Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Senin, 24 Agustus 2009

Bagi hasil dalam bisnis jamur tiram (bagian 1)

Sebelumnya kami selaku jajaran pengelola bisnis jamur tiram mengucapkan

Marhaban yaa Ramadhan.., Telah tiba bulan suci yang ditunggu-tunggu. Bulan penuh ibadah dan keta'atan kepada Allah SWT.
Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan..

Penjelasan sederhana ini sekaligus menjawab pertanyaan bagaimana sebenarnya pantesnya melakukan bagi hasil dalam bisnis budidaya jamur tiram putih.
Sebenarnya agak sulit menjawab ini, karena semua tergantung bagaimana kesepakatan yang dibuat oleh investor selaku pemilik modal dan petani jamur, dan tentunya sumber daya yang dimiliki oleh keduanya.

Jika memang sang investor memiliki dana, sedang sang petani memiliki lahan, kumbung, dan mengusahakan perawatan, maka pantaslah jika pembagian hasil dilakukan dengan merata yaitu 50:50. Artinya disini investor membeli baglog yang akan diisikan di kumbung petani, lalu petani merawatnya, lalu hasil penjualan jamur tiram dibagi dua. Ini berlaku jika penjualan jamur juga diusahakan bersama-sama.

Jika investor mengusahakan dana, lalu petani menyediakan lahan, kumbung, perawatan, dan penjualan sekaligus, bisa saja dengan menghitung hasil bersih dari penjualan jamur dikurangi modal baglog, lalu keuntungan bersih itu dibagi dengan 60% untuk petani, dan 40% untuk investor.
Semua ini sekali lagi tergantung kebijakan, dan kesepakatan masing-masing. Namun bagaimana kira-kira simulasi hasil yang diterima yaa...??

Sistem bagi hasil keuntungan ini bisa diterapkan dan layak untuk diusahakan jika skala bisnis yang akan dijalankan diatas 5000 baglog. Jika dibawah itu, tingkat keuntungan yang didapat mungkin terlampau kecil. Selain itu juga, diharapkan jaringan pemasaran jamur tiram putih yang akan dikelola sudah terbentuk, baik itu dengan sistem plasma, atau memang investor dan petani telah memiliki jaringan pemasaran sendiri.

Simulasi sederhananya sebagai berikut :

Katakan baglog yang akan dikelola sejumlah 5000 baglog.
Katakan harga baglog Rp.1800/bag
ditambah biaya transportasi dan penataan dalam kumbung dan sekaligus biaya pembongkaran baglog di akhir musim produksi menjadi Rp.2100/bag

Jadi modal total adalah Rp. 10.500.000,-

Target panen jamur tiram putih 0,4kg /baglog jadi 0,4 x 5000 = 2000 kg.
Harga jual jamur dasar di tingkatan petani rata-rata Rp.7000 (tanpa menghitung transport, pengemasan, dll)
Jadi hasil total adalah = 2000 x Rp.7000 = Rp. 14.000.000,-

Keuntungan kotor sebelum dibagi hasil adalah

Rp.14.000.000 - Rp.10.500.000 = Rp. 3.500.000,-

Keuntungan ini akan didapat dalam 4 bulan masa produksi.
Jadi simulasi bagi hasilnya jika 60:40 adalah
Bagi investor bagi hasilnya adalah 40% dari Rp.3.500.000 yaitu Rp.1.400.000,- Jika dibuat prosentasenya menjadi : Rp.1.400.000/Rp.10.500.000 = 13,3%
Atau jika dibagi 4 bulan menjadi 3,33% per bulannya..

Jadi dengan modal Rp.10.500.000, keuntungan per bulannya kira-kira Rp.350.000 an..

Hasil yang lumayan bukan..? Dari pada uang diem di bank.., bahkan ini jelas hasil yang lebih halal dan banyak daripada didepositokan di bank..

Bagi petani wajar jika hak nya lebih banyak, yaitu 60%, karena memiliki kumbung dan juga melakukan perawatan terhadap baglog. Pekerjaan petani disini antara lain adalah, menjaga kebersihan kumbung, mengatur kelembaban dengan memantaunya, melakukan penyiraman. Setiap harinya petani juga melakukan proses pemanenan dan perawatan terhadap jamur hasil panen hingga siap dalam keadaan bersih tanpa tangkai/bonggol.

Bagi petani, hasilnya adalah 60% dari Rp.3.500.000 yaitu Rp.2.100.000. Jadi jika dibagi empat bulan, petani menerima gaji sebesar Rp.525.000/bulannya.

Mari kita analisa sedikit kerja petani ini.., sebenarnya berapa jam kah kerja efektifnya dalam satu hari dengan merawat 5000baglog itu..???
Ini berdasarkan pengalaman kami sendiri.

Jika hasil 2000kg dalam 4 bulan itu dibuat rata, artinya per harinya panen sebanyak kurang lebih 16kg. (Maaf simulasi ini kami buat rata saja agar mudah dipahami, sebenarnya, fluktuasi panen tidak merata, pada 2 bulan awal panen banyak, lalu turun pada 2 bulan berikutnya). Pekerjaan panen 16 kg itu hanya memakan waktu sekitar 30menit saja, lalu proses pengguntingan dan pembersihan tangkai, sekitar 45 menit. Total semuanya hanya 75 menit, atau maksimal 90 menit saja.

Untuk kumbung kapasitas 5000 baglog itu besarnya kira-kira 6x12 m2. Pekerjaan menyapu, menyiram, paling lama memakan waktu sekitar 90 menit juga. Jadi dalam merawat jamur dengan kapasitas 5000baglog, paling lama pekerjaannya adalah 3 jam per hari. Selanjutnya petani juga bisa melakukan pekerjaan lainnya di hari itu.
Simulasi ini bisa juga dibuat linier, jadi kira-kira jika kapasitas 10.000 baglog, hasilnya bisa langsung dikalikan 2.

Catatan :
Perhitungan bisnis sederhana tersebut berlaku apabila dengan sistem bagi hasil..
Bagaimana jika investor melakukan pembangunan kumbung lalu menggaji petani..?? InsyaALLAH coba kami jelaskan pada posting selanjutnya..

13 komentar:

  1. dimana ada yg bs di ajak kerjasama bagi hasil semacam ini ?
    bs info ke email sya.
    pratama_arfianta@yahoo.com

    BalasHapus
  2. bagus sekali postingnya tks

    BalasHapus
  3. jikalau memang ada investor yg mau saya siap,karena saya punya 2 kumbung.di karenakan saat ini sy lagi ga punya modal.jika ada sy siap segala-galanya.tolong buat investor hub sy 088 210 339 198. alamat sy di jatiwangi majalengka jawa barat.

    BalasHapus
  4. di tunggu banget buat investor.saat ini sy sedang membuat bibit.insya allah berhasil.

    BalasHapus
  5. TIPS MENCARI INVESTOR
    buat proposal semenarik mungkin, ceritakan sampai detail mengenai profit dan risknya, sehingga calon investor tahu mengenai bisnis ini secara mendetail dan yang terpenting adalah jaga kepercayaan, saat ini saya baru saja mendapat investor semoga anda berhasil

    BalasHapus
  6. Posting yg sangat bagus...Saluuttt..
    Sebelumnya slam kenal....
    nama saya indra - surabaya...
    saya tertarik bisnis ini, saya punya lahan...dan modal ya Insya Allah cukup.
    kira2 bisa mohon bimbingannya untuk memulai bisnis ini ? trus bs kasih info mengenai dmn qta mo jual hsl panennya? balas saya di email: wong_indra@yahoo.com

    BalasHapus
  7. Assalamu'alaikum wr wb....
    saya sudah membaca beberapa artikelnya..bagus..sebagian ada yang saya copi..untuk perbandingan yang sedang mau memulai, semoga tidak berkeberatan jika ada kesulitan minta advice-nya

    BalasHapus
  8. Terima ksih info budidya jamur tiram.smg manjadi ladang amal.sy tertarik jg utk ikut budi daya janur tiram.ke depan apakah bisa peluang usaha yg menjanjikan? sy juga pengen bermitra dg ibu2 muda tetangga sy untuk pemberdayaan ekonomi keluarga.

    BalasHapus
  9. untuk usaha jamur ini berpa biaya untuk membuat lumbungnya, saya masih bingung soalnya ada yang bilang antara 5 jutaan - 10 jutaan, dan di daerah seperti apa yang bagus untuk bangun lumbung
    tolong balas ke solahuddin23@gmail.com
    hatur nuhun

    BalasHapus
  10. saya sedang merintis usaha jamur tiram, saya masih bingung dgn masalah pemasaran. kira2 apakah ada yang siap membeli ketika jamur saya sedang panen?? lokasi saya di trenggalek. mohon bantuannya

    BalasHapus
  11. Salam sukses untuk semuanya, Mari mulai usaha mandiri menjadi pengusaha jamur tiram Jamur Tiram Go Online Sukses

    BalasHapus
  12. Tolong Pak info proposal ke edymaryanto30@yahoo.com mksh

    BalasHapus