Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Kamis, 26 Maret 2009

Mengatasi hama ulat pada jamur tiram putih

jamur tiram yang lubang, biasanya ada ulatnya

Secara umum, sebenarnya budidaya jamur tiram putih tidak memilikihama penyakit seperti jenis sayuran lainnya.Hama pengganggu yang seringkali menyerang jamur tiram putih adalahhama ulat. Bagaimana dan kenapa hama ini menyerang jamur tiram, apapenyebabnya dan bagaimana cara mengatasinya.. InsyaALLAH akan kamibahas sedikit. Maaf kalau sedikit..,soalnya tahunya sedikit..
Apa penyebab hama ulat pada jamur tiram putih?

1.Penyebab alami dan kelembaban.
Yang dimaksud dengan penyebab alami adalah ulat memang biasa munculpada jamur tiram putih jika kelembaban udara yang berlebihan.Itu sebabnya hama ini biasa menyerang pada musim hujan. Pengalamankami selama ini, pada periode musim hujan, paling tidak hama ulatmenyerang pada hari ke 80 an. Pada periode musim kemarau, biasanyahampir tidak terdapat hama ulat.
2.Penyebab luar berupa kotoran
kumbung yang kurang bersihKumbung yang kurang dijaga kebersihannya, banyak sisa bonggolatau tangkai jamur tiram hasil sisa panen berserakan, biasanyadapat menimbulkan banyak hewan-hewan kecil, kepik, dsb. Adanyahewan-hwan inilah yang memicu munculnya ulat.
3.Penyebab dari dalam log itu sendiri.
Penyebab dari dalam log masih kami bagi menjadi dua juga :
a. Penyebab dari jamur tiram yang keluar dari log.
Apabila terdapat jamur tiram yang kelewatan tidak ikut dipanen dalamkumbung, lalu membusuk di log itu, biasanya pada jamur tiram itulahmuncul ulat-ulat kecil. Ulat ini kemudian dapat menyebar ke jamuratau log lainnya, dan apabila berkembangbiak, bahkan dpt secaramenyeluruh menular.
b. Penyebab yang memang dari dalam log itu sendiri.
Dalam proses pemilihan jenis bekatul, hendaknya dipilih yang masihbaru. Begitu juga dalam proses sterilisasi baglog dalam steamer,hendaknya dijaga betul kebersihannya. Jika tidak, bisa jadi memangada bibit ulat yang terdapat dlam baglog yang nantinya bisa munculpada saat panen jamur.
4. Penyebab lainnya..
Ini terjadi bila lingkungan sekitar kumbung memang bukan lingkungan yang bersih. Bisa jadi seperti terdapat kandang ternak lain dsb.
Cara mengatasi hama ulat.
INGAT..!! Jamur tiram putih adalah jenis sayuran organik. Hendaknyasebisa mungkin dihindari penggunaan obat-obat insektisida yang memangbisa membunuh hama ulat.
Berdasarkan pengalaman kami, proses REFRESH baglog yang sudah kamibahas sebelum ini InsyaALLAH dapat mengatasi hama ulat ini.berikut akan kami bahas ulang..:
1. Bila penyebabnya adlaah penyebab alam dan kelembaban, atasi dengan langkah pencegahan. Pada saat membangun kumbung dengan dinding bambu,hendaknya lengkapi dengan plastik, Tetapi jangan lupa tambahkan jendelauntuk sirkulasi udara. Kelembaban yang berlebih dapat diatasi denganmemberi sirkulasi udara yang banyak, sementara hentikan proses penyiramantambahan, buka tutup pintu jendela yang ada.
bersihkan kumbung secaraberkala dan pastikan pada proses refresh tidak ada lagi air yang menggenang di dalam baglog.
2. Bila penyebabnya adalah kotoran, baik itu sisa bonggol, atau kotoranlainnya, setelah proses refresh tadi, bersihkan kumbung dengan baik, lalujuga di luar kumbung lakukan sterilisasi ulang dengan menyemprotkan formalin.
3. Jika penyebabnya adalah dalam baglog, lakukan proses refresh denganbaik, bersihkan dengan sebersihnya baglog dengan melakukan pencungkilanhingga terlihat serbuk gergajinya.
PENANGANAN KHUSUS..
Jika semua jenis penanganan itu masih belum dapat mengatasi hama ulat,berarti kumbung dalam kondisi parah. Ini karena ulat tersebut sudah meninggalkantelur dalam log sehingga pembersihan lingkungan tidak mampu mengatasidan membunuhnya.. Kondisi ini jika dibiarkan terus, maka jamur yangdipanen akan terus menerus mengandung ulat.
Cara penanganan khusus ini sebenarnya not recomended, tetapi jika sangatterpaksa dapat dilakukan.
Caranya adalah :
1. Lakukan proses refresh secara menyeluruh. Cungkil semua jamur tiram yangada dalam kumbung sampai tidak menyisakan, walaupun yang kecil sekalipun.
2. Gunakan insektisida (kami menggunakan jenis LANATE) sesuai dengan kadar atau takaran yang tertera dalam produk.
3. Selama proses refresh dan penyemprotan insektisida, kumbung tidak bolehdilakukan penyiraman air seperti biasanya.
4. Proses penyiraman air dilakukan setelah 3 hari dari proses penyemprotan insektisida.
5. Karena jamur tiram termasuk sayuran organik, memang diusahakan tidak adacampuran bahan insektisida dan obat-obatan lain. Maka hasil panen jamurpertama setelah proses ini (hari ke-4), SEBAIKNYA DAN DIUSAHAKAN UNTUK TIDAK DIJUAL.
Jamur tiram hasil panen pertama, biasanya berwarna kecoklatan dan berbau.Sehingga sebaiknya memang tidak dikonsumsi.Baru pemanenan jamur tiram hari selanjutnya InsyaALLAH sudah tidak atausedikit saja mengandung sisa insektisida, karena proses raising ataupenyiraman yang dilakukan.
Jika memang ada proses penanganan lain berdasarkan pengalaman para petaniatau dari literatur, kami harapkan juga dapat ditambahkan..

Rabu, 25 Maret 2009

Terima kasih atas segala perhatiannya

Kami berterima kasih sekali atas segala perhatian, doa, dan semangat yang ditujukan kepada kami. InsyaALLAH kami akan selalu konsisten memberikan informasi kami harapkan dapat berguna bagi semua pihak yang sudah, akan, dan baru memulai usaha atau bisnis budidaya jamur tiram putih ini.

Semua EBOOK dan informasi sudah kami alihkan ke 4shared.com dan InsyaALLAH sudah dapat didownload kembali..

Mohon maaf dikarenakan kesibukan yang ada, kami agak terlambat melakukan update segala informasi yang ada..

Sekali lagi.., kami sangat berterima kasih atas doa dari semua pihak..
Jazzakumullaahi khairan katsiiran

SALAM SUKSES AGRO BISNIS

FITHRAWAN SATRIYANTO

Proses REFRESH pada baglog jamur tiram

Refresh baglog jamur tiram putih

Ketika umur baglog sudah mencapai umur 70-80 hari, kami mengenalkan suatu metode perawatan baglog yang disebut refresh baglog. Kenapa refresh ini perlu dilakukan, dan apa tujuannya?
Umumnya jika perawatan dilakukan kurang optimal, pada saat baglog mencapai umur dua bulan lebih (sekitar 70 hari), adakalanya progress panen mengalami penurunan. Hal ini bisa disebabkan oleh hal-hal sebagai berikut :
- pada saat pemanenan jamur tiram, proses pemetikan yang paling baik adalah dengan
melakukan pemetikan hingga akar tangkai tercabut semua (sampai serbuk gergaji kelihatan)
Jika akar tangkai (bonggol tertinggal) dapat menghalangi pertumbuhan jamur selanjutnya.
- Penyiraman yang berlebihan tanpa memperhatikan kelembaban yang sudah tinggi, biasanya
dapat menyebabkan timbulnya air yang tertandon (terisi) dalam baglog. Ini dapat
menyebabkan ujung baglog menjadi mengeras.
- Kebersihan kumbung yang kurang dijaga, dapat memicu timbulnya banyak hewan seperti
kepik yang juga memicu adanya ulat2 kecil.
- Banyaknya sisa bonggol dan tangkai bahkan sisa jamur tiram yang berjatuhan di lantai
kumbung.
- Terdapat jamur tiram yang kemungkinan dalam proses pemanenan tertinggal atau lupa
tidak terpanen sehingga membusuk di baglog
- Posisi baglog pada rak yang sudah kurang lurus, miring, perlu diperhatikan.
Umumnya karena empat hal tadi, progress panen dapat menurun. Untuk menaikkan lagi hasil panen dan mengoptimalkan hasil dari baglog jamur, proses refresh ini kadangkala perlu dilakukan.
Adapun tatacaranya adalah sebagai berikut :
1. Hentikan sementara proses penyiraman kumbung
2. Bersihkan kumbung dengan menyapu lantai dan membersihkan sisa tangkai, serbuk gergaji yang sering berceceran, dan sisa-sisa hasil panen jamur.
3. Cungkil dan bersihkan sisa bonggol yang terdapat dalam baglog hingga tampak kembali serbuk gergajinya.
4. Bersihkan dalam kumbung dari banyaknya sarang laba-laba yang sering muncul. Dan selama proses pembersihan ini, buka semua sirkulasi udara ke dalam kumbung.
5. Setelah proses pembersihan dan refresh dilakukan, biarkan 2 hari kumbung dan jangan disiram.
6. Pada hari ke 3, lakukan raising, penyiraman seperti biasanya untuk menaikkan kelembaban kembali.
Setelah proses raising dilakukan, dalam 5 sampai 7 hari kemudian InsyaALLAH produksi jamur akan mulai meningkat. Bahkan dalam pengalaman kami, 10 hari kemudian, biasanya bisa memproduksi maksimal hingga 10% dari jumlah baglog.


Gambar jamur yang mulai bermunculan setelah proses refresh