Referensi teknik budidaya jamur tiram putih, pembuatan media baglog jamur tiram, pembuatan bibit jamur tiram F0, F1, F2, serta tatacara berbisnis jamur tiram dan olahannya agar memberikan keuntungan yang optimal
Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb
Senin, 24 Maret 2008
Progress Panen 10 hari Kumbung No. 3
Sistem INVESTASI
Dalam budidaya jamur ini, kami menerima amanah berupa dana dari pihak investor yang ingin menginvestasikan dana yang dimilikinya pada usaha ini.
Ada dua macam investor yang mengamanahkan danaya pada kami yaitu :
1. Investor yang melakukan investasi jangka panjang dan mengamanahkan dana untuk penyewaan lahan jangka menengah, pembuatan mushroom house, pembelian bibit baglog serta pemeliharaannya. Disini kami bertindak sebagai operator, perawatan, sekaligus pengaturan manajemennya. Sistem yang kami berlakukan adalah sistem bagi hasil keuntungan sesuai kesepakatan dengan pihak investor
Dana yang diperlukan adalah
A. Untuk sewa tanah dan pembuatan mushroom house :
Penyewaan dan pembuatan mushroom house biasanya menelan dana sekitar Rp. 150.000 /m2. Untuk mushroom house berkapasitas 10.000 baglog biasanya memiliki luas sekitar 105 m2 = 7,5 x 14 m2.
B. Pembelian bibit baglog :
Pembelian bibit baglog = Rp. 1600/ baglog
Transport dan biaya penataan baglog pada mushroom house = Rp. 100/baglog
Biaya bongkar dan pembuangan pada akhir musim = Rp. 50/baglog
TOTAL = Rp. 1750/baglog.
Untuk analisa hasilnya sebagai berikut :
Hasil jamur = 0,38 Kg x Rp. 6250 = Rp. 2375,- /baglog.
Keuntungan kotor = Rp.2375 – 1750 = Rp.625/baglog
Jadi jika investor menanamkan dana untuk 10.000 baglog = Rp. 17.500.000,-, Keuntungan kotornya adalah Rp.6.250.000,- atau 35,71% dari modal.
Bagi hasil yang ditawarkan umumnya adalah 50:50, sehingga keuntungan bersih bagi investor = Rp.3.120.500,- atau 17,9% dari modal.
Masa periode investasi adalah 4 bulan, sehingga keuntungan bersih per bulan = 17,9% /4 = 4.475%.
2. Investor kedua adalah investor yang mengamanahkan dananya dalam jangka pendek hanya untuk pembelian bibit saja dan diletakkan dengan sistem titip pada mushroom house yang dikelola oleh unit usaha sekolah dolan.
Bagi investor ini, kami berlakukan bagi hasil tetap 50:50 dengan keuntungan bersih kepada investor 17,9% akan tetapi jangka waktu periode investasi kami berlakukan per semester atau 6 bulan.
Jadi keuntungan bersih per bulan kurang lebih 17,9 /6 = 3%
Ada dua macam investor yang mengamanahkan danaya pada kami yaitu :
1. Investor yang melakukan investasi jangka panjang dan mengamanahkan dana untuk penyewaan lahan jangka menengah, pembuatan mushroom house, pembelian bibit baglog serta pemeliharaannya. Disini kami bertindak sebagai operator, perawatan, sekaligus pengaturan manajemennya. Sistem yang kami berlakukan adalah sistem bagi hasil keuntungan sesuai kesepakatan dengan pihak investor
Dana yang diperlukan adalah
A. Untuk sewa tanah dan pembuatan mushroom house :
Penyewaan dan pembuatan mushroom house biasanya menelan dana sekitar Rp. 150.000 /m2. Untuk mushroom house berkapasitas 10.000 baglog biasanya memiliki luas sekitar 105 m2 = 7,5 x 14 m2.
B. Pembelian bibit baglog :
Pembelian bibit baglog = Rp. 1600/ baglog
Transport dan biaya penataan baglog pada mushroom house = Rp. 100/baglog
Biaya bongkar dan pembuangan pada akhir musim = Rp. 50/baglog
TOTAL = Rp. 1750/baglog.
Untuk analisa hasilnya sebagai berikut :
Hasil jamur = 0,38 Kg x Rp. 6250 = Rp. 2375,- /baglog.
Keuntungan kotor = Rp.2375 – 1750 = Rp.625/baglog
Jadi jika investor menanamkan dana untuk 10.000 baglog = Rp. 17.500.000,-, Keuntungan kotornya adalah Rp.6.250.000,- atau 35,71% dari modal.
Bagi hasil yang ditawarkan umumnya adalah 50:50, sehingga keuntungan bersih bagi investor = Rp.3.120.500,- atau 17,9% dari modal.
Masa periode investasi adalah 4 bulan, sehingga keuntungan bersih per bulan = 17,9% /4 = 4.475%.
2. Investor kedua adalah investor yang mengamanahkan dananya dalam jangka pendek hanya untuk pembelian bibit saja dan diletakkan dengan sistem titip pada mushroom house yang dikelola oleh unit usaha sekolah dolan.
Bagi investor ini, kami berlakukan bagi hasil tetap 50:50 dengan keuntungan bersih kepada investor 17,9% akan tetapi jangka waktu periode investasi kami berlakukan per semester atau 6 bulan.
Jadi keuntungan bersih per bulan kurang lebih 17,9 /6 = 3%
Hasil Panen Jamur Total
Akhir-akhir ini kami menerima banyak pertanyaan mengenai hasil total panen jamur tiram putih. Sejauh ini kami hanya mampu memberikan jawaban berdasarkan progress panen pada mushroom house yang kami kelola selama 3 musim terakhir.
Berdasarkan beberapa literatur dan pengalaman yang ada pada budidaya jamur tiram di Malaysia dan Thailand, hasil maksimal jamur tiram putih berkisar antara 25% hingga 35% dari berat media baglog.
Baglog hasil produksi yang kami bududayakan memiliki berat rata-rata 1350 gram. Jadi hasil minimal jamur tiram putih dari media tersebut adalah 337,5 gram, sedangkan maksimalnya adalah 472,5 gram.
Berdasarkan pengalaman kami selama ini, hasil panen jamur tiram putih total selama 4 bulan masa produksi adalah berkisar antara antara 350 – 380 gram.
Beberapa hal yang mempengaruhi hasil panen jamur tiram putih antara lain adalah :
1. Pengaruh dari media baglog itu sendiri :
- Kualitas dan kuantitas bibit (stern bibit)
- Kualitas nutrisi pada media (bekatul, kapur, gypsum)
- Jenis kayu yang menjadi media serbuk gergaji.
- Sterilisasi media
- Kepadatan media
- Kadar air dan berat media
2. Pengaruh lingkungan dan perawatan :
- Kondisi suhu dan kelembaban pada mushroom house. Suhu optimal 28oC, kelembaban 85%.
- Sirkulasi udara / oksigen pada mushroom house harus baik.
- Kondisi cahaya dalam mushroom house tidak boleh terlalu banyak.
- Jarak antara rak tidak boleh terlalu dekat, jarak terbaik adalah 1m.
Berdasarkan beberapa literatur dan pengalaman yang ada pada budidaya jamur tiram di Malaysia dan Thailand, hasil maksimal jamur tiram putih berkisar antara 25% hingga 35% dari berat media baglog.
Baglog hasil produksi yang kami bududayakan memiliki berat rata-rata 1350 gram. Jadi hasil minimal jamur tiram putih dari media tersebut adalah 337,5 gram, sedangkan maksimalnya adalah 472,5 gram.
Berdasarkan pengalaman kami selama ini, hasil panen jamur tiram putih total selama 4 bulan masa produksi adalah berkisar antara antara 350 – 380 gram.
Beberapa hal yang mempengaruhi hasil panen jamur tiram putih antara lain adalah :
1. Pengaruh dari media baglog itu sendiri :
- Kualitas dan kuantitas bibit (stern bibit)
- Kualitas nutrisi pada media (bekatul, kapur, gypsum)
- Jenis kayu yang menjadi media serbuk gergaji.
- Sterilisasi media
- Kepadatan media
- Kadar air dan berat media
2. Pengaruh lingkungan dan perawatan :
- Kondisi suhu dan kelembaban pada mushroom house. Suhu optimal 28oC, kelembaban 85%.
- Sirkulasi udara / oksigen pada mushroom house harus baik.
- Kondisi cahaya dalam mushroom house tidak boleh terlalu banyak.
- Jarak antara rak tidak boleh terlalu dekat, jarak terbaik adalah 1m.
Langganan:
Postingan (Atom)