Assalaamu'alaikum Wr Wb, buat rekat-rekan semua, blog ini hadir hanyalah merupakan sharing pengalaman kami dan rekan-rekan. Jika ada manfaat yang bisa diambil, kami sangat bersyukur dan mohon doa. Jika karena sok tahu kami ada yang dirugikan, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga isinya bisa merupakan salah satu referensi. Wassalaamu'alaikum Wr Wb


Kamis, 08 Januari 2009

Agar penjualan jamur tiram mudah dilakukan, bangun kredibilitas

Membangun kredibilitas pebisnis jamur

Pemasaran, penjualan, dan omzet.. tiga kata kunci yang harus dikuasai dengan baik bagi pebisnis manapun, termasuk juga bisnis jamur tiram putih ini..

Anda lihat foto di atas.., itu perkiraan panen adalah sejumlah 150 kg.. Bisa dibayangkan bagaimana sulitnya menjual sejumlah itu, jika kita tidak membangun kredibilitas sebagai pebisnis jamur tiram putih. Untuk pasar tradisional, potensinya masih luar biasa besar, akan tetapi, jangan sampai kita hanya muncul menjual jamur tiram saat barang banyak saja.., hendaknya, pada saat grafik panen menurun, kita tetap menjaga hubungan baik dengan pedagang..
Tips untuk membangun kredibilitas itu antara lain adalah :

1. Menjaga kualitas jamur tiram segar..
Hendaknya jamur tiram yang kita jual ke pasar dalam kondisi fresh.., segar. Untuk itu pemanenan dilakukan sekitar 3 jam sebelum penjualan. Menjaga kualitas ini sangat penting untuk membangun “brand” kualitas. Hendaknya jangan menjual barang “kemaren”. Kalau pada penjualan ayam ada ayam tiren (mati kemaren), di jamur ada “paren” panen kemaren..hehe.. ini jangan sampai terjadi.. Kasus terakhir, saat pasar surabaya dibanjiri jamur tiram asal Bandung dengan harga murah, pedagang dan konsumen tetap memilih jamur produksi kami, karena pasti jika dari Bandung, jamurnya sudah tidak sesegar jamur produksi kami.

2. Menjamin ketersediaan jamur tiram
Walaupun panen bersifat fluktuatif.., jika kita dapat menjamin ketersediaan barang, walau sedikit, maka kita akan dinilai pedagang bukan sebagai pebisnis yang (tumbal butuh), maksudnya hanya muncul saat panen banyak, tapi saat panen dikit, menghilang. Jika ketersediaan barang bisa kita jamin, maka pedagang tidak akan berkeberatan jika kita menaikkan harga pada saat produksi sedikit, dan tentunya menurunkan harga saat produksi banyak. Untuk menjaga kestabilan panen ini, sangat diperlukan penjadualan pengisian kumbung yang berkesinambungan.

3. Memiliki brand/merk sendiri..
Walaupun sederhana, hanya stempel saja (ngga perlu sablon), jika kita sudah bisa memberikan tanda merk pada jamur kita, maka pedagang akan menilai kita adalah pebisnis yang serius. Selain itu, jika ada komplain, kita akan dapat mengenali dengan mudah jamur produksi kita itu..

4. Menerima komplain dengan baik
Walaupun sangat jarang, kami berani menerima komplain berupa kembali barang, jika memang kualitasnya kurang memadai di mata konsumen.. Hal ini akan membangun kredibilitas tentang penjagaan kualitas dan pelayanan konsumen.

5. Jangan takut overstock dan barang sisa..
Untuk ini kita harus siap dalam bentuk olahan jamur tiram. Jika memang kapasitas pasar sudah terlampaui dan masih ada jamur sisa.., berinovasilah dengan membuat olahan jamur tiram seperti keripik, nugget, dsb. Untuk keripik jamur, pemasaran ke sekolah-sekolah sebagai contoh adalah pemasaran yang cukup efektif.

Jika kredibilitas sudah terbentuk dengan baik.., maka percayalah.., kita tidak akan kesulitan menjual jamur tiram.. malahan yang terjadi, kita akan kewalahan untuk memenuhi permintaan jamur tiram ini..

Link yang berkaitan:

Membentuk jaringan pasar jamur tiram

Bagaimana pemasaran jamur yang efektif

Kemasan dan kualitas menentukan harga jamur tiram

Panduan bagi Anda yang ingin berbisnis online/Internet Marketing

5 komentar: