Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Selasa, 09 Maret 2010

Pembibitan F0 ke F0

Indukan PDA yang berhasil, nampak kapas putih
menyelimuti seluruh media


Pembuatan bibit induk PDA atau F0 juga bisa dilakukan antar PDA atau antar F0.
Hal ini dikarenakan tingginya resiko membuat bibit F0 langsung dari indukan jamur.
Kebanyakan kegagalan dikarenakan resiko kontaminasi yang tinggi.

Dalam pembuatan bibit F0, setelah dilakukan inokulasi dari indukan jamur, perkembangan
miselium harus dipantau setiap hari. Jika sedikit saja terjadi titik kuning atau hijau yang berarti
timbul kontaminasi, bibit F0 yang kita buat bisa dikatakan gagal. Walaupun selanjutnya bibit tersebut tertutup dengan putihnya miselium. Karena sedikit kegagalan saja sangat beresiko jika diteruskan untuk diturunkan ke indukan F1 dan F2.

Bagaimana menurunkan indukan F0 untuk memperbanyak F0???
Pembuatan media "agar" nya sama persis, yaitu dari air kentang dan selanjutnya.

Baca posting kami selengkapnya dalam pembuatan indukan F0.

Selanjutnya saat akan melakukan inokulasi. Bibit yang disuntikkan ke media bukan berasal dari jamur, tetapi dari indukan F0 yang telah jadi sebelumnya.
Pembuatan indukan F0 dari F0 ini memiliki tingkat keberhasilan yang lebih tinggi.

Maka dari itu akan lebih direkomendasikan jika ingin membuat hindukan F0 yang lebih banyak, bisa menggunakan indukan F0 yang telah berhasil dibuat.

Botol diletakkan dengan posisi tidur tetapi
janga sampai cairan PDA mengenai kapas
ini bertujuan agar memperluas area media PDA


Memang untuk memperbesar tingkat keberhasilan
digunakan autoclave. Dengan tekanan hingga 2,5BAR
bisa dihasilkan suhu 150derajat C lebih, sehingga hanya
diperlukan waktu 20 menit saja

Video demo autoclave

9 komentar:

  1. Alhamdulillah....ternyata masih ada yang percaya...bahwa rizqi itu hanya Allah yang membagi...thanks ya mas...atas infonya.

    BalasHapus
  2. terima kasih mas telah membagi ilmunya...

    BalasHapus
  3. Subhanalloh,Alhamdulillah...semoga banyak manfa'at untuk sesama..

    BalasHapus
  4. terima kasih mas atas ilmunya yang gak setengah-setengah . . .
    semoga sukses
    salut bwt mas fit

    BalasHapus
  5. Danu Hananto24 Mei 2011 23.10

    Assalamu'alaikum, Mas juara deh buat penjelasannya,rata-rata informasi yang dirangkumdalam buku budidaya jamur tiram tidak menyertakan detail pembuatan bibit FO, F1, F2 serta rumusan perhitungan komposisi campuran media baglog,sungguh makin memperkaya wawasan dan pengetahuan mengenai budidaya jamur tiram,terlebih bagi para pemula yang akan menekuni usaha ini,pokoknya sukses selalu buat mas Fith dan ditunggu info2 terbaru yang lain, Wassalam

    BalasHapus
  6. "Alhamdulillah,semoga Alloh membalas semua kebaikan yang Mas sampaikan ini, semoga Alloh memberikan kelapangan Ilmu dunia dan akhirat untuk saudara ku yang telah sudi membagi ilmuny kepada sesama...Amiiin.

    BalasHapus
  7. Ini sangat amat berguna sekali,hal ini sangat dibutuhkan untuk masa sekarang,dengan akan adanya globalisasi yang akan terjadi pd th 2015,yang sekarang sudah tersa dampaknya,hal tersebut sangat dibutuhkan bagi pemuda2 yang setidaknya dengan adanya hal ini bisa memicu semangat untuk berbuat sesuatu,memunculkan skill2 dan kemampuan untuk mandiri,tanpa harus menunggu kebijakan dari pemerintah,maju terus dan lebih dikembangkan lagi.
    Terimakasih

    BalasHapus
  8. Terima kasih sangat bossss, mohon dilanjut pembuatan dan tips2 seputar jamur merang. saya lihat sudah ada blog yang memberikan caranya tapi tidak bisa di-copy paste.

    BalasHapus
  9. tanya gan .. selama 8 hari apa harus di kasih lampu terus tempat inokulasinya....

    BalasHapus