Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Selasa, 26 Juli 2016

Mengatasi Penyakit Menghitamnya kembali baglog yang sebelumnya putih dengan miselium



Salah satu keluhan yang sering diutarakan oleh petani jamur tiram adalah sebuah penyakit pada baglog jamur tiram yang gejalanya adalah baglog yang tadinya normal dengan miselium putih namun tiba-tiba berubah menjadi serbuk gergaji kembali atau menjadi coklat kembali seolah miselium yang tadinya ada menjadi hilang..

Penyakit kembali coklatnya baglog dari yang sebelumnya putih dengan miselium seolah menjadi momok yang sangat menakutkan bagi petani jamur tiram, bagaimana tidak, ketika petani sudah bersyukur dengan panen jamur tahap pertama, tiba-tiba pada masa baglog seharusnya menuju panen kedua dan seterusnya, baglog kemudian menghitam atau menjadi coklat dengan warna serbuk kayu pada awalnya..

Kira-kira apa yang menjadi penyebabnya..?

Kami hingga sekarangpun sebenarnya belum berani menyimpulkan penyebabnya, namun dari pengalaman yang ada selama ini satu demi satu penyebab berikut solusinya InsyaAllah bisa kami simpulkan. Namun sekali lagi, ini hanyalah berasal dari pengamatan dan pengalaman kami yang terbatas saja. Bisa jadi penyebab, lalu solusi di daerah yang lain berbeda-beda pula..

Sepanjang pengamatan dan pengalaman kami, penyakit menjadi hitam/coklatnya baglog yang sebelumnya memiliki miselium yang normal itu dibagi menjadi 2(dua):
  1. Disebabkan oleh faktor perawatan jamur tiram di dalam kumbung 
  2. Disebabkan oleh faktor pada pembuatan media baglog jamur tiram
Mari kita bahas satu per satu ya...


1. Penyakit yang muncul akibat perawatan kumbung jamur yang kurang tepat

Pada saat awal kami melakukan budidaya jamur, kami memberlakukan sistem pengisian kumbung all in all out, yang artinya adalah jika kumbung memiliki kapasitas 4000 baglog (misalnya), maka pengisian kumbung dilakukan sekaligus yaitu 4000 baglog masuk ke dalam kumbung dengan kondisi miselium kurang lebih masih 50%. Sebelum pengisian, 2x24 jam sebelumnya kami melakukan proses sterilisasi kumbung dengan menggunakan formalin atau dengan disinfektan untuk membunuh kemungkinan jamur-jamur liar yang mengganggu pertumbuhan jamur tiram nantinya.. Dan apabila umur baglog mencapai 4 bulan dan sudah waktunya diganti, maka seluruh baglog di dalam kumbung dibuang secara bersamaan pula.

Begitu pula untuk kumbung dengan kapasitas lebih besar seperti 6000 baglog atau 9000 baglog, jika pun tidak bisa masuk secara bersamaan, paling lama jarak pengisian adalah 3 pekan, sehingga bisa dibuka cincinnya dengan jarak rentang waktu yang tidak terlalu berjauhan.. Dengan sistem seperti ini semua Alhamdulillah berjalan dengan lancar dan tidak pernah muncul permasalahan baglog kembali menghitam tersebut.

Namun, ketika kami harus berbagi pengisian kumbung karena baglog jamur tiram yang juga dijual kepada konsumen, akhirnya kumbung-kumbung kapasitas besar seperti yang 9000 baglog, tidak dapat diberlakukan sistem all in and all out tadi. Akhirnya pengisian kumbung diberlakukan menjadi 2 tahap, yaitu 4500 baglog dengan rentang waktu hampir 2 bulan. Efeknya adalah, tidak bisa dilakukan sterilisasi kumbung dengan menggunakan disinfektan karena dikhawatirkan mengganggu produksi jamur pada baglog yang masih aktif. Dari sinilah muncul permasalahan ini..

Kesimpulan sementara adalah, bisa jadi kumbung yang jarang dilakukan sterilisasi dengan disinfektan lalu diisi baglog jamur menjadi penyebabnya..

Cara mengatasinya hanyalah dengan selalu menjaga kebersihan, pada kumbung jamur kita. Dan sebisa mungkin berlakukan sistem all in and all out yaitu langsung mengisi kumbung dengan baglog yang baru, dan juga jika masa produksi jamur sudah berakhir, juga dibuang seluruhnya. Sehingga kumbung selalu dalam keadaan bersih pada awal musimnya..


2. Penyakit yang disebabkan pada saat pembuatan media baglog jamur tiram putih

Kami mencoba membongkar isi baglog yang kembali menjadi hitam/coklat tersebut ternyata yang kami dapati adalah banyaknya ulat-ulat dengan ukuran yang sangat kecil dan berwarna putih. Ulat itu kemungkinan memakan nutrisi yang ada di dalam baglog yang menyebabkan pertumbuhan miselium yang secara alami juga tumbuh di lingkungan media baglog menjadi terganggu.

Lalu dari mana munculnya ulat-ulat berukuran kecil ini..? Apa akibat proses sterilisasi atau pasteurisasi yang kurang matang..? Kami rasa tidak, jika memang proses ini gagal, mestinya miseliumnya tidak mau menjalar, namun kenyataannya miselium tetap berjalan normal, namun akhirnya terganggu oleh ulat-ulat kecil ini.. Lalu dari mana dong..??

Kalau ditelusuri kembali ternyata penyebabnya bisa beberapa hal:

  • Kualitas dedak yang kurang bagus atau sudah agak lama yang terkadang di dalamnya sudah ada hewan-hewan kecilnya.
  • Lokasi tempat pencampuran media yang kurang bersih dan higienis.
  • Lingkungan sekitar lokasi pencampuran media yang kurang bersih, misal dekat tempat sampah.
  • Mencampur media yang terlalu banyak (misal langsung untuk 2000 baglog) hingga campurannya menggunung, sedang ternyata tenaga kerja kurang, sehingga proses untuk memasukkan ke log log jamur tiram membutuhkan waktu lama hingga lewat 1-2 hari, terkadang lalu banyak lalat-lalat yang hinggap di sekitar gunungan campuran tersebut yang diduga kuat membawa telur-telur lalat
Secara umum, jika pada proses pembuatan media, itu disebabkan oleh lokasi pencampuran yang kurang bersih atau higienis..

 Bagaimana cara mengatasi masalah ini..?


Cara mengatasinya ada 2 yaitu tarap PENCEGAHAN dan tahap PENGOBATAN

TAHAP PENCEGAHAN
Pada penyakit yang muncul akibat perawatan kumbung yang kurang tepat:

  • Sebisa mungkin diberlakukan system all in all out, yaitu proses memasukkan baglog ke dalam kumbung secara keseluruhan, demikian pula membuangnya, sehingga system perawatan bisa lebih mudah dikontrol dan dievaluasi
  • Lakukan sterilisasi kumbung 2x24 jam menggunakan disinfektan seperti formalin atau bisa juga menggunakan disinfektan yang digunakan untuk mensterilkan kandang ayam SEBELUM memasukkan baglog jamur tiram di dalamnya.
  • Lakukan system pemanenan yang benar, yaitu dengan cara mencabut secara sempurna jamur dan jangan sampai ada sisa tangkai di dalam baglog
  • Selalu jaga kebersihan kumbung dengan baik

Penataan baglog ke dalam kumbung secara keseluruhan (all in)
Buang baglog ketika habis masa produsi secara keseluruhan (all out)
Cabut jamur hingga akarnya ketika panen jangan sampai ada yang tertinggal


 Pada penyakit yang muncul pada saat pembuatan baglog jamur tiram

  • Jaga selalu kebersihan lokasi tempat pencampuran media, lakukan sterilisasi lokasi secara berkala, paling tidak 1 pekan sekali dengan menyemprotkan lokasi menggunakan disinfektan
  • Jaga pula kebersihan lokasi SEKITAR tempat pencampuran media, sebisa mungkin lokasi pencampuran tidak dekat dengan pembuangan sampah, tempat pembuangan sisa-sisa panen jamur atau yang lainnya.
  • Dalam melakukan pencampuran media, lebih baik dilakukan dengan skala kecil tapi berulang, misalkan jika ingin mencampur 1000 baglog, lebih baik mencampur 4 kali yaitu per 250 baglog, atau 2 kali yaitu per 500 baglog. Ini lebih baik, karena selain lebih menjaga kadar air karena tidak terlalu banyak menguap dalam proses logging, juga mencegah banyaknya lalat atau binatang kecil pengganggu.
  • Selalu lakukan pengawasan terhadap kualitas serbuk gergaji, kualitas dedak, dan bahan-bahan lainnya.

Jaga kebersihan lokasi pencampuran, bisa juga dengan melapisi lantai dengan plastik atau terpal


TAHAP PENGOBATAN

Khusus tahap pengobatan, tidak lagi dibagi karena penyebabnya, namun sudah dalam tahap bagaimana mengatasi masalahnya. Bagaimana itu? Coba lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  • SEGERA lakukan identifikasi masalah dan jangan sampai terlambat. Masalah menjadi hitam/coklatnya baglog sudah langsung terlihat mulai dari ujung depan baglog dengan gejala mulai muncul warna hitam seolah miseliumnya sudah tidak merambat ke arah sana. Jika ini yang terjadi, maka itu sudah menjadi gejala awal. Maka jangan ditunggu sampai warna hitam ini merambat sampai habis, karena jika baglog sudah menjadi coklat/hitam, maka TERLAMBAT dilakukan penanganan.
  • Jika yang Nampak pada gejala awal tidak terlalu banyak, segera lakukan isolasi, atau pemindahan baglog yang bermasalah agar tidak menular ke baglog yang sehat.
  • Lakukan refresh atau dipangkas pada baglog yang menghitam tersebut agar tidak menjalar ke belakang.
  • Lakukan langkah pengobatan, yaitu dengan cara membuka plastic baglog di gulung agak lebar, lalu disemprot menggunakan obat seperti REGEN atau yang sejenisnya.. Sebelum dilakukan pengobatan, hendaknya baglog yang terkena penyakit direfresh terlebih dahulu dengan mencabut semua jamurnya bahkan yang masih pinhead sekalipun..

Demikian pengalaman kami dalam mengatasi masalah baglog yang hilang miselium atau baglog kembali menjadi hitam/coklat padahal sebelumnya putih dengan miselium..

Semoga bermanfaat..

Minggu, 24 Juli 2016

Mencoba untuk memahami lagi siklus jamur tiram agar kita bisa ingat dan bersyukur


”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib. Tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri. Dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahui-Nya (pula),dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau kering,melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)”{QS.An-An’am(6):59}.

Sesungguhnya Allah menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. (yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, Maka mengapa kamu masih berpaling?(Qs.Al An’am 95)


Jamur tiram hasil budidaya

Ketika memulai lagi dari awal dalam berbudidaya jamur tiram, saya lantas berpikir untuk mencoba memahami kembali bagaimana siklus hidup dari jamur itu. Kenapa sih..? Karena mungkin saja saya selama ini terlalu sombong dan lupa, terlalu sibuk dalam rutinitas yang itu itu saja, membuat F0 atau PDA, menurunkan ke F1 ke F2, membuat baglog jamur, menghasilkan jamur sebanyak mungkin dan berulang seperti itu. Rutinitas itu sering membuat saya lupa akan dzikrullah, lebih mengingat Allah Subhaanahu Wata'aala sebagai Tuhan yang menciptakan segala sesuatu termasuk jamur ini sehingga mestinya mendorong saya untuk lebih bersyukur kepadaNya..

Jamur tiram khususnya, dari mana asalnya, dan bagaimana siklus hidupnya? Yang pasti bukan F0 F1 F2 baglog - > lalu ditambuhkan jamur lalu dibuat F0 nya lagi.. Bukan, itu teknik budidaya nya saja..

Awal dari jamur tiram itu sebagaimana tumbuhtumbuhan, juga berasal dari biji. Yang kalau tumbuhan biasa dinamakan biji/benih, kalau jamur biji awalnya adalah spora jamur. 

Biji atau benih ini yang harus banyak didipikirkan keajaibankeajaibannya. Dia bagaikan SUPER KOMPUTER data yang canggih sekali. Biji yang kecil ini.. MasyaAllah, di dalamnya terdapat super flashdisk yang berisi informasi tentang:

  • Jenis tumbuhan
  • Tinggi dan besar dari tumbuhan itu
  • Jumlah batang, tangkai, daun, umur tanaman
  • Besar dan dalam akar, pembuluh yang menyangkut air dari akar ke seluruh batang
  • Jenis buah, macamnya, periode berbuah
  • Dan lain lain
Nah.. Canggih banget khan? Itu semua ada dalam biji yang kecil itu. Lalu kog ya manusia mau sombong. Hanya dibandingkan biji kecil itu saja manusia sudah kalah telak.

Khusus untuk jamur awal dari semuanya adalah 'SPORA', ini yang bisa disebut biji atau benihnya. Spora jamur ini merupakan unit reproduksi dari jamur tiram itu. Ukurannya sangat kecil, bahkan mikroskopik, kebanyakan merupakan sel tunggal walau nggak selalu seperti itu. Fungsi spora inilah yg mirip seperti biji/benih dalam tanaman biasa. 

Gambar spora yang dikeluarkan dari sirip-sirip jamur 

Dalam melepaskan spora berbagai jenis jamur memiliki jenis yang berbeda beda tergantung besarnya, bentuknya dan lain2.  Nah, karena kita ini petani jamur, saya tidak membahas yang lainnya, fokus saja pada jamur tiram.

Subdivisi yang umum dari jenis fungi itu dibagi menjadi Basidiomycetes dan Ascomycetes. Kita akan fokuskan saja pada Basidiomycetes karena jamur tiram itu adalah jenis ini. Apa sih Basidiomycetes itu???  Ciri-ciri yang paling gampang adalah jamur yang kalau kita lihat bagian bawah dari payung atau tudungnya itu seperti membentuk semacam sirip sirip. Nah, jamur yang demikian itulah jenis Basidiomycetes.

Basidiomycetes itu memproduksi spora di bagian sirip sirip jamur. Di sana terdapat struktur yang dinamakan Basidia, nah, di bagian ujung dari basidia basidia inilah terdapat spora yang biasanya berjumlah 4 inilah yang dinamakan Basidia spora. Coba saja perhatikan jika kita panen jamur di pagi hari sebelum melakukan penyiraman, pada bagian lantai, biasanya banyak sekali seperti serbuk serbuk berwarna putih. Itulah spora spora yang dikeluarkan oleh basidium/basidia yang terdapat pada sirip sirip jamur tiram.. 
 Serbuk putih spora yang keluar dari sirip jamur tiram

Selanjutnya, setelah SPORA dikeluarkan oleh basidium, spora akan terbang dan jatuh di tempat yang sesuai dengan syarat tumbuhnya. Spora itu kemudian akan mulai berkecambah dan membentuk suatu struktur baru yang dinamakan HYPHA. Dari sinilah proses reproduksi jamur berlangsung. Hypha yang satu akan saling mencari dan terkoneksi dengan hypha yang sesuai. Ini bukan dengan sistem jantan betina, tapi dengan system kesesuaian dari masingmasing hypha. Nah, hypha yang saling terkoneksi inilah yang nantinya membentuk MISELIUM. 

Tampak struktur hypha yang membentuk miselium

Nah, kalau sudah dalam tahap miselium inilah, petani jamur sudah paham. Miselium yang merambat pada media. Miselium itu berarti terbentuk dari jaringan struktur yang sangat kompleks dari hypha. Miselium inilah yang merupakan sistem akar dari jamur yang serupa dengan sistem akar pada tumbuh tumbuhan. Pertumbuhan miselium ini bisa dalam bentuk, besar, dan kepadatan yang beraneka macam semua tergantung dari area tumbuh dari miselium itu sendiri... 


Miselium yang merambat dari media baglog jamur tiram

Selanjutnya, dari jaringan miselium ini, pada kondisi, kelembaban, nutrisi, serta lingkungan yang sesuai dengan syarat tumbuhnya, maka miselium akan mulai memproduksi jamur. Awalnya akan terbentuk pin atau primordia yang merupakan bayi jamur. Bentuknya biasa masih kecil,namanya hyphal knot atau satuan ikatan hypha yg membentuk pita. Jika semua kondisi baik dan kondusif, mulailah dari primordium ini membesar, membentuk batang jamur, membentuk dan membesarkan payung dari jamur itu sendiri sehingga menjadi Jamur Tiram yang sempurna.. 


Primordium awal dari jamur tiram

Jadi jika di ringkas, siklus hidup dari jamur itu adalah sebagai berikut:

JAMUR TIRAM - - > mengeluarkan SPORA - - > membentuk HYPHA - - > terkoneksi membentuk MISELIUM - - > membentuk HYPHA KNOT - - > terbentuk PRIMORDIUM - - > membesar menjadi JAMUR TIRAM

Dari semua proses yang ada tersebut perlu jadi bahan pemikiran, bagaimana rancangan yang sempurna dalam siklus jamur berasal dari suatu sel SPORA yang sangat kecil.. MasyaALLAH.. lalu dari sesuatu yang kecil itu, dikembangkan dalam usaha budidaya jamur tiram menjadi sesuatu yang sangat besar..
Muncul petani jamur, jaringan pemasaran, pembuatan bibit mulai F0,F1,F2 hingga membuat media baglog jamur tiram itu sendiri.. Tercipta jutaan lapangan pekerjaan, tercipta mata pencaharian dan seterusnya.. dari mana.. dari SPORA yang sangat kecil... 

Allah Subhaanahu Wata'aala Yang MAHA Teliti, Yang Maha Tahu semua biji biji SPORA yang jatuh di kegelapan bumi, lalu menjadikannya hypha yang saling terkoneksi menjadi miselium yang selanjutnya menumbuhkan jamur tiram yang bermanfaat bagi kehidupan manusia...
Allah pulalah yang menumbuhkan jamur tersebut dari sesuatu yang mati, karena tumbuhnya memang pada dahan-dahan pohon yang lapuk yang telah mati.. Semua itu untuk manfaat manusia yang ada di bumi..


jamur yang tumbuh pada dahan yang mati

Maka, saya perlu untuk merenung, agar janganlah segala rutinitas dalam budidaya ini melalaikan dalam Dzikrullah dalam arti mengingat, mentadaburi semua ciptaanNYA yang Sempurna, walau dari hal-hal yang seringkali kita pandang remeh.., sehingga membawa kita untuk selalu bersyukur atas semua nikmat yang telah dilimpahkan oleh Allah kepada manusia..

Karena ALLAH pula yang Berjanji, bagi HambaNYA yang bersyukur, maka.. Pasti, Allah selalu menambah dan menambah nikmatNYA kepada kita...