Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb

Galeri photo jamur Step pertumbuhan jamur Bibit PDA F1 F2 Alat Spinner Autoclave Tips beli baglog Berbisnis jamur1 Berbisnis jamur2 Hasil jamur dari baglog Tips kualitas baglog Tips kualitas bibit Desain steamer Desain boiler Kegagalan budidaya Kumbung jamur Perawatan jamur Pola pertumbuhan jamur biaya baglog1 biaya baglog2

Jumat, 03 Desember 2010

Meningkatkan BER, agar panen jamur BANYAK!!

Jumlah BER (Biological Economic Ratio) atau perbandingan jumlah berat panen jamur dengan berat media baglog yang ada selama ini rata-rata 25%-35%, semua bergantung kualitas baglog, kualitas spawn (bibit) dan perawatan.
Bagaimana caranya agar kita dapat mencapai BER yang lebih dari itu..? Apakah mungkin..? Dan apa saja resikonya..? Mari kita bahas bersama-sama. Bagi para pakar jamur tiram, feed back dan kritik saran atas tulisan ini sangat kami harapkan.

Meningkatkan BER sangat diharapkan dapat dilakukan agar hasil panen jamurnya bisa banyak, juga lama.
Tentunya dengan meningkatkatnya BER, keuntungan pebudidaya pun akan meningkat. Lalu bagaimanakah caranya untuk meningkatkan BER ini..?

Berikut sedikit tips dan tatacaranya:


1. Gunakan jenis gergajian yang memiliki berat lebih atau lebih keras (BJ nya lebih berat)
Umumnya di pulau Jawa dan sekitarnya, pebudidiaya menggunakan kayu sengon laut untuk budidaya jamur tiram putih. Hal ini dikarenakan usia tumbuh kayu sengon singkat, sehingga cukup banyak dan mudah didapatkan. Selain itu budidaya dengan kayu sengon laut cukup mudah dilakukan dan resikonya pun tidak terlalu besar. Namun BER yang didapatkan jika menggunakan kayu sengon laut hanya berkisar maksimal 30% saja.

Jika ingin mendapatkan BER yang lebih, bisa memilih kayu mahoni, mindi, waru, coklat, meranti. Jenis kayu yang disebutkan tadi memiliki karakter lebih keras dan berat daripada kayu sengon laut. Artinya dengan menggunakan kayu tersebut, diharapkan BER akan meningkat.

2. Gunakan bibit F2 yang sesuai dengan kayu tersebut.
Kayu yang memiliki karakter lebih keras, maka bibit F2 yang akan diinokulasikan juga harus lebih kuat daripada biasanya. Ini agar pertumbuhan miselia dapat dengan cepat menjangkau atau menembus kayu tersebut. Jika baglog menggunakan jenis kayu mahoni (misalnya) maka, bibit F2 yang digunakan (jika bibit gergajian), sebaiknya berasal dari kayu mahoni pula.
Bibit F2 nya juga harus merupakan konsentrat dengan perbandingan nutrisi beras jagung:bekatul:gergajian 1:2:2 atau 1:2:3.

3. Rasio pemberian bibit pada baglog
Perlu diperhatikan agar perkembangan miselia dapat segera menembus baglog dengan cepat, maka perbandingan berat bibit ke media baglog adalah 0,8%-1,3%. Artinya, jika media baglog yang kita buat memiliki berat 1400gram (1,4kg), maka bibit yang kita inokulasikan beratnya harus 11,2gram - 18,2gram. Jumlah bibit yang diinokulasikan ke baglog sebanyak ini diharapkan akan mempercepat perkembangan miselia dan juga mengecilkan rasio kegagalan. memang, kesannya jadi boros di penggunaan bibit, oleh sebab itu diharapkan pebudidaya dapat memproduksi bibit sendiri..

4. Rasio pemberian nutrisi pada baglog
Nutrisi atau jumlah bekatul, tepung jagung, dan zat lainnya yang akan diberikan pada campulran media normalnya sekitar 15%. Namun untuk memperoleh BER yang lebih, nutrisi yang diberikan juga harus ditingkatkan. Akumulasi total yang diberikan adalah berkisar antara 20% hingga 25% dari berat gergajian. Mengapa pemberian nutrisi ini harus ditingkatkan..? Karena jenis kayu yang digunakan lebih keras dan berat, sedangkan nutrisi itu diperlukan untuk segera memperkuat penumbuhan miselia, jadi nutrisi yang lebih diharapkan mempercepat membentukan dan penyebaran miselia. Tapi untuk pemberian nutrisi ini, harus diperhatikan sterilisasinya juga, posting kami tentang korelasi antara pemberian nutrisi dan sterilisasi perlu untuk diperhatikan.

5. Memperbanyak rasio berat media
Kalau tips ini hanya untuk meningkatkan berat media baglog. Jika ingin memperoleh hasil yang lebih banyak, tentunya volume dan berat baglog harus diperbanyak. Jadi jika normalnya ukuran baglog adalah ber diameter 11cm tinggi 25cm (berat 1,4kg), jika ingin memperoleh hasil lebih, bisa dengan memperbesar baglog dengan ukuran baglog seberat 2kg..

Namun.., untuk meningkatkan BER dengan tips yang sudah diberikan tadi ada beberapa hal yang sangat perlu untuk diperhatikan, antara lain..:

1. Perhatikan dengan benar ph dari gergajian
ph untuk budidaya jamur adalah 7, pengaturan ph ini dapat dilakukan dengan mencampurkan kapur secara merata pada gergajian. Ada baiknya, jika gergajian masih baru, harus dilapukkan terlebih dahulu dengan mencampurkan kapur, lalu dibiarkan selama 1bulan, barulah gergajian dapat digunakan dala proses budidaya. ph ini sangat penting karena jika ph masih diatas 7, maka kegagalan akan tinggi. Cek dengan benar ph sebelum digunakan dengan menggunakan ph meter atau kertas lagmus.
Tampak pencampuran kapur pada gergajian untuk pengaturan ph

2. Pastikan sterilisasi harus benar-benar matang.
Penggunaan jenis gergajian yang lebih keras, otomatis akan memperlama proses sterilisasi. Proses pengukusan yang normalnya sekitar 8jam, jika menggunakan jenis kayu yang lebih keras, bisa jadi akan lebih lama. Pastikan dengan benar termometer sudah menunjukkan suhu media 100 derajat C dan ada baiknya setelah suhu tersebut tercapai, pertahankan dulu selama 2-3jam.. Agar rasio kegagalan dapat diperkecil.. Biasanya jika ingin menggunakan jenis serbuk gergajian dari jenis kayu yang lebih keras, sterilisasi dengan menggunakan drum kurang kuat untuk mematangkan baglog. Apalagi dengan pemberian nutrisi yang lebih banyak, diperlukan proses sterlisasi yang benar-benar panas pada steamer.

3. Proses inokulasi dan inkubasi
Karena diperkirakan pengembangan miselia akan lebih lama daripada biasanya, perlu diperhatikan dengan benar proses inokulasi dan inkubasinya. Setelah inokulasi yang benar dengan memberikan bibit dengan perbandingan 1% tadi, proses inkubasi harus ditempatkan di tempat yang benar-benar bersih dan steril. Pada 10 hari pertama ada baiknya baglog tidak terkena cahaya dan juga hanya diberi sedikit sirkulasi udara saja, nah.. setelah 10 hari tersebut, berikan sirkulasi udara dan cahaya, agar perkembangan miselia pada baglog bisa menyebar dengan baik...

4. Perlunya penelitian kecil..
Jika ingin menggunakan serbuk gergajian dengan jenis yang lebih keras, ada baiknya kita mencobanya dahulu pada skala kecil, dan disterilkan pada autoclave. Nah.., jika memang pengembangan miselia baik, barulah bisa dilakukan untuk skala produksi yang lebih besar..

ada baiknya posting kami tentang faktor yang menyebabkan kegagalan dalam pembuatan baglog juga diperhatikan, karena tips untuk meningkatkan BER tadi juga meningkatkan pula resikonya.

3 komentar:

  1. Slmt pagi mas, saya sangat setuju dengan pendapat samapean hanya mungkin perlu dikaji satu per satu dari hal-hal yang kadang dianggap remeh, misal
    1. kadar air dan PH, hal ini besar pengaruhnya terhadap percepatan tumbuh jamur...saya pernah mencoba kadar air 35%-40% saya bandingkan dengan 50%-60% ternyata daya rambat miseliumnya lebih cepat yang 35%-40% (Menggunakan ALat Ukur Kadar AIr) dengan PH yang sama 7
    2. Untuk sterilisasi apakah harus 8 jam + 2 atau 3 jam lagi untuk menahan panas....bagaimana kalo panasnya diatas 100 drjt dan sudah ada tekanan, apakah juga harus kita tahan selama itu,...saya tertarik dengan boiler baja kap 1000 log apakah itu bisa mencapai panas diatas 100 drjt klo ya mohon informasi harga dan spesifikasi nya bs dikirim ke email saya : nugroho_yurianto@yahoo.com Tks Salam dari Petani Jamur Tiram Depok

    BalasHapus
  2. Terima kasih Mas Nugroho.. senang sekali ada feedback.. untuk poin pertama benar sekali Mas.. dengan kadar air yang lebih sedikit tentu daya rambat miselium lebih cepat, tetapi dari teori yang ada, kadar air optimal sekitar 60% itu dibutuhkan untuk perkembangan jamur, maksudnya, nantinya dengan kadar air itu diharapkan hasil jamurnya lebih dibandingkan kadar air yang hanya 35%, walau kelihatannya miselium lebih cepat.
    Untuk poin kedua.., kalau suhu media diatas 100 derajat C, tentunya tidak perlu ditambah waktunya. Tapi kalau kami, lebih senang walau suhu diatas 100derajat C, pemanasan harus tetap total sekitar 5-6jam, karena untuk lebih menjamin aja..

    BalasHapus
  3. betul mas fitrawan,, sya dlu pernah memiliki loq dngan kdar air di bawah 35%,produksi jmurnya kurang bgus, jdi skrang sya lbih menambah kadar airnya,, wlaa kdang2 mnjdi mslah bru..

    BalasHapus