Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb

Galeri photo jamur Step pertumbuhan jamur Bibit PDA F1 F2 Alat Spinner Autoclave Tips beli baglog Berbisnis jamur1 Berbisnis jamur2 Hasil jamur dari baglog Tips kualitas baglog Tips kualitas bibit Desain steamer Desain boiler Kegagalan budidaya Kumbung jamur Perawatan jamur Pola pertumbuhan jamur biaya baglog1 biaya baglog2

Sabtu, 30 Oktober 2010

Kegagalan dalam budidaya jamur tiram

Dalam pembuatan baglog jamur tiram, seringkali timbul yellow spot, green spot, gagal menumbuhkan miselium, perkembangan miselium lambat, baglog membusuk, dsb.


Kegagalan ini sebenarnya disebabkan oleh berbagai macam faktor, memang faktor kegagalan ini harus juga diperhitungkan agar kita siap dalam mengantisipasinya.
Seringkali faktor sterilisasi media dianggap sebagai satu-satunya sebab dalam kegagalan.

Padahal proses sterilisasi media hanya merupakan salah satu penyebab saja. Dalam berbagai analisa rekan-rekan, literatur, pengalaman, faktor-faktor kegagalan ini dapat disebabkan berbagai macam sebab. Posting kali ini mencoba sedikit menganalisa sebab-sebab tersebut dan sedikit antisipasinya.
Jika dari sahabat dan rekan-rekan memiliki pengalaman yang lain kami mohon kritik, saran, dan tentunya feedback nya agar juga menambahkan posting ini.

Faktor dari serbuk kayu yang digunakan
Media kayu adalah media utama dalam penumbuhan jamur ini. Jadi sangat penting untuk memperhatikan jenis serbuk kayu yang digunakan. Hendaknya untuk mempermudah budidaya, jenis kayu yang digunakan homogen atau tidak bercampur. Ini berpengaruh dalam lamanya waktu pengomposan dan juga tentunya perkembangan miselium. Untuk wilayah di pulau jawa, paling mudah menggunakan jenis kayu sengon laut. Pencampuran dengan jenis lainnya boleh dilakukan tetapi hendaknya 80% bersifat homogen.Seringkali kegagalan timbul karena pencampuran ini tidak terkontrol, apalagi tercampur dengan jenis kayu yang bergetah seperti kayu pinus, damar, cemara, dan sebagainya.
Penting juga untuk memperhatikan apakah dari penggergajian kayu, serbuk gergaji tersebut terkena tumpahan oli atau tidak, karena sangat beresiko jika digunakan dalam budidaya

Faktor PH
Dalam pencampuran media baglog, tingkat PH dari serbuk gergaji harus diperhatikan dengan benar di kisaran 7. PH yang terlalu basa (poin 7 keatas hingga 8) akan menyebabkan kegagalan. Karena faktor PH ini lah, dalam budidaya diperlukan pengomposan. Metoda pengomposan dari masing-masing pebudidaya memang lain-lain, tapi tujuannya satu yaitu menurunkan PH serbuk gergajian. Metoda itu antara lain:
  • Setelah mencampur, dibiarkan semalam, lalu baru dimasukkan ke dalam kantong baglog
  • Dengan mencampurkan EM4 untuk mempercepat pengomposan
  • Mencampur serbuk gergajian dengan kapur lalu dibiarkan minimal 3 minggu untuk pengomposannya.

Penting sekali untuk memeriksa kondisi PH ini sebelum dimasukkan ke dalam kantong. Pemeriksaan bisa dengan PH meter atau kertas lagmus. Ada pengalaman dari rekan-rekan, jika PH masih di kisaran 7,5 - 8, campuran diberi sedikit campuran air cuka.. lalu diperiksa kembali, setelah PH di sekitar 7, baru dimasukkan ke dalam kantong.

Faktor AIR
Dalam menambahkan kadar air, seringkali kita memang tidak memeriksa air yang digunakan. Ada yang menggunakan air sumur, air PDAM, atau malah air kali biasa. Kandungan kimia pada air tersebut terkadang tidak kita ketahui, jika terdapat kandungan yang mungkin saja bisa menggagalkan dalam proses budidaya, hal ini tentunya tidak kita inginkan. Cara sederhana untuk mengatasinya adalah, air yang akan kita gunakan hendaknya diendapkan dahulu, bisa juga dengan mencampurkan arang untuk menetralisir dan memurnikan air.

Faktor campuran yang kurang baik
Kadar dari campuran memang bermacam-macam dari masing-masing pebudidaya, tetapi rata-rata menggunakan nutrisi sekitar 10%-15%, ada yang maksimal hingga 20% dari berat gergajian. Nutrisi yang kami maksud di sini adalah perbandingan bekatul atau jagung.
Pastikan bahan yang digunakan dalam campuran masih dalam kondisi segar dan baru, tentunya kualitasnya juga harus baik.
Penting sekali untuk segera melakukan sterilisasi setelah campuran dimasukkan ke dalam kantong baglog. Karena setelah dimasukkan ke dalam plastik, akan timbul gas fermentasi yang dapat melambatkan tingkat kecepatan tumbuh miselium nantinya, atau bahkan menghentikannya sama sekali.
Lihat posting tentang campuran baglog

Faktor sterilisasi
Nah.. faktor ini yang sering menjadi momok pada budidaya. Metodanya banyak sekali, ada yang menggunakan tong, ada yang menggunakan steamer beton, plat baja. Ada yang langsung dipanaskan, ada yang menggunakan boiler sebagai penghasil uap panasnya. Intinya cuma satu, bagaimana metoda yang digunakan tersebut dapat memanaskan media baglog hingga 100 derajat C dan mematikan semua bakteri yang ada. Sehingga baglog yang sudah steril tersebut dapat tumbuh miseliumnya setelah ditanamkan bibit di dalamnya.
Air yang digunakan dalam memanaskan baglog juga sebaiknya harus selalu baru dan bersih.
Lihat posting kami tentang sterilisasi baglog.

Faktor kesalahan dalam inokulasi
Dalam melakukan inokulasi bibit jamur tiram putih, kondisi baglog setelah melalui proses sterlilisasi harus memiliki suhu yang pas..
Suhu baglog yang masih terlalu panas dapat menyebabkan kegagalan, begitu juga sebaliknya, suhu yang sudah terlalu dingin juga dapat menimbulkan kegagalan.
Suhu yang baik kira-kira di kisaran 35-38 derajat C (masih hangat sedikit, tapi tidak panas)
Jangan pula misalnya sudah lebih dari 2 hari keluar dari steamer proses sterilisasi, baru dilakukan proses inokulasi, ini sudah terlalu dingin.
Indikasi faktor inokulasi berhasil dapat dilihat seperti foto di bawah ini, walau hanya baru 3 hari, perkembangan miselium sudah terpantau dengan menyebarnya pengapasan.



Faktor bibit jamur yang kurang baik
Bibit jamur tiram putih sangat penting sekali dalam menentukan tingkat keberhasilan dalam budidaya jamur tiram putih. Kualitas bibit ini sangat menentukan keberhasilan. Jangan menggunakan bibit yang sudah terlalu tua. Itu sebabnya sebaiknya jika membeli bibit, janganlah yang kondisi sudah 100% miseliumnya, karena kita sendiri tidak tahu sudah berapa lama umur bibit itu sendiri. Bibit yang sudah terlalu tua (apalagi sudah tumbuh jamurnya) kurang baik untuk digunakan. Bibit yang berumur masih muda memiliki kekuatan yang lebih baik.
Dalam membeli bibit sebaiknya dalam kondisi 70% atau 80% miseliumnya. Dan segera digunakan setelah miselium menyelimuti botol (100%). Jika masih tertunda penggunaannya, maksimal seminggu setelah miselium bibit mencapai 100% sudah harus digunakan.
Dalam pembuatan bibit juga perlu diperhatikan dengan baik sejak dari proses di PDA. Jika perkembangan miselium di PDA sangat tebal dan bagus, InsyaALLAH selanjutnya jika diturunkan ke F1 dan F2 akan bagus terus. Contoh PDA yang bagus seperti pada foto botol sebelah kiri.


Komposisi bibit
Ada baiknya kita juga tahu komposisi nutrisi dari bibit yang akan kita gunakan. Komposisi nutrisi pada bibit jamur tiram menentukan kualitas kekuatan miselium dalam perkembangan di baglog nantinya. Indikasi sederhananya dapat terlihat pada warna putih miselium di botol bibit. Jika putihnya berwarna sangat putih, ini mengindikasikan nutrisi nya baik, tapi jika warna putihnya hanya semu saja, ini mengindikasikan nutrisi yang digunakan kurang.
tampak foto miselium putihnya tebal
walaupun masih kondisi 20%


lihat posting tentang pembibitan jamur

Faktor kebersihan ruang inkubasi
Pada ruang inkubasi, faktor kebersihan, sirkulasi udara, kelembaban juga harus sangat diperhatikan. Bisa jadi semua faktor sudah terlewati dengan baik, dan perkembangan miselium juga baik, tetali karena ruang inkubasi kurang bersih, perkembangan miselium justruk menjadi lambat dan malah terhenti sama sekali. Ada baiknya ruang inkubasi secara rutin dilakukan sterilisasi dengan menyemprotkan formalin 2% sebelum diisi baglog, ini untuk meyakinkan bersih dan sterilnya ruang inkubasi itu sendiri.
Mungkin masih ada beberapa faktor lagi yang terlewat bisa ditambahkan kemudian..

25 komentar:

  1. ass... siang mas wawan...
    tulisan yang sangat menarik sekali... sangat membantu bagi kami yg masih pemula dalam usaha ini...
    btw.... mau tanya kalau misalnya serbuk gergajiannya sdh lama disimpan, apakah masih bagus untuk dipakai untuk baglog...
    terimaksih...
    wassalam

    BalasHapus
  2. Fithrawan Satriyanto30 Oktober 2010 15.39

    Wass wr wb
    Siang Mas Muhammad Ikrom.., untuk serbuk gergajian memang bagusnya yang sudah berumur kurang lebih satu bulan. Bukan yang baru, jadi sudah agak melapuk, demikian Mas.. Wass WR Wb

    BalasHapus
  3. ass,,,mas fith.
    cm menambahkan sdkt pengalaman yg sy dpt dr tmn saya,,,air untuk campuran jngn menngunakan air dr instalasi PDAM..krn ada kandungan kaporit dan sbagainya,,
    maaf jika salah.

    BalasHapus
  4. ass...untuk beli grajen kayu skala besar (1 truk) dmn? trimakasih atas infonya

    BalasHapus
  5. Fithrawan Satriyanto4 November 2010 13.08

    @Jendrul... Wass Wr.., trims Mas atas penambahannya.. itu juga kelupaan. Kami sendiri pakai air sumur, memang ga berani pakai PDAM, tapi entah pengalaman teman-teman.. Untuk @Marta: lokasi di mana..?

    BalasHapus
  6. lokasi di bululawang, malang.....
    apa masnya juga jual PDA, soalnya kwalitas jamur saya kurang baik...trims infonya

    BalasHapus
  7. Fithrawan Satriyanto8 November 2010 21.38

    @marta: Datang saja ke rumah.. Untuk PDA jamur tiram florida ada dalam 2 minggu ke depan, InsyaALLAH. baru inokulasi beberapa hari yang lalu

    BalasHapus
  8. Ass. pagi mas.
    saya lg kul di malang & saya tertarik untuk belajar budidaya jamur tapi g tau tempat tuk belajar dmn? mohon infonx y?

    BalasHapus
  9. Fithrawan Satriyanto2 Desember 2010 09.19

    Wass wr wb, pagi..,kalau belajar di sini ga ada tempat duduknya Mas.. hehe. Ya lihat-lihat saja. Teorinya khan sudah kami tuliskan. Jadi prakteknya tinggal melihat saja

    BalasHapus
  10. Assalamualaikum mas.
    Maaf mas, sedikit mengoreksi. Ada ga alternatif selain formalin untuk menginkubasi ruangan, soalnya formalin dilarang untuk kegiatan yang berhubungan dengan makanan yang di makan manusia. trims

    BalasHapus
  11. to anonim: Wa'alaikumsalaam WR WB. Formalin itu fungsinya adalah untuk sterilisasi, nah.. di sini formalin dengan kadar 4% itu disemprotkan ke kumbung dan juga ke ruang inkubasi untuk membunuh bakteri, kuman yang bisa menyebabkan kontaminasi. Jadi inilah fungsi formalin yang benar. Tidak ada hubungannya dengan makanan dan minuman seperti yang Anda sebutkan, karena jamurnya belum ada/belum tumbuh. Adapun yang dilarang adalah menggunakan formalin sebagai zat pengawet. Tetapi memang sekarang untuk membeli formalin cukup sulit (karena sering disalahgunakan). Kami sendiri karena sudah langganan dengan toko kimia nya dan tahu untuk sterilisasi, diijinkan beli. Alternatif lainnya adalah menggunakan fungisida.

    BalasHapus
  12. Assalamualaikum mas.
    Nama saya Robin, saya tgl di Sumut.
    saya ingin menanyakan bbrp hal:
    1. Jamur saya dibatang bagian atas kebanyakan berwarna kuning/coklat dan jika dikeruk seperti daki/kotoran. tapi ada jg yg putihnya benar2 bgs. kalau air 100% tdk ada masalah dan kebersihan kumbung sdh optimal.
    2. Kontaminasi pada baglog saya umumnya pd bibit jagung di baglog ditumbuhi kontaminan berwarna hijau tp tdk menyebar, hanya saja miselium total berhenti.
    Selama ini saya membeli bibit dr Medan, katanya sih order dr Jawa jg, tp belakangan kualitas bibitnya tdk bgs. Kalau F2 media jagung perbotolnya berapa? hitung aja skalian dgn biaya kirim, tp yang saya mau biji jagungnya yg kecil2, krn kalau yg besar produksi lognya sedikit, maksimal cuma 40/botol sedangkan kalau bijinya yg kecil bisa 50-60/botol, kan lbh untung...
    Mohon bantuannya mas, ini no HP saya 081396932332(24jam aktif). Saya jarang akses internet, jd saya tglkan no HP aja ya mas...
    Saya ucapkan banyak terima kasih.

    BalasHapus
  13. Salam kenal Pak, jaya masih pemula yg nekad investasi 1000 baglog beli dari produsen, saya mempunyai lahan, lahaman dengan luas kumbung hanya 4x 3,5m.Pertanyaan saya, karena lahan yg terbatas apakah jadi masalah jika inkubasi mulai 0% dan masa tumbuh buah di kumbung yg sama tidak dipindah?.Lalu apakah yg menyebabkan pertumbuhan miselium jadi sangt lambat dan tidak serempak? jadi sejak memasukan baglog tanggal 4 April hingga saat ini miselium banyak hanya 10%-20%, tapi ada beberapa yang sudah mencapai 60%. Apakah dapat dilakukan berulang atau rutin menyemprotkan formalin atau alkohol pada kumbung sebelum tutup baglog dibuka pak, karena baglog dimasukan kumbung sebelum saya semprot formalin? mohon petunjuknya Pak.. Makasih.

    BalasHapus
  14. assalamualaikum Mas Fithrawan, bagaimana sebenarnya kondisi baglog yang busuk, baglog saya yang baru dibeli 2 minggu yg lalu serbuk gergajinya sebahagian mulai berwarna kuning pucat dan ada kelihatan warna putih yang menjalar diatas dan sekililingnya. apakah warna kuning pucat itu menandakan baglog nya mulai membusuk (gagal)? mohon penjelasannya mas.

    BalasHapus
  15. assalamu'alaikum wr. wb.

    mas wawan saya pemula sbgai budi daya jamur tiram, satu bulan yg lalu bibit masuk kumbung dan baglog sudah di penuhi miselium..penutup sudah saya buka dan saya bersihkan, tapi sampai sekarang pertumbuhan baglog kok tidak maksimal, apa ada kesalahan atau memang blum maksimal tumbuh jamurnya.
    mohon bantuaanya

    BalasHapus
  16. asalam ,mas baglog yang saya buat perkembanganya lama apakah air penyampuran yang terlalu banyak berpengaruh

    BalasHapus
  17. as.mas apakah penyebab lambatnya penyebaran bibit jamur dan penyebab munculnya belatung pada baglog

    BalasHapus
  18. Kebetulan saya memproduksi baglog, jamur, dan bibit jamur tiram sudah hampir 12 tahun. Pelanggan bibit jamur saya sudah puluhan orang. Hampir 90% tidak ada yang bertahan lebih dari 2 tahun. Jadi meski kedengarannya usaha jamur ini menggiurkan tapi waspadalah karena kendala akan sangat banyak menghadang di depan mata nantinya mulai dari produksi baglog sampai dengan pemasaran.

    BalasHapus
  19. Askum
    Mas hasil panen jamur sy kok agk hitam spti ktor kna debu y,knp itu mas?? Sblmx sy taruh d gudang,stp pgi jndl sy bka,sore sy tutup,pntu sy bka trs.skrg sy truh d ruang tbka,mgkn sj bs hlg menghitamx.jamurx br 1xpanen.mhon saranx,trima ksh

    BalasHapus
  20. selamat siang pak saya pemula budidaya jamur tiram, saya awalnya memiliki 200 baglog dan melihat panen yang begitu besar saya menambahkannya lagi 1000 log, nah sekarang baru balik modal separuhnya jamur sudah jarang keluar, dan log timbul kuning dan baunya anyir, gimana solusinya pak makasih sebelumnya. Saya ada di wilayah prambanan yogyakarta.

    BalasHapus
  21. selamat siang pak saya pemula budidaya jamur tiram, saya awalnya memiliki 200 baglog dan melihat panen yang begitu besar saya menambahkannya lagi 1000 log, nah sekarang baru balik modal separuhnya jamur sudah jarang keluar, dan log timbul kuning dan baunya anyir, gimana solusinya pak makasih sebelumnya. Saya ada di wilayah prambanan yogyakarta.

    BalasHapus
  22. asalamualaikum mas Fithrawan Satriyanto ,ST
    apa saya boleh melihat proses pembuatan PDA dan bibit F1 step by step??

    BalasHapus
  23. Assalammualaikum Mas,...

    saya mau tanya untuk pembuatan bibit f0 melalui sistem kultur jaringan, berapa lama ya untuk pembentukan miselium'a? dan untuk agar agar powder'a apa bisa kita menggunakan agar agar yang dijual dipasaran yang biasa digunakan untuk pembuatan kue agar agar? mohon pencerahan'a Mas, terima kasih.

    BalasHapus