semuanya adalah 'SPORA', ini yang bisa disebut biji atau benihnya. Spora jamur ini merupakan unit reproduksi dari jamur tiram itu. Ukurannya sangat kecil, bahkan mikroskopik, kebanyakan merupakan sel tunggal walau nggak selalu seperti itu. Fungsi spora inilah yg mirip seperti biji/benih dalam tanaman biasa. 

Gambar spora yang dikeluarkan dari sirip-sirip jamur 

Dalam melepaskan spora berbagai jenis jamur memiliki jenis yang berbeda beda tergantung besarnya, bentuknya dan lain2.  Nah, karena kita ini petani jamur, saya tidak membahas yang lainnya, fokus saja pada jamur tiram.

Subdivisi yang umum dari jenis fungi itu dibagi menjadi Basidiomycetes dan Ascomycetes. Kita akan fokuskan saja pada Basidiomycetes karena jamur tiram itu adalah jenis ini. Apa sih Basidiomycetes itu???  Ciri-ciri yang paling gampang adalah jamur yang kalau kita lihat bagian bawah dari payung atau tudungnya itu seperti membentuk semacam sirip sirip. Nah, jamur yang demikian itulah jenis Basidiomycetes.

Basidiomycetes itu memproduksi spora di bagian sirip sirip jamur. Di sana terdapat struktur yang dinamakan Basidia, nah, di bagian ujung dari basidia basidia inilah terdapat spora yang biasanya berjumlah 4 inilah yang dinamakan Basidia spora. Coba saja perhatikan jika kita panen jamur di pagi hari sebelum melakukan penyiraman, pada bagian lantai, biasanya banyak sekali seperti serbuk serbuk berwarna putih. Itulah spora spora yang dikeluarkan oleh basidium/basidia yang terdapat pada sirip sirip jamur tiram.. 
 Serbuk putih spora yang keluar dari sirip jamur tiram

Selanjutnya, setelah SPORA dikeluarkan oleh basidium, spora akan terbang dan jatuh di tempat yang sesuai dengan syarat tumbuhnya. Spora itu kemudian akan mulai berkecambah dan membentuk suatu struktur baru yang dinamakan HYPHA. Dari sinilah proses reproduksi jamur berlangsung. Hypha yang satu akan saling mencari dan terkoneksi dengan hypha yang sesuai. Ini bukan dengan sistem jantan betina, tapi dengan system kesesuaian dari masingmasing hypha. Nah, hypha yang saling terkoneksi inilah yang nantinya membentuk MISELIUM. 

Tampak struktur hypha yang membentuk miselium

Nah, kalau sudah dalam tahap miselium inilah, petani jamur sudah paham. Miselium yang merambat pada media. Miselium itu berarti terbentuk dari jaringan struktur yang sangat kompleks dari hypha. Miselium inilah yang merupakan sistem akar dari jamur yang serupa dengan sistem akar pada tumbuh tumbuhan. Pertumbuhan miselium ini bisa dalam bentuk, besar, dan kepadatan yang beraneka macam semua tergantung dari area tumbuh dari miselium itu sendiri... 


Miselium yang merambat dari media baglog jamur tiram

Selanjutnya, dari jaringan miselium ini, pada kondisi, kelembaban, nutrisi, serta lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuhnya, maka miselium akan mulai memproduksi jamur. Awalnya akan terbentuk pin atau primordia yang merupakan bayi jamur. Bentuknya biasa masih kecil,namanya hyphal knot atau satuan ikatan hypha yg membentuk pita. Jika semua kondisi baik dan kondusif, mulailah dari primordium ini membesar, membentuk batang jamur, membentuk dan membesarkan payung dari jamur itu sendiri sehingga menjadi Jamur Tiram yang sempurna.. 


Primordium awal dari jamur tiram

Jadi jika di ringkas, siklus hidup dari jamur itu adalah sebagai berikut:

JAMUR TIRAM - - > mengeluarkan SPORA - - > membentuk HYPHA - - > terkoneksi membentuk MISELIUM - - > membentuk HYPHA KNOT - - > terbentuk PRIMORDIUM - - > membesar menjadi JAMUR TIRAM

Dari semua proses yang ada tersebut perlu jadi bahan pemikiran, bagaimana rancangan yang sempurna dalam siklus jamur berasal dari suatu sel SPORA yang sangat kecil.. MasyaALLAH.. lalu dari sesuatu yang kecil itu, dikembangkan dalam usaha budidaya jamur tiram menjadi sesuatu yang sangat besar..
Muncul petani jamur, jaringan pemasaran, pembuatan bibit mulai F0,F1,F2 hingga membuat media baglog jamur tiram itu sendiri.. Tercipta jutaan lapangan pekerjaan, tercipta mata pencaharian dan seterusnya.. dari mana.. dari SPORA yang sangat kecil... 

Allah Subhaanahu Wata'aala Yang MAHA Teliti, Yang Maha Tahu semua biji biji SPORA yang jatuh di kegelapan bumi, lalu menjadikannya hypha yang saling terkoneksi menjadi miselium yang selanjutnya menumbuhkan jamur tiram yang bermanfaat bagi kehidupan manusia...
Allah pulalah yang menumbuhkan jamur tersebut dari sesuatu yang mati, karena tumbuhnya memang pada dahan-dahan pohon yang lapuk yang telah mati.. Semua itu untuk manfaat manusia yang ada di bumi..


jamur yang tumbuh pada dahan yang mati

Maka, saya perlu untuk merenung, agar janganlah segala rutinitas dalam budidaya ini melalaikan dalam Dzikrullah dalam arti mengingat, mentadaburi semua ciptaanNYA yang Sempurna, walau dari hal-hal yang seringkali kita pandang remeh.., sehingga membawa kita untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepada manusia..

Karena ALLAH pula yang Berjanji, bagi HambaNYA yang bersyukur, maka.. Pasti, Allah selalu menambah dan menambah nikmatNYA kepada kita...

Jumat, 22 Juli 2016

Pindah lokasi baru


Bissmillah

Alhamdulillah, sejak pertengahan 2013 kami melakukan relokasi tempat usaha dari Dusun Junggo, Desa Tulungrejo - Batu Malang ke Dusun Amprong Desa Banjarejo Kecamatan Pakis Kabupaten Malang - Jawa Timur.. ini mulai dari NOL lagi.. eh.. bahkan dari minus ding.. hehehehe.. ga apa apa...
Memang inilah resiko kalau usaha budidaya pertanian tapi lokasinya sewa, bukan milik sendiri, harus banyak sekali pertimbangan yang diperhitungkan.. Begitu sewa tempat habis, lalu opsinya tidak bisa diperpanjang, pastinya akan timbul banyak permasalahan, apalagi jika di lokasi usaha yang ada sudah dibangun banyak fasilitas-fasilitas usahanya..

Di lokasi yang baru ini, Alhamdulillah, kami bekerja sama dengan pemilik lahan dengan metoda bagi hasil, dan kerja sama jangka panjang. ya memang juga sama sih, bukan lahan milik sendiri, namun InsyaAllah lokasi usaha yang baru ini adalah lokasi milik rekanan jamur juga, jadi diharapkan bisa lebih berkesinambungan dalam pola yang jangka panjang..


Di lokasi yang baru ini, kami integrasikan semuanya, yaitu lokasi tempat pembuatan media baglog jamur tiram, tempat inokulasi dan inkubasi, juga kumbung. Dari sini InsyaAllah semoga bisa lebih efektif kerjanya. Pembangunan mulai pertengahan 2013 dan jadi semua dan mulai beroperasi akhir 2013. Namun karena pindah tempat usaha, jadi semuanya harus mulai dari awal lagi, mulai mencari bahan-bahan utama, supplier, dan juga PELANGGAN jamurnya juga berubah TOTAL....


Kumbungnya juga dibuat dengan sistem baru yaitu menggunakan atap plastik UV (Ultraviolet) dan dindingnya bukan menggunakan dinding gedek bambu, namun memakai paranet, pertimbangannya sih, agar awet aja... semoga.. InsyaAllah


Jreng jreng.. tampilan kumbungnya... (hehe)

Kumbung dengan desain baru ini ya ada plus minusnya juga, sejauh ini masih kami evaluasi, namun semoga hasilnya positif.. kalau terhitung sampai tahun 2016 ini, berarti kumbung ini sudah hampir 3 tahun jalan sejak pertengahan 2013..

Suasana kerja di tempat pencampuran, logging, dan pressing media


Tempat inokulasi plus sekalian sebagai ruang inkubasi

Alhamdulillah, di lokasi yang baru ini, kami sudah membentuk sistem pembuatan baglog, pemasaran baglog dan juga pemasaran jamur tiram putih yang baru. Pelanggan baru, baik jamur dan baglog.. soalnya vacum lumayan lama, jadi awalnya sulit juga..

mohon doa rekan-rekan semua ya....

Minggu, 23 Oktober 2011

Video TUTORIAL Pembuatan Bibit PDA


Pembuatan bibit PDA yang berkualitas adalah merupakan inti atau awal dari seluruh proses budidaya jamur tiram putih.. Hal ini semakin disadari oleh petani / pebudidaya jamur tiram putih sehingga banyak yang penasaran, ingin tahu, lalu mengikuti pelatihan-pelatihan kultur jaringan untuk merekayasa pembuatan bibit PDA..

Secara umum, posting kami mengenai bibit PDA adalah salah satu dari posting yang terbanyak diperhatikan, dipelajari dan tentunya dikomentari.. seperti pada posting kami tentang :

Pembuatan bibit F0 / PDA Jamur tiram putih

atau yang terangkum dalam artikel:

Pembuatan bibit F0, F1, F2 jamur tiram putih


Kami pun telah membuat Ebook mengenai pembibitan yang bisa diunduh secara gratis pada posting kami sebelumnya di:

Ebook rekayasa pembibitan jamur tiram

yang hingga saat ini sudah di unduh lebih dari 4000 kali (Alhamdulillah)

Tetapi ternyata itu pun belum cukup...

Masih banyak telpon, email, sms, message, komentar via facebook dan sebagainya yang menanyakan beberapa detil tentang pembuatan bibit PDA..

Untuk itulah akhirnya kami menyusun sebuah format video tutorial mengenai pembuatan bibit PDA...

Apa sih yang bisa didapatkan dari video tutorial pembuatan bibit PDA ini..???



Kami mencoba menyusun video tutorial ini dengan berbagai visualisasi dan langkah-langkah yang simpel dan sederhana seperti yang kami lakukan agar mudah dipahami dan agar tentunya semua orang bisa melakukannya dengan baik...

Kemudian setelah itu, jika kita telah mampu membuat bibit PDA yang berkualitas dan baik.., maka banyak sekali yang InsyaALLAH akan mampu kita lakukan selanjutnya.. seperti..:
  1. Dari PDA yang berkualitas dan baik, InsyaALLAH kita akan mampu menghasilkan bibit induk F1 yang tentunya baik dan berkualitas pula.., sehingga selanjutnya kita tinggal mempelajari bagaimana langkah pembuatan bibit Induk F1 yang telah kami bahas pada Ebook kami..
  2. Selanjutnya dari bibit induk F1 yang berkualitas, InsyaAllah kita akan mampu menghasilkan bibit sebar F2 yang berkualitas pula..
  3. Dari bibit sebar F2 yang berkualitas, InsyaALLAH kita akan mampu memproduksi media tumbuh baglog jamur tiram putih yang berkualitas... sehingga menghasilkan potensi panen jamur tiram yang banyak dan menguntungkan bagi petani dan pebudidaya jamur tiram...
  4. Selain itu dengan mampu membuat bibit PDA yang berkualitas, itu merupakan pintu masuk yang sangat penting dalam bisnis penjualan bibit jamur tiram.. mulai PDA, F1, dan F2.. Jika kita sudah mempunyai kredibilitas yang baik sebagai penghasil bibit yang unggul, InsyaALLAH akan lebih mudah menjual bibit jamur dengan profit atau keuntungan yang baik pula..
Kunci dari seluruh proses budidaya jamur tiram putih adalah memahami dengan baik karakter tumbuh miselium mulai dari bibit PDA hingga ke media tumbuh baglog jamur tiram..
Seperti pembahasan pada Ebook pembibitan jamur tiram, densitas atau kepadatan miselium itu sangat penting karena perkembangan jamur tiram itu menyerap zat-zat organik dari lingkungannya lalu dirubah menjadi senyawa yang mengembangkan tubuh jamur itu sendiri..

Jadi jika diurut, PDA yang dibuat harus memiliki densitas atau kepadatan miselium yang tinggi, baru bisa kuat untuk menghasilkan bibit Induk F1 yang memiliki densitas atau kepadatan yang tinggi pula, demikian selanjutnya ke bibit sebar F2 lalu ke baglog jamur tiram..
Nah.., dari baglog jamur tiram yang memeiliki densitas atau kepadatan miselium yang baik, diharapkan berpotensi besar untuk bisa menghasilkan panen jamur yang optimal...!

VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN BIBIT PDA ini berbentuk format DVD Movie, yaitu harus diputar pada perangkat DVD player..

Durasi waktunya adalah 45 menit yang meliput:
1. Prolog..
Penjelasan mengenai bagaimana merekayasa pertumbuhan jamur tiram yang ada di alam bebas untuk dikembangkan pada media-media tumbuh baglog jamur tiram. Menjelaskan pengertian dasar dari bibit PDA dan potensi besar yang ada di dalamnya

2. Persiapan Alat dan bahan dalam pembuatan bibit PDA
Penjelasan mengenai peralatan-peralatan serta bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan bibit PDA.

3. Pembuatan media agar-agar PDA
Penjelasan mengenai langkah-langkah pembuatan media agar-agar PDA. Media PDA ini nantinya adalah media yang menjadi tempat tumbuh miselium yang diambil dari spora jamur melalui teknik kultur jaringan.

4. Pemilihan indukan jamur yang akan dipakai dalam inokulasi bibit PDA
Penjelasan mengenai bagaimana ciri-ciri jamur yang diharapkan memiliki banyak spora potensial untuk dijadikan indukan. Pemilihan indukan jamur ini sangat penting karena impan yang diambil dari jaringan tubuh jamur itulah yang merupakan inti dari perkembangan miselium pada bibit PDA selanjutnya.

5. Teknik pengambilan implan dari indukan jamur
Penjelasan mengenai teknik atau cara mengambil implan dari tubuh indukan jamur. Letak jaringan jamur, teknik penyayatan, lalu pengambilan implan akan divisualisasikan dengan jelas di sini. Pengambilan implan ini sangat penting karena dengan pengambilan yang benar, diharapkan perkembangan spora pada media PDA akan baik dan sempurna.

6. Proses inokulasi
Penjelasan mengenai langkah-langkah pada proses inokulasi pada media PDA. Setelah memahami teknik pengambilan implan, selanjutnya langkah inokulasi bisa dengan lebih cermat diperhatikan pada tutorial ini. Pada proses inilah inti dari pembuatan bibit PDA berlangsung, karena itu proses dan tatacaranya harus benar-benar diperhatikan untuk selanjutnya bisa dilatih secara terus menerus.

7. Memperhatikan perkembangan miselium pada bibit PDA lalu memilih bibit PDA unggulan..
Penjelasan mengenai perkembangan miselium bibit PDA mulai awal inokulasi hingga miselium mencapai 100% dari seluruh permukaan botol. Perkembangan miselium ini sangat penting untuk dipahami dan diperhatikan karena pada tahap inilah kita akan memilih PDA unggulan yang dijadikan starter dalam budidaya jamur tiram putih. Pemilihan unggulan bukan dipilih pada saat miselium mencapai 100%, tetapi pada saat awal dan pertengahan pertumbuhan miselium, untuk itu penjelasan ini sangat penting untuk diperhatikan.

8. Penutup
Penjelasan mengenai biaya pembuatan media yang sebenarnya murah dan ekonomis yang selanjutnya bagi Anda yang telah melihat keseluruhan video tutorial ini hendaknya segera mempraktekkannya dan dilatih terus hingga lancar dan mampu membuat bibit PDA yang berkualitas dengan ciri perkembangan miseliumnya tebal dan bergelombang...

Bagaimana cara mendapatkan DVD Tutorial ini..????????


Karena pembuatan DVD tutorial ini memerlukan biaya yang cukup besar dalam dokumentasi, setting, lalu memang harus dibuat oleh yang profesional dibidang desain grafis media, maka diperlukan biaya pula untuk mendapatkannya..

Namun, biaya yang harus dikeluarkan sangatlah ekonomis....
DVD Video Tutorial ini bisa didapatkan hanya dengan membayar biaya pengganti sebesar:

Rp. 175.000,- SAJA..!!!!!
plus ongkir + Rp. 15.000,-

flat ke seluruh INDONESIA..

Pengiriman melalui jasa ekspedisi TIKI
atau jasa PT POS INDONESIA

Apa yang bisa didapatkan dari harga itu..??

ANDA Bisa mendapatkan Video Tutorial pembuatan bibit PDA beserta bonus-bonus sebagai berikut:
  • 1 (satu) Keping DVD Movie berisi Video Tutorial pembuatan bibit PDA
  • 1 (satu) keping DVD Data berisi file-file penting dalam pembuatan bibit jamur yaitu:
  • EBOOK Lengkap mengenai teknik kultur jaringan dalam pembuatan bibit PDA
  • EBOOK Lengkap mengenai teknik pembuatan bibit induk F1
  • EBOOK Lengkap mengenai teknik pembuatan bibit semai/sebar F2
  • File-file foto dan video mengenai pembuatan bibit PDA (LENGKAP)
  • FIle-file foto dan video mengenai pembuatan bibit induk F1
  • File-file foto dan video mengenai pembuatan bibit semai/sebar F2
  • File-file foto dan video mengenai pembuatan media baglog jamur tiram putih
  • File-file PDF mengenai cara sederhana pembuatan media baglog jamur tiram
  • File-file PDF mengenai cara pembuatan kripik jamur tiram
  • FIle-file penunjang dalam budidaya jamur seperti referensi hasil panen, fluktuasi panen, dan sebagainya

Dari semua file-file itu kami harapkan ANDA Bisa mendapatkan visualisasi dan penjelasan yang utuh mengenai pembuatan bibit jamur mulai PDA, F1 dan F2 serta media tumbuh Baglog jamur tiram putih secara lebih lengkap..

Diharapkan hanya dengan mengeluarkan biaya Rp. 175.000,- tersebut, ANDA telah memiliki referensi yang cukup baik sehingga tidak diperlukan lagi pelatihan-pelatihan yang menghabiskan waktu dan biaya yang cukup besar...
Namun tentunya harus segera dipraktekkan dan dilatih secara terus menerus...
Bagaimana cara memesannya....????

Jika Anda tertarik untuk memesan, email kami di


beri kami data ANDA:
Nama:
Alamat lengkap:
No Telpon / HP
Lalu tulis= "PESAN DVD TUTORIAL"

atau SMS kami di
0817384454

Mohon hanya SMS

Beri kami data Anda:
Nama:
Alamat lengkap:
No Telp / HP:
dan tuliskan: PESAN DVD TUTORIAL

Lalu transferkan biaya Video TUtorial pembuatan Bibit PDA beserta Bonus-bonusnya sebesar:
Rp. 175.000,- + Biaya pengiriman Rp. 15.000,- = Total Rp. 190.000,-

Ke rekening Kami:
BCA 315 024 1498
atas Nama FITHRAWAN SATRIYANTO ,ST

atau ke

MANDIRI 144 000 977 0170
atas Nama FITHRAWAN SATRIYANTO ,ST

atau ke

BRI 6372-01-000597-50-3
atas Nama FITHRAWAN SATRIYANTO ,ST

Lalu konfirmasikan biaya transfer itu via SMS ke 0817384454 (SMS Saja) dengan format :

"sudah transfer ke rek BCA/Mandiri /BRI untuk pemesanan dvd tutorial"

Kami akan mengecek langsung via Internet Banking dan langsung mengirimkan DVD tersebut ke alamat pengiriman setelah dana kami terima..

Kami akan memberikan data RESI dari TIKI atau dari PT Pos Indonesia via SMS dan email setelah DVD dikirimkan dan kami akan memberikan GARANSI jika dalam waktu 10 hari DVD belum diterima..